Hari ini, Sabtu, 05 Mei 2012. Aku kaget saat membuka SMS dari saudara perempuanku. Pesan yang sangat singkat. "Kak Hib, Huckly sudah meninggal." Langsung saja berdetak kencang jantungku. Aku tidak menyangka secepat itu kucing kesayanganku itu meninggal. Baru saja kemarin dapat kabar kalau dia lagi sakit. Aku tau dia sudah tua, dan suatu saat pasti akan meninggal, tapi rasa sedihku tetap tak bisa dibendung saat mendengar kabar itu..
Terbayang, tak kan ada lagi panggilan "Huckly...Huckly.." Terbayang saat dia slalu manja dan mengeong kalau minta makan.. Terbayang saat dia berteriak-teriak kala dimandikan di kamar mandi.. Terbayang saat pertama kali aku bawa dia pulang ke rumah dari rumah saudaraku.. Waktu itu aku dan dia masih sama-sama kecil.. Kumasukkan ke karung, dan kuikat di boncengan sepeda ontelku.. Dia berteriak-teriak.. Aku waktu itu masih SD entah SMP gitulah..yg jelas belum SMA.. Sungguh, sudah lama juga ternyata Huckly menjadi bagian dari keluargaku..
Dia kucing yang pintar dan setia pada tuannya. Dia bahkan sangat mengenali kami meski sedang berada jauh dari luar rumah. Dia selalu menyapa saat jumpa di jalan, bahkan ketika kami tidak melihatnya..tapi dia tidak mau menyapa orang lain..tapi kalau orang tersebut memanggil namanya, baru dia menjawab.. Bahkan di tempat keramaian, dia mengenali kami.. Dia juga pernah meyelamatkan bapak dari seeokor ular, waktu itu ada ular, tapi bapak tidak melihatnya, nah si Huckly inilah yang memberitahu..Yang lebih mengagumkan, tidak sedikit orang yang mengenal Huckly ini, kalau dari sanak keluargaku, semuanya mengenalnya..bahkan tetangga-tetanggaku sangat mengenalnya.. Mengapa bisa begitu? Itu karena kami sangat sayang kepadanya.. Kami sangat menyayangi binatang, lebih-lebih kepada hewan peliharaan seperti kucing..nah tapi sebenarnya yang tidak begitu suka, adalah ibuku, tapi aku tau, jauh di lubuk hati ibuku, sebenarnya juga sayang..hanya saja ibuku tidak begitu menampakkan rasa sayangnya..buktinya, ibuku juga mau memberi makan saat kucing-kucingku lapar..hehehehe..
Tapi kini, Huckly hanya tinggal kenangan.. Semua kenangan itu akan terkubur seiring dengan dikuburnya si Huckly, tapi aku yakin, aku tidak akan melupakannya.. Dari kecil aku sudah mengenalnya..dan untungnya, masih ada foto-fotonya yang bisa mengobati kerinduan.. Akan tetapi yg masih membuat aku sedih, aku tidak bisa melihatnya di hari terakhir dalam kehidupannya.. Aku juga tidak bisa menyaksikan pemakamannya.. Aku sedang berada jauh dari Huckly.. Oh Huckly kucingku..maafkan aku..
Mungkin anda akan menafsirkan perasaanku ini terlalu lebay, berlebihan dan dibuat-buat.. Sungguh aku tidak begitu.. Anda tidak akan pernah bisa merasakan kalau anda tidak menyayangi binatang dan hobi memelihara binatang.. Apalagi bagi anda yang sangat membenci binatang.. Sudah aku jelaskan, aku memelihara Huckly dari kecil hingga tua, dan itu bukan waktu yang singkat.. Aku rasa hampir 10 tahun ada..
Akhirnya, jika ada pertemuan, pasti ada perpisahan.. Dan itulah yang kini aku alami.. Walau hanya dengan seekor kucing, tapi itu sesuatu yang sangat berharga. I love my Huckly.. Berharap sekali Allah mempertemukan kami di Surga kelak. Andai saja.. :'(
