Minggu, 31 Januari 2016

Korelasi Penyimpangan Sejarah Yang Dilakukan Kolonial Dengan Islam Di Indonesia

  • Tentang Budi Utomo, tentang Kartini, tentang Diponegoro jihad karena makam dirusak, tentang kata "Belanda" dan bukan kerajaan Protestan Belanda. | Ini semua frame kolonial.
  • Sejarah itu soal frame penulisnya, jangan culun. Kolonial pegang sejarah, terus manggut2.
  • Melek bro, sejarah Indonesia ditulis oleh kolonial, agar kita menerima frame kolonial.
  • Kalau baca sejarahnya dari sejarah frame kolonial, jadi culun, mental terjajah.
  • Padahal perlawanan Diponegoro adalah jihad kaum muslim melawan penjajahan kerjaan Protestan Belanda.
  • Karena culun baca sejarah, nelan mentah2 sumber2 kolonial, sejarah malah membuat jati diri terpuruk, malah terjajah.
  • Kebiasaan kolonial memprogandakan bahwa Diponegoro dan Belanda soal makam, Palestina dan Israel soal Arab dst.
  • Mengapa demikian ? Motif2 ini diciptakan & dipropagandakan agar motif utamanya disembunyikan sehingga masalah terisolasi.
  • Kalian harus membiasakan nulis "kerajaan Protestan Belanda" untuk menyebut penjajah Belanda. Biar tidak ada reduksi sejarah.
  • Biasakan juga nulis "kerajaan Katolik Portugis" untuk menyebut penjajah Portugis. Biar motif2 tidak ada yang direduksi oleh penulisan sejarah.
  • Invasi Katolik Portugis di Indonesia adalah kelanjutan atas perang umat Islam - Katolik di seluruh wilayah saat itu.
  • Imperialisme dikomando oleh Gereja (Paus Alexander VI), melalui perjanjian tordesilas. Katolik Portugis dapat wilayah Timur. Spanyol dapat wilayah Barat.
  • Baca sejarah harus kritis, jangan manggut2 baca sejarah tulisan kolonial. Bikin mentalmu terjajah terus dan terbelakang.
  • Kerajaan Katolik Portugis yang menjajah Indonesia dilepas oleh titah sang Paus. Ini misi agama. Sejarah jangan disembunyikan.
  • Jangan terbiasa culun baca sejarah, mentalmu jadi tidak gagah.
  • Ayolah melek, banyak penyesetan sejarah yang digunakan kolonial agar tetap bisa menjajah kita. Jangan culun. Tegaklah.
  • Harus ada penulisan ulang sejarah Indonesia, biar generasi kita ndak culun, biar mentalnya ndak terjajah terus.
  • Sejarah dgn frame kolonial Kristen Belanda dijadikan bungkus koran aja. "Ilmu yang tidak bermanfaat". Kita harus tulis ulang.
  • Gold Glory Gospel. Gospelnya jarang dibahas. Siapa bilang Kristen agama kasih ? Penjajahan. Ini reduksi sejarah.
  • Penyembunyian motif, reduksi sejarah, manipulasi, adu domba dst. Kritis lah belajar sejarah.
  • Uni Rohana Kudus pejuang Muslimah yang melawan kolonial Kristen Belanda. Tapi sejarah disembunyikan oleh kolonial.

  • Bahwa penjajahan Katolik Portugis dan Kristen Belanda gak punya misi zending adalah reduksi sejarah.
  • Bahwa Diponegoro perang karena makam adalah penyembunyian motif jihad, seolah2 direduksi soal makam. Ini kejahatan penulisan sejarah.
  • Apa yang Anda bayangkan jika mendengar nama Vasco da Gama atau Afonso de Albuquerque ? Kesan positif ? Padahal kedua orang itu sangat jahat. Reduksi sejarah.
  • Kata "keparat" (kuffarat: orang2 kafir) adalah cara penduduk Nusantara menyebut penjajah. Sejarah jangan direduksi.
  • Sekali lagi, jangan culun baca sejarah frame kolonial. Jangan mau dibodoh-bodohi.
  • Generasi kita perlu melek soal sejarah.
  • Harus banyak belajar dari ustadz Salim A Fillah, kalau beliau udah cerita sejarah Indonesia terutama sejarah Jawa, gak habis2.

  • Futuhat Nusantara - Salim A. Fillah - Qatar | Monggo, ini tentang Islamisasi Nusantara yang luar biasa youtu.be/1rU-GMyyfDk
  • Kedatangan Portugis dan Belanda adalah kelangsungan perang melawan Islam di Spanyol dan Timur Tengah.

  • "Sejarah tulisan kolonial itu valid". | Waduh bro, mentalmu inlander sekali.
  • Hilangkan mental inlander, mental terjajah kok dipelihara, jangan culun. Bangun dan bangkit, biar cepet beres ini pekerjaan membangkitkan Indonesia.
  • Kita ditidurkan oleh sejarah, sehingga umat Islam jadi gak PD dgn dirinya. Pejuangan di Indonesia itu satu kesatuan perang umat Islam sedunia.
  • Kita ini mewarisi darah para pejuang Islam yang terlibat perang agama melawan kerajaan Katolik Portugis dan Protestan Belanda.
  • Menyembunyikan motif dgn mengatakan "Diponegoro perang karena makam" dibolehkan, sedangkan menyebut "kerajaan Katolik Portugis" dianggap menebar kebencian.
  • Mengungkapkan fakta sejarah yang tidak disebutkan bahwa kerjaaan Potugis adalah Katolik yang misinya dapat restu Paus dianggap menebar kebencian.
  • Ada muslim memperkosa tapi ditulis "guru ngaji memperkosa", ente diem aja. Gue tulis "kerajaan Katolik Portugis" ente protes.
  • Nyebut "teroris Islam" pada kejadian pengeboman gedung WTC, padahal tidak terbukti, dan ente diem aja. Menjelaskan fakta sejarah "kerajaan Protestan Belanda", dianggap menebar benci.
  • Dunia sedang jungkir balik. Menyabarkan yang salah didukung dan menyebarkan kebenaran dianggap menebar kebencian.
  • Maka nasehatku tak berubah: berpikir adalah kunci.
  • Buku bagus, coba bacalah.

  • Kenapa Diponegoro melawab Belanda ? | Karena makam leluhurnya dirusak | Ini bukti mentalmu terjajah.
  • Ada penyesatan sejarah, ada isolasi masalah. Persis seperti Israel kepada Palestina, "ini hanya konflik wilayah bukan perang agama". Yang mentalnya terjajah ya manggut2 jika didoktrin propaganda seperti itu.
  • Persis seperti kafir Quraisy yang mempropaganda bahwa perang dgn Muhammad adalah urusan antar keluarga, agar penduduk Madinah tidak ikut bantu.
  • Motif dipropagandakan menjadi urusan sepeles, berharap berkurangnya dukungan.
  • Konflik Muhammad SAW - Quraisy mau direduksi jadi konflik keluarga, Israel - Palestina juga mau direduksi jadi problem bangsa Palestina, problem wilayah.
  • Sejarah Diponegoro juga mau direduksi cuma urusan makam. Propagandanya mirip2.
  • Kenapa direduksi dan diisolasi motif konfliknya ? Supaya tidak membangkitkan semangat perlawanan dari muslim yang lain.
  • Sehingga muncul kata2 "itu kan urusan Palestina, bukan urusan kita, dalam negeri aja masih susah". | Karena jadi korban propaganda isolasi masalah.
  • Di kongres ulama, Hamengkubuwono cerita hubungan erat antara Jogja dan Khilafah Turki.
  • Bahkan Islamisasi damai nusantara ini pun dalam desain kekhilafahan Turki. Keren. Begitulah tugas kekhilafahan.
  • Dengan belajar sejarah bukan frame kolonial, makin besar rasa cinta kita pada negeri ini. Sejarah perjuangan umat Islam sudah panjang sekali.
  • Islam menjadi spirit perlawanan terhadap penjajah.

  • Kita apresiasi ustadz Tiar anwar bachtiar, peneliti dari insists dan persis. | Usaha pelurusan sejarah di sekolah.

  • Belajar kawan belajar !!! Jangan manggut2 baca sejarah frame kolonial.
  • Berpikir adalah kunci, duduk merenung, komparasi, pilah dan pilih. Jangan asal manggut2 !!!
  • Baca API Sejarah 1 & 2 juga kawan. Biar melek sejarah.

  • Kristenisasi dan Sekularisme pada masa kolonial. | Usaha mendudukkan sejarah pada tempatnya.

  • Kata2 Afonso de Albuquerque saat menduduki Malaka tahun 1511 | Semangat perang salib.

  • Akibat serang pasukan Katolik Portugis di Malaka, saat itu kerajaan Islam Aceh, Demak dan Ternate bangkit melawan.
  • Penyebaran Katolik di Indonesia mengikuti jalur pendudukkan Portugis.
  • Jadi motif Portugis menjajah nusantara adalah perang salib. Sedangkan perlawanan kerajaan Islam Aceh, Demak, Ternate adalah jihad.
  • Setelah dari Malaka, kemudian Portugis melanjutkan ekspansi perang salibnya di Jawa dan sampai di Maluku.
  • Para sultan Islam di Maluku mengizinkan Katolik Portugis berdagang, dan lama kelamaan mereka memonopoli, sehingga muslim dilarang berdagang.
  • Rempah2 sering diprogandakan sebagai alasan menjajah, padahal bukan sekedar rempah2nya. Tapi perang ekonomi dgn khilafah Islam.
  • Motif penjajahan nusantara oleh kerajaan Katolik Portugis sangat jelas dari kata2 Afonso de Albuquerque ini.

  • Motif Israel menduduki Palestina, motif AS menduduki Irak dan Afghanistan, gak beda jauh dgn motif Katolik Portugis menduduki nusantara.
  • Mirip dgn Katolik Portugis yang dapat restu dari Paus untuk menjajah, maka VOC juga dapat mandat dari Gereja Protestan Belanda (Gereformeerde Kerk).
  • Pengakuan iman Belanda tahun 1561 pasal 36: "Memberantas dan memusnahkan penyembah berhala dan agama palsu, menjatuhkan kerajaan anti Kristus".
  • Portugis penganut Katolik Roma, sedangkan VOC Belanda penganut Protestan sekte Calvinisme.
  • Penyebaran Katolik disebut misi dan orangnya disebut misionaris, sedangkan penyebaran Protestan disebut zending dan orangnya disebut zendeling.
  • Penting belajar sejarah, tapi jangan culun kayak waktu zaman SD.
  • Yang berpikir jernih insya Allah akan sepakat.
  • Propaganda kolonial sangat merasuk di mayoritas kepala, hanya segelintir yang akalnya berpikir dan melawan.
  • Kita tunjukkan bahwa kita muslim lah yang sejatinya kasih dan santun, dan yang hobi caci maki bukanlah kita.
  • Kita muslim lah yang menebarkan kedamaian, dan sudah kita buktikan bahwa caci maki dan menebar kebencian justru bukan dari statement2 kita.
  • Sejak zaman SD banyak yang mengalami stagnansi pengetahuan, dan ini fatal.
  • Menurut Tiar Anwar Bachtiar (peneliti sejarah), sampai kedatangan Belanda di abad ke-17, tidak ada komunitas Kristen di pulau Jawa.
  • Portugis dapat mandat dari Paus untuk misi penjajahan nusantara, sedangkan VOC Belanda dapat mandat dari Gereja negara (Gereja Protestan Belanda).
  • Tugas keagamaan ini ditegaskan dalam "Bataviasche Statuen" tahun 1642, VOC harus mengubah agama pribumi (muslim) menjadi Kristen.
  • Dalam "Bataviasche Statuen" 1642 juga terdapat larangan kepada pribumi (muslim) untuk menjalankan agamanya sendiri.
  • Yang melanggar aturan larangan beribadah, maka pribumi (muslim) akan dirampas hartanya, dirantai, bahkan diusir oleh VOC.
  • Pada tahun 1651 keluar ketentuan larangan mubaligh menyebarkan agama Islam. | Dejavu ?





  • Perseteruan antara Katolik dan Protestan di Eropa dibawa ke Nusantara. Katolik Portugis berseteru dgn Protestan Belanda.
  • Sehingga Belanda semangat sekali mengusir Portugis dari wilayah yang mereka kuasai di Indonesia. Perseteruan Katolik - Protestan.
  • Penduduk pribumi (muslim) yang sudah dipaksa masuk Katolik, namun ketika kedatangan Belanda dipaksa masuk Protestan.
  • Sejak saat itu VOC yang Protestan melarang penyebaran agama Katolik di nusantara sampai Herman Willem Daendels mengizinkan pada tahun 1808.
  • Agama Kristen menyebar di wilayah2 yang diduduki oleh VOC.
  • Selama periode pendudukannya (1602 - 1799), VOC mendatangkan 254 pendeta.
  • Tahun 1758 di Betawi dicetaklah Alkitab dgn huruf Arab, karena tulisan Arab melekat dalam kehidupan pribumi.
  • Maluku yang tadinya dipaksa masuk Katolik di zaman Portugis, kemudian berubah menjadi Protestan di era Belanda.
  • Tahun 1799 VOC runtuh, Indonesia resmi milik Belanda. Kristenisasi via penjajahan lebih tertata rapi. Negara yang mengkordinir.
  • Ada pribumi2 yang murtad, muslim pengkhianat, yang kemudian ikut serta dalam proyek zending mengkristenkan Nusantara.
  • Ada Paulus Tosari yang masuk Kristen tahun 1840, ada Kyai Sadrach yang masuk Kristen pada tahun 1855.
  • Salah satu usaha Kristenisasi adalah memisahkan Islam dari budaya Jawa. Ini ada ahli sejarah Jawa yang sudah menuliskan bukunya.
  • Salah satunya membuat propaganda bahwa Hindu atau Buddha adalah kehidupan masyarakat Jawa.
  • Mereka melakukan ekskauasi candi Borobudur atau Prambanan, seolah2 ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa.
  • Padahal saat ditemukan candi2 sudah terkubur, sulit ditemukan. Artinya sudah lama sekali tidak menjadi bagian dari masyarakat, ratusan tahun.
  • Dgn modal Borobudur dan Prambanan ini Belanda membangun propaganda, Hindu dan Buddha lah yang brperan. Hendak memisahkan antara Islam dan Jawa.
  • Dgn cara2 ini lah sehingga ada pemeluk Katolik dan Protestan di Nusantara.
  • Coba baca buku ini. Penulisnya cerdas ini.

  • Penjajah Barat dari dulu sudah melakukan demonisasi terhadap Islam. Sekarang dilanjutkan media bayarannya disini.

  • Check buku sejarah: ada cerita kedatangan agama Hindu - Buddha, ada cerita kedatangan agama Islam, tapi gak ada sejarah kedatangan agama Kristen.
  • Kenapa dalam buku pelajaran sejarah kita tidak ada cerita tentang kedatangan agama Kristen di Indonesia ? :D
  • Kedatangan agama Kristen di Indonesia tidak dibahas dalam buku pelajaran sejarah di sekolah. | Ada penyembunyian sejarah.
  • Karena pembahasan sejarah kedatangan agama Kristen berarti membahas penjajahan itu sendiri. Sesuatu yang harusnya dimusuhi.
  • Hinduisasi dibahas, Islamisasi dibahas, tapi kenapa Kristenisasi di Indonesia tidak dibahas dalam buku pelajaran sejarah ?
  • Tidak adanya sejarah datangnya Kristen ke Indonesia dalam pelajaran sejarah adalah salah satu bukti penulisan sejarah frame kolonial.
  • Gold Gospel Glory dalam buku pelajaran sejarah diceritakan tidak dalam konteks cerita masuknya Kristen ke Indonesia.
  • Dalam cerita kedatangan Hindu dan Buddha, buku pelajaran sejarah biasanya membahas kerajaan Hindu - Buddha.
  • Sejarah masuknya Kristen/Kristenisasi di Indonesia contoh penyembunyian sejarah. Karena sejarah kita kental frame kolonial.
  • Tentang Budi Utomo, tentang Kartini, tentang Diponegoro perang karena makam, tentang tidak adanya sejarah Kristen masuk ke Indonesia adalah contoh sejarah frame kolonial.
  • Pemunculan Kartini oleh Belanda sbg tokoh wanita adalah bagian dari proses nativisasi, penyingkiran peran Islam dalam sejarah Indonesia.
  • Ayo bangun !!! Susah Indonesia maju jika terus menelan informasi dari media frame kolonial, menelan sejarah frame kolonial, sehingga mentalnya jadi inlander terus.
  • Bangkit dan keluarlah dari framing kolonial, baru Indonesia bisa bangkit.
  • Sekarang malah gerombolan sepilis diberi panggung, framing kolonial jadi persepsi kolektif.
  • Penjajahan fisik (dulu) dan penjajahan pikiran, termasuk penjajahan informasi dan sejarah membuat Indonesia sulit keluar dari keterpurukan.
  • Sejarah itu penting, supaya tahuu jati diri kita, supaya tahu siapa musuh kita. Bayangkan ketika musuh kita justru mengendalikan pikiran kita dgn sejarah.
  • Kita mau keluar dari penjajahan, tapi justru kepala kita dijajah oleh sejarah yang ditulis penjajah, gimana mau merdeka ?
  • Bahkan untuk simbol tokoh wanita saja, kita masih mengambil tokoh wanita yang disodorkan oleh penjajah Belanda. Mental inlander.
  • Sejarah kita harus berani keluar dari framing kolonial.
  • Hapuskan mental inlander, itu penyakit jiwa akibat penjajahan. Gak berani melepaskan diri dari intimidasi pemikiran.
  • Karena Kartini yang dipropagandakan oleh Belanda untuk menjadi simbol wanita Indonesia, maka maksimal yang dipikirkan adalah kebaya.
  • Beda jika misalnya Cut Nyak Dien yang dijadikan simbol wanita Indonesia, maka wanita Indonesia adalah mujahidah melawan kolonial.
  • Framing kolonial dalam sejarah Indonesia membuat jiwa kita kerdil.
  • Kalau berani keluar dari frame kolonial, tahun ini terakhirlah cerita Kartini, tahun depan kita peringati hari Cut Nyak Dien aja.
  • Dan buku pelajaran sejarah sekolah harus berani menuliskan sejarah masuknya Kristen di Indonesia. Jangan ikut framing kolonial.
  • Mayoritas Sejarawan kita mentalnya inlander, gak mau keluar dari framing kolonial.
  • Karena framing kolonial ini maka kita jadi kelangkaan model. Kita jadi tidak tahu bahwa syariat Islam sudah pernah berlaku di Nusantara.
  • Jadi sejarah itu penting, tentang jati diri, tentang menentukan model, dari mana asalnya, dst.
  • Kenapa sejarah peran umat Islam terhadap kebangkitan Eropa lepas dari kungkungan Gereja disembunyikan oleh sejarah? Ini tentang jati diri.
  • Karena umat Islam tidak mengerti peran pentingnya dalam sejarah dunia dan terutama sejarah Indonesia karena sejarahnya disembunyikan, kita jadi kerdil.
  • Karena jika umat Islam tahu sejarahnya maka menjadi besar jiwanya. Ia tahu peran kapasitas kesejarahan yang pernah dibuat.
  • Karena sejarah ditutupi oleh Sejarawan inlander, maka jadilah umat Islam minder, seolah2 Islam tidak punya peran, padahal sebaliknya.
  • Penting untuk bangun. Tinggalkanlah jiwa inlander.
  • Karena sosok Kartini yang disodorkan oleh Belanda untuk jadi model wanita Indonesia, maka jadilah esensinya sekedar kebaya dan curhat.
  • Mengapa tak ada #HariRasunaSaid atau #HariCutNyakDien ? Mengapa hanya #HariKartini ?
  • Jika ada #HariRasunaSaid maka anak2 perempuan tak perlu mengumbar aurat hanya untuk disebut modern.

  • Jika kita paham bagaimana sesungguhnya sejarah keunggulan Islam ini, maka gak akan ada itu jiwa2 inlander dalam diri kita.
  • Jadi belajarlah tentang sejarah. Tapi lepaskan dulu mental inlandernya.
  • Merdeka dimulai dari keberanian memerdekakan pikiran. Mulai dari berani berpikir, barulah Indonesia bisa bangkit.
  • Selama pikiran bersedia terus2an fanatik dan sukarela dijajah informasi media kolonial, selama itu pula kita akan terus terbelakang.
  • Ya itulah. Bahkan untuk sekedar simbol saja kita harus menerima yang disodorkan oleh Protestan Belanda kepada negeri ini. Sulit untuk mandiri. #Kartini
  • Sehinggaa kita sulit untuk benar2 lepas dari penjajahan. Politik kita masih dijajah, ekonomi kita masih dijajah, terutama pikiran kita pun telah dijajah.
  • Informasi tidak berimbang jika soal Islam, mayoritasnya fitnah. Pengeboman WTC, bom Irak, bom Boston, penembakan Charlie Hebdo di Paris, framingnya Islam yang salah.
  • Namun ketika #ChapelHillShooting di North Carolina (USA) dan korbannya muslim, tapi pelakunya dipisahkan dari keyakinannya.
  • Atau ketika Anders Breivik membunuh 69 orang, kelakuannya dipisahkan dari keyakinannya. Padahal jelas motifnya Islamophobia oleh Kristen.
  • Demikian juga dgn penjajahan Portugis, tindakan penjajahannya dilepaskan dari motif keyakinannya. Padahal jelas sekali Paus yang memerintahkan penjajahan.
  • Demikian juga dgn penjajahan Belanda, kejahatannya dilepaskan dari keyakinannya. Padahal tindakannya itu atas restu Gereja negara.
  • Beda jika pelakunya muslim, maka ditarik2 lah supaya terkesan ajaran Islam lah alasan mereka melakukan kesalahan.
  • Padahal apa yang diberitakan sbg muslim pelakunya ternyata mereka sendiri yang melakukannya: pengeboman WTC, bom irak, bom Boston, penembakan Charlie Hebdo di Paris, terbentukanya komplotan ISIS dll.
  • Bukan sekedar distorsi informasi, tapi juga penjungkir-balikkan fakta. Sehingga korban jadi pelaku, dan pelaku jadi korban.
  • Kebayang gak, gimana cara kita bisa selamat di era distorsi informasi, di era hiper realita, di era penjungkir-balikkan fakta ?
  • Jika tidak terbiasa berpikir, maka sudah pasti otomatis jadi korban penyesatan opini. Ngeri kan ?
  • Kalau tidak terbiasa berpikir, udah pasti masuk tuh barang. Apapun info yang lewat diterima dgn sukarela sbg kebenaran.
  • Selama mayoritas kita adalah robot2 yang dikendalikan media, manusia2 yang tak pernah menyaring info yang dijejalkan, maka sulit negeri ini maju.
  • Gak ada cara lain bro sist. Logika harus menyala, berpikir harus menjadi kebiasaan kolektif. Karena jika tidak, maka sulit dirimu untuk selamat.
  • Berpikir tidak bisa hanya menjadi kebiasaan seglintir orang, Indonesia butuh lebih banyak lagi, butuh lebih banyak pejuang dan pahlawan.
  • Gak peduli Anda profesor dari Jepang, doktor dari Amerika Serikat, guru besar dari Belanda, terserah, gak peduli. Karena jika logika tidak menyala, Abu Jahal juga jadinya.
  • Karena cerdas bukan soal Anda kuliah dimana, tapi soal kerangka logika yang benar.
  • Yup, gak penting juga UGM atau bukan, yang UGM bahkan juga banyak yang logikanya melintir. Di grup KAGAMA banyak saya temukan.
  • Demonisasi Islam, orang2 sepilis pada girang dan berkata "Islam gak perlu dibela", sedangkan membahas fakta Kristen dan penjajahan Indonesia dianggap menebar kebencian.
  • Orang menyerang Islam, terus sepilis bilangnya "Allah gak perlu dibela". Gilirang sekedar menjelaskan fakta "menuhankan Yesus itu salah" sepilis bilang "jangan menebar kebencian".
  • Tiap hari menjelekkan Islam, ngakunya "otokritik". 
  • Sekedar menjelaskan sejarah masuknya Kristen ke Indonesia, dibilang menebar kebencian.
  • Logika kaum sepilis itu amburadul. Seenak dollarnya aja.
  • Definisi menebar kebenciannya seenak dollarnya aja.
  • Lucunya orang2 sepilis itu. Semoga tetap begitu sampai kelak menutup mata.

Sekali lagi saya rekomendasikan salah satu buku bagus nih "Strategi misi Kristen memisahkan Islam dan Jawa". Ekskavasi candi dilakukan Raffles untuk mendukung teori bahwa Islam tidak berpengaruh kuat, tapi Hindu - Buddha.

Mengapa Islam Selalu Dikondisikan Sebagai Agama Yang Penuh Kekerasan ? Apa Yang Dimaksud "Sesuai Agama" Antara Islam & Kristen ?

  • Bilang Islam itu teroris dianggap biasa aja, sedangkan menjelaskan fakta berdarah Kristen sejak mendapat kekuasaan era Konstantin, dianggap menebar kebencian.
  • Eropa memasuki kegelapannya saat Konstantin menjadikan Kristen sbg agama resmi negara. Rakyat Eropa terus dan terus berdarah2 dalam intimidasi Gereja.
  • Sejarah berdarah berikutnya pertentangan Katolik - Protestan, setelah itu lanjut imperialisme, terus lanjut perang dunia.
  • Terus lanjut lagi perang atas nama terorisme. | Jeda sejarah berdarahnya ada dimana ?
  • Faktanya begitu, tapi kemudian Islam yang dijadikan "demon"nya. Padahal tentara mana yang dikirim untuk Islamisasi Indonesia ?
  • Islam yang selalu jadi objek demonisasi. Islam disuruh merasa bersalah atas dosa berdarah2 yang dibuat orang lain.
  • Dimana jeda sejarah berdarahnya ? Kapan pernah damainya ?
  • Mengungkap fakta sejarah ini pasti dibilang menebar kebencian. Sedangkan kalau bilang Islam itu teroris, dibiarkan saja.
  • Itulah kenapa tidak ada cerita masuknya Kristen di Indonesia di buku pelajaran sejarah kita, karena akan dianggap menebar kebencian.
  • Sehingga kita harus bilang bahwa Kristen masuk ke Indonesia dgn damai, dengan pencerahan & santun. | Barulah gak akan dibilang menebar kebencian.
  • Ini lucu. Tidak siap menerima fakta. Gak punya sikap ilmiah.
  • Seketika Konstantin menjadikan Kristen agama resmi, maka kelompok yang tidak sepaham dgn agama merger antara Kristen dan Pagan Romawi, akan dikejar2.
  • Darah itu tumpah sejak detik pertama kekuasaan diraih.
  • Ini fakta sejarah. Tidak perlu galau menerimanya.
  • Setiap hari mempersepsikan Islam sbg pelaku terorisme, seneng2 aja. Sedikit kita ungkapkan fakta sejarah yang sebenarnya, pada misuh2. :D
  • Ini seperti orang Eropa mengkritik Yahudi langsung diserang sebagai anti semit, bahkan ditangkap. Ketakutan membaca fakta sejarah.
  • Gak usah ditutup-tutupi sejarah berdarah2nya, namanya juga sejarah. Kesalahan masa lalu yang belum berhenti hingga kini harusnya jadi pelajaran.
  • "Jika orang Kristen membunuh jangan dibilang agama Kristen haus darah dong". | Duh bro, biasanya lu seneng forward berita "guru ngaji memperkosa". 
  • Sekarang baru bilang "pisahkan orang dan agama", kemarin bilang Islam itu teroris, pesantren radikal, guru gaji cabul. | Dunia oh dunia.
  • Jika korbannya muslim, bilangnya "pelakunya sakit jiwa". Tapi kalau pelakunya muslim, langsung disebut "Islam radikal" "wahabi" "ISIS" dst.
  • Jangan galau dengan sejarah datangnya Kristen ke Indonesia, nikmati sbg fakta sejarah. Saya aja gak masalah dgn fakta datangnya Islam ke Indonesia.
  • Kalau penjajahnya Kristen, argumennya "pisahkan agama dan penganutnya". Ketika muslim salah, beritanya "guru ngaji cabul".
  • Ayolah, melek lah negeriku. Ada penyesatan opini. Pembungkaman sejarah.
  • Kalau mengkritik Yahudi, langsung disebut anti semit. Kalau mengkritik Kristen disebut menebar kebencian. Kalau memfitnah Islam ? Freedom of speech. :D
  • Ayolah, melek negeriku. Masa kalian mau terus2an dininabobokan oleh informasi dgn framing kolonial ?
  • Kritik Yahudi ? Anti semit. | Kritik Kristen ? Menebar kebencian. | Memfitnah Islam ? Freedom of speech. | Dunia oh dunia.
  • Kritik Yahudi ? Anti semit. | Kritik Kristen ? Menebar kebencian. | Memfitnah Islam ? Freedom of speech. | Masa gak bisa membaca kegamblangan ini ?
  • Hidup di era dimana melakukan komparasi itu mudah, tapi gak bisa membaca kegamblangan ini. #TanyaKenapa
  • Kita ini seperti mengajari anak kecil naik sepeda. Musti sabar. Banyak yang belum terbiasa dgn kebiasaan baru: beda pendapat, pelurusan sejarah dll.
  • "Dikenal sbg pemuda yang aktif di Pesantren, si Santoso membunuh Deudeuh (PSK) yang disewanya". | Kalau nulis berita gini disebut "kebebasan pers".
  • Kalau nulis "Paus memerintahkan armada Portugis dan Spanyol menjajah dunia dan menyebarkan Katolik". | Apa sebutannya ? Menebar kebencian. :p
  • Apakah restu Paus kepada Spanyol dan Portugis untuk menjalankan imperialisme merupakan kesalahan personal atau agama ?
  • Apakah guru ngaji yang memperkosa itu kesalahan personal atau kesalahan Islam ?
  • Apa yang dimaksud "sesuai agama" antara Islam dan Kristen ? Apa yang menjadi sumber rujukan amal bagi pemeluk Islam dan Kristen ?
  • Ada yang berargumen "apa yang dikerjakan Paus itu tidak ada dalam Alkitab" | Anggaplah tidak ada, meskipun saya bisa menunjukkan ayat2nya.
  • Jika argumennya adalah "tidak ada ayat Alkitab yang menjadi sumber hukum Paus", maka banyak sekali yang dikerjakan oleh umat Kristen yang tidak ada di Alkitab.
  • Yang paling sederhana, "penuhanan Yesus" ini tidak ada dalam Alkitab.
  • Darimana lahir penuhanan Yesus ? Dari konsensus otoritas Gereja. Persis sama dgn otoritas Paus yang merestui imperialisme Portugis.
  • Posisi Alkitab bagi umat Kristen berbeda dgn posisi Al-Qur'an dan Sunnah bagi umat Islam.
  • Konsensus otoritas Gereja punya posisi lebih tinggi sbg landasan amal ketimbang Alkitab.
  • Sehingga keputusan Gereja adalah kebenaran itu sendiri bagi umat Kristen.
  • Ini berbeda dgn posisi Al-Qur'an dan Sunnah bagi umat Islam, meskipun Kyai tapi jika bertentangan dgn Al-Qur'an dan Sunnah, maka tertolak.
  • Sehingga apakah titah Paus itu kesalahan personal atau kesalahan agama ? Dan apakah guru ngaji cabul kesalahan personal atau kesalahan agama ? Dapat poinnya ? :)
  • Jadi jika otoritas Gereja membuat keputusan, maka itulah agama itu sendiri. Berbeda jika seorang Kyai bicara, belum tentu Islam itu sendiri.
  • Penuhanan Yesus, ritual di Gereja, hari raya Natal, penghalalan babi, pelarangan poligami, ini disebut agama, meski tidak ada di dalam Alkitab.
  • Tak perlu sesuatu ada di Alkitab untuk bisa dijadikan sebagai bagian dari agama, yang penting adalah persetujuan otoritas Gereja.
  • Jadi, apakah restu Paus untuk melakukan imperialisme adalah bagian dari agama ? Yup. Dan gak penting apakah hal tsb ada di Alkitab atau tidak.
  • Apakah guru ngaji yang cabul adalah kesalahab personal atau agama ? Mudah menentukannya, apakah ada ayat Al-Qur'an atau Sunnah yang dilanggar ?
  • Agama dalam Islam harus berdalil Al-Qur'an dan Sunnah. Berbeda dgn Kristen, tidak perlu ada landasan dalil dalam Alkitab.
  • Apakah perang sesuai Islam ? Tergantung, perang karena apa ? Perang dgn siapa ? Bagaimana tindakan dalam perang ?
  • Apakah membunuh adalah perintah Islam ? Tergantung, siapa yang dibunuh ? Siapa yang membunuh ? Bagaimana membunuhnya ?
  • Dan yang paling penting semua ini sesuai dgn Al-Qur'an dan Sunnah gak ? Jika sesuai, maka itulah Islam. Jika tidak sesuai, maka itu aksi personal.
  • Bisa atau tidak kita sebut menuhankan Yesus adalah ajaran agama Kristen meski tidak ada dalilnya adalam Alkitab ?
  • Bisakah atau tidak kita sebut imperialisme Portugis dan Spanyol sebagai ajaran agama Kristen meski andaikan tidak ada dalam Alkitab ?
  • Bisa atau tidak kita sebut guru gaji cabul itu ajaran agama Islam ketika itu dilarang oleh Al-Qur'an dan Sunnah ?
  • Disini bedanya sumber ajaran Islam dan sumber ajaran Kristen. Ini juga yang memicu Sekularisme di Barat, karena ajaran Kristen ditentukan oleh sejarah.
  • Sehingga argumen saya "tunjukkan ayat Alkitab yang memerintahkan untuk menuhankan Yesus" sebenarnya tidak tepat, karena Alkitab bukan landasan amal umat Kristen.
  • Argumen saya "tunjukkan ayat Alkitab yang melarang poligami" ini juga tidak tepat, karena walaupun tidak ada larangan dalam Alkitab, otoritas Gereja bisa melarang.
  • Argumen saya "tunjukkan ayat Alkitab yang menghalalkan makan babi", ini juga tidak tepat. Meski Alkitab melarang, tapi otoritas Gereja membolehkan.
  • Argumen saya "tunjukkan apakah ada kata Gereja dalam Alkitab", ini juga tidak tepat. Karena pergi ke Gereja bagi Kristen tidak perlu ada perintah dalam Alkitabnya.
  • Argumen saya "tunjukkan ayat dimana Yesus bilang dia Tuhan dan menyuruh menyembahnya" ini juga tidak tepat. Karena cukup dari hasil konsensus Gereja untuk menuhankan Yesus.
  • Alkitab bukan sumber utama amal bagi umat Kristen, sumber utama mereka adalah otoritas Gereja dan pemuka agama.
  • Sehingga pemuka agama adalah agama itu sendiri. Ketika pemuka agama misalnya melakukan sodomi, sulit menentukan ini personal atau bukan.
  • Berbeda dgn Islam, pemuka agama bukanlah agama itu sendiri. Sehingga kita bisa bilang segelintir Kyai2 yang tersepilis tidak sesuai ajaran Islam.
  • Karena pemuka agama adalah agama itu sendiri, maka perintah Paus kepada Portugis untuk menjajah dunia, termasuk Nusantara adalah agama itu sendiri.
  • Ketika Gereja memutuskan bahwa "semua agama benar", maka jadilah ini kebenaran baru. Kebenaran jadi tunduk pada sejarah.
  • Apakah restu Gereja Belanda pada VOC menjadikan VOC sesuai agama atau tidak ? Kesalahan personal VOC atau kesalahan agama ?
  • Khilafah2 Islam juga ada yang mewah2an, ada yang menindas rakyat, itu bisa kita nilai, personal atau kesalahan Islam ? | Timbangannya jelas: Al-Qur'an dan Sunnah, sehingga kita bisa menilai.
  • Sumber penentuan kebenarannya bukan si khalifah itu sendiri. Karena sumber ajaran Islam bukanlah si khalifah. Beda dgn ajaran Kristen.
  • Pernah ada kezhaliman muslim di India, ada kezhaliman dalam "Taj Mahal", ini personal atau kesalahan agama ? | Al-Qur'an dan Sunnah jadi timbangannya, sehingga kita bisa menilai.
  • "Tunjukkan ayat Alkitab yang menyuruh untuk beribadah ke Gereja", yup sebenarnya argumen saya ini gak tepat, sangat dipengaruhi pandangan Islam. Karena Kristen tidak perlu ayat Alkitab.
  • "Tunjukkan ayat Al-Qur'an atau Hadits yang memerintahkan untuk shalat ke Masjid", argumen ini tepat untuk Islam. Karena ibadah dalam Islam harus berdalil.
  • "Tunjukkan perintah Kyai yang menyuruh puasa", statement ini gak tepat untuk Islam. Karena Kyai bukan sumber ajaran Islam.
  • Begitulah perbedaan antara posisi Al-Qur'an, Sunnah, dan pemuka agama dalam Islam dengan posisi Alkitab dan pemuka agama dalam Kristen.
  • Sehingga statement "tunjukkan ayat Alkitab yang memerintahkan untuk menuhankan Yesus" terasa tidak fair, memposisikan Alkitab seperti Al-Qur'an bagi umat Islam.
  • Karena umat Kristen tidak butuh ada dalil dalam Alkitab, berbeda dgn umat Islam yang seluruh ibadahnya butuh dalil.
  • Konsekuensi dari perbedaan posisi Al-Kitab dan Al-Qur'an pada umat Kristen dan Islam adalah perbedaan yang terjadi di internal agama masing2.
  • Berapa jumlah variasi perbedaan atau sekte dalam Kristen ? Ya sejumlah pendapat pemuka agamanya.
  • Berapa jumlah variasi atau mazhab dalam internal umat Islam ? Ya sejumlah variasi dalil yang ada.
  • Perbedaan sekte dalam Kristen karena langkanya dalil. Sedangkan perbedaan dalam Islam karena sejumlah dalil yang ada.
  • Statement saya "tunjukkan ayat Alkitab yang menyuruh Anda ke Gereja" ini memang tidak fair, ini merupakan sudut pandang Islam terhadap Al-Qur'an.
  • Memang tidak fair, tapi dgn statement2 itulah saya mengkomparasikan antara Islam dan Kristen dari sudut pengambilan dasar hukumnya. Silahkan pilih.
  • Sehingga jika Anda sudah tahu perbedaan mendasar antara Islam dan Kristen, maka jadi enak untuk memilihnya.
  • Tidak perlu emosi dengan komparasi seperti ini, beginilah komparasi agama yang jernih.
  • Saya sudah memberikan komparasi, saya mengajak Anda pada Islam setiap hari, saya luangkan waktu untuk mencerahkan Anda, tapi jika Anda menolak itu hak Anda. 
  • Diterima, Anda yang untung. Ditolak, Anda pula yang rugi.
  • Beginilah tugas da'i, hanya sebagai penyampai & pencerah saja, hanya sebagai jalan hidayah bagi orang lain, tak lebih.
  • Tidak ada paksaan untuk masuk Islam.

Menengok Sejarah Kekerasan Dalam "Pemaksaan Agama" Antara Islam Dan Kristen

  • Orang menyangka bahwa Kristen lebih dulu masuk ke Indonesia timur, termasuk Irian Jaya. Ternyata tidak seperti itu, Kristen baru masuk ketika penjajah masuk.
  • Maluku tadinya Islam, ketika penjajah Portugis datang kemudian Maluku jadi Katolik, ketika penjajah VOC datang Maluku jadi Protestan.
  • Ini contoh bagaimana buku sejarah tidak menuliskan sejarah masuknya Kristen ke Indonesia.








  • Masuk dan berkembangnya Hindu - Buddha dan Islam ke Indonesia dijelaskan dalam buku tsb. Sedangkan Kristen tidak dibahas.
  • Ini sekedar mengungkapkan fakta bahwa ada sejarah yang ditutupi soal proses masuknya ke Indonesia.
  • Harusnya dijelaskan bagaimana Portugis melakukan pemaksaan agama Katolik pada pribumi yang notabene Muslim.
  • Harusnya juga dijelaskan bagaimana proses VOC yang kemudian dilanjutkan kerajaan Protestan Belanda melakukan Kristenisasi.
  • Penjelasan ini penting agar kita semua tahu asal-usulnya.
  • Sehingga jangan ada persepsi bahwa ulama yang da'wah Islamisasi di Irian Jaya sedang mengganggu warga Kristen.
  • Karena ulama ini justru sedang melakukan pengembalian kembali Irian menjadi Muslim.
  • Jika sejarah ditulis jujur, maka kita mengerti bahwa pemaksaan agama bukanlah dilakukan Muslim, tapi dilakukan oleh Portugis dan Belanda.
  • Disebar persepsi bahwa Islam mengajarkan pemaksaan agama. Jika kita belajar tentang masuknya agama2 ke Indonesia, kita akan tahu bahwa Islam tidak pernah melakukan pemaksaan agama.
  • Kalau sejarah ditulis jernih, maka kita akan tahu bahwa Katolik dan Protestan lah yang melakukan pemaksaan agama terhadap pribumi yang notabene Muslim.
  • Islam disuruh mengakui kejahatan pemaksaan agama yang justru dilakukan pihak lain: Katolik Portugis dan Protestan Belanda.
  • Islam disuruh menanggung dosa sejarahnya orang lain. Dosa yang tak dilakukannya.
  • Propaganda ini memakan korban, banyak Muslim yang jadi tidak percaya diri, merasa Islam punya dosa sejarah tsb. Ini pentingnya sejarah.
  • Sejarah ditulis dgn motif. Jika ditulis oleh kolonial maka motif kolonialisasi menjadi alasan penulisan sejarah versinya.
  • Kemudian dicari2lah, diulik2lah, dituliskan sejarah seolah2 terjadi pemaksaan agama oleh Muslim. Dikaranglah "Demak", "Minangkabau" dst.
  • Sejarah Kristen lah yang terus berdarah2 sejak mendapatkan kekuasaan di era Konstantin hingga hari ini harus diungkap saja, jangan kita sembunyikan.
  • Yesus "dibunuh" oleh Yahudi, pasca Yesus disalib, pengikut Yesus terus diburu & diintimidasi. Setelah Kristen dapat kekuasaan, giliran Yahudi diburu.
  • Ketika Islam hadir, selain Yahudi, Islam juga jadi objek serangan dari Romawi yang notabene Kristen tsb.
  • Jadi Kristen memburu pemeluk Islam dan Yahudi. Hal ini berubah ketika muncul Zionisme. Kristen bergabung dgn Yahudi memburu Muslim. Sampai sekarang.
  • Pertanyaannya, kapan sejarah berdarah Kristen berhenti ?
  • Satu2nya masa dimana Kristen tidak melakukan "perburuan" adalah saat Kristen jadi korbannya. Yaitu sebelum era Konstantin.
  • Lantas apa yang dimaksud dgn penaklukan oleh Islam ? Apakah sama dgn kolonialisasi yang dilakukan oleh Kristen ?
  • Islamisasi dunia oleh Islam ya seperti Islamisasi nusantara, semua damai. Ketika sedang damai, Romawi dan Persia gak suka, kemudian  ngajak perang, dan jadilah perang.
  • Islam itu agama damai, penyebarannya juga damai seperti Islamisasi Nusantara. Tapi ketika da'wah, Islam dihalangi, baru terjadi perang.
  • Interaksi pertama dgn Romawi dan Persia adalah ketika Rasulullah mengirim surat da'wah kepada raja2 saat jeda hudaibiyyah.
  • Respon terhadap ajakan Rasulullah kepada Raja2 ini untuk masuk Islam adalah perang. Raja Persia merobek surat Rasulullah dan mengusir utusan.
  • Perang Mu'tah adalah perang pertama Romawi dgn kaum muslimin. 3 ribu pasukan muslim melawan 200 ribu pasukan Romawi.
  • Ketika Romawi dan Persia mengirim pasukannya untuk menghentikan da'wah Islam, apa yang harus dilakukan kaum muslim ? Harus diam ? Harus menghentikan da'wah ?
  • Sejak pertempuran Mu'tah ini, terjadilah pertempuran2 kaum muslimin di tempat2 daerah jajahan Romawi. Islam disebarkan dgn pedang ?
  • Apakah peperangan tsb untuk memaksakan Islam di suatu daerah ? Bukan, tapi untuk menghentikan kezhaliman Romawi.
  • Baik2 diajak masuk Islam oleh Rasulullah, responnya kok mengirim pasukan. Ini lah sebab terjadinya perang.
  • Perang dalam Islam bukan untuk pemaksaan agama, juga bukan untuk menjajah, juga bukan untuk genocide, juga bukan untuk merampok kekayaan.
  • Sehingga berbeda karakter penaklukan oleh Islam dgn penaklukan oleh pasukan Kristen.
  • Ini yang terjadi saat Islam membebaskan Yerusalem.

  • Ini perbedaan karakter ketika Islam membebaskan dan ketika Kristen menaklukan. Didasari perbedaan motif.

  • Ketika di zaman Khalifah Umar ra, Abu Ubaidah mengembalikan jizyah kepada penduduk Kristen di Syam karena merasa tidak mampu melindungi mereka.
  • Romawi mengerahkan tentara besar2an ke Syam. Ketika pasukan Abu Ubaidah merasa tidak bisa lagi melindungi penduduk Kristen Syam, jizyah dikembalikan.
  • Penduduk Kristen Syam malah mendoakan pasukan Islam agar menang melawan Romawi, karena mereka lebih nyaman dipimpin oleh Islam daripada dijajah oleh Romawi.
  • Sehingga istilahnya bukan kolonialisasi atau penaklukan, tapi pembebasan Islam. Karena proyeknya membebaskan negeri2 dari kezhaliman penjajahan.
  • Saat Kristen menaklukan Yerusalem, setelah itu penduduk Muslim dan Yahudi. Beda dgn ketika Islam membebaskan Konstantinopel.
  • Perbedaan motif ini pula yang membedakan Islamisasi dan Kristenisasi di Nusantara.

  • Tahun 1492, Katolik Spanyol membunuh dan mengusir Yahudi. Dan Khilafah Islam menerima Yahudi yang terusir ini dan kemudian melindunginya.
  • Sebelum Zionis hadir, Islam menjadi pelindung Yahudi. Zionis membuat Yahudi jadi kurang ajar, membunuh yang melindunginya.
  • Perbedaan karakter penyebaran Islam dan penyebaran Kristen karena ada perbedaan doktrin.




  • Karena prinsip da'wah Islam bukan memaksa, sebab iman gak bisa dipaksa2, dan kewajiban kita cuma menyampaikan, kalau gak mau ya tanggung sendiri.
  • Semangat genocide juga menjadi semangat yang diajarkan Alkitab.


  • Coba bandingkan korelasi Alkitab dan sejarah kristen. "Bunuh semua yang bernafas".








  • Sejarah itu terus berlanjut, sejarah berdarah ini sekarang dilanjutkan oleh AS. Pemaksaan agama mengiringi invasi AS.

  • Karena sejak Kristen meraih kekuasaan di era Konstantin hingga di era invasi AS sekarang, memang sejarah berdarah ini belum pernah berhenti.
  • Sejarah Kristen tidak pernah beristirahat dari membantai sejak memegang kekuasaan era Konstantin.
  • Menceritakan fakta sejarah berdarah Kristen sejak era konstantin hingga invasi AS hari ini adalah menebar kebencian ?
  • Yang melakukan invasi adalah Israel dan AS, yang dipropagandakan sebagai teroris adalah umat Islam: Hamas, Taliban dst. Propaganda ala film Rambo.
  • Beginilah kekhilafahan Islam. Kenapa alergi ?

  • Andai sejarah bersikap jernih.







  • Apakah Islam bertentangan dgn Pancasila ? Tentu saja tidak, justru nilai2 Pancasila bertentangan dgn nilai2 sekuler, itulah kenapa JIL anti Pancasila.
  • Sejarah ditutupi, Islam didemonisasi dan fakta2 disembunyikan.







  • Ketuhanan Yang Maha Esa melandasi seluruh nilai2 Pancasila yang lain, semua aturan tunduk pada aturan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Kenapa Ketuhanan Yang Mahas Esa ditempatkan pada sila pertama ? Karena ia melandasi seluruh sila yang lain.
  • Kemanusiaan harus sesuai kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Persatuan juga dilandasi keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Kerakyatan dan Keadilan juga diciptakan dgn aturan2 yang dikehendaki Tuhan Yang Maha Esa.
  • Sila2 Pancasila lainnya didasari oleh sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa: Allah, tiada Tuhan selain Dia.
  • Gak perlu mempertentangkan Islam dan Pancasila, karena yang bertentangan adalah Pancasila dan Sekularisme.
  • Penegakkan Syariah juga berarti perlindungan atas pemeluk agama lain. Perlindungan atas Kebhinekaan Tunggal Ika.

  • Sejarah sudah membuktikan, jika Islam dikerjakan dgn benar maka yang terjadi adalah keamanan dan perlindungan.

  • Jika Islam ditegakkan, maka harmoni itu akan terjadi.

  • Apakah dgn sistem sekuler yang anti pancasila seperti sekarang, Indonesia meraih kemajuan ? Apakah kriminalitas makin turun ?
  • Mari berjiwa Pancasila, ber-Tuhan Yang Maha Esa.
  • Khilafah Islam menjadi pelindung mereka yang terzhalimi, apapun agamanya. Begitulah Islam.
  • Islam adalah anti rasialisme.

  • Islam adalah toleransi beragama.

  • Islam adalah inspirasi dunia.

  • Islam adalah pemuliaan perempuan.

  • Islam adalah pengubah wajah dunia. Dari mistik dan takhayulnya Romawi dan Persia menjadi dunia dengan logika menyala.

  • Islam adalah kemanusiaan, Islam adalah persatuan, bahkan tak sekedar persatuan Indonesia, tapi persatuan dunia. Islam adalah syuro dan keadilan.
  • Konsolidasi pergerakan perjuangan kemerdekaan pertama disatukan oleh spirit Islam: Sarikat Dagang Islam -> Sarikat Islam | Bukan Budi Utomo.
  • Islam menjadi spirit pertama penyatuan perlawanan menghadapi penjajah, Sarikat Islam. Bukan Budi Utomo yang ningrat dan Jawa sentris.
  • Islam akan menghabisi pemeluk agama lain ? Haduh, haduh, haduh jangan sejarah agama lain dipersepsikan Islam yang melakukannya. Jangan berimajinasi.
  • Jangan salahkan Islam atas dosanya orang lain dalam pemaksaan agama.
  • Jangan memandang Islam dgn jati dirinya orang lain.
  • Jangan trauma pada Islam dgn sejarahnya orang lain. Kita harus bangga dan PD dgn Islam. Karena kesempurnaan telah kita genggam.

Kemalasan Berpikir Bangsa Kita Yang Menjadikan Kehilangan Logika & Nalar

  • Berat jika fanatik dan ideologi kebencian dijadikan landasan diri. Sulit menerima ajakan kebaikan, kedamaian, dan berdiri untuk kebenaran.
  • Berpikir, berpikir, berpikir. Membaca, membaca, membaca. Ini yang langka.
  • Berpikir adalah akvitas yang paling banyak menyita energi dalam tubuh, sekitar 20% total kalori, tapi ya tetap harus dilakukan.
  • Ada orang menolak Islam karena pikirnya negara pemerkosaan terbanyak adalah negara Arab.
  • Ketika tahu faktanya 4 dari 5 negara pemerkosaan tebanyak di dunia adalah negara mayoritas Kristen, apa jadi pindah agama ? Nggak.
  • Ada yang menolak Islam karena Al-Qur'an membolehkan poligami.
  • Eh pas tahu ternyata menikahi 1000 perempuan sekaligus tanpa ada yang dicerai tidak melanggar satu pun ayat Alkitab, dan apa jadi menolak Kristen ? Nggak.
  • Sehingga jelas, kasus pemerkosaan bukan jadi standar milih agama. Tidak ada alasan lain: mengikuti nenek moyang saja. Fanatik.
  • Sehingga jelas poligami bukan parameter memilih agama karena toh Alkitab membolehkan. Jadi sebab memilih agamanya pasti sekedar mengikuti nenek moyang.
  • Menolak Islam karena kasus terorisme. Pas tahu ternyata kasus teror terbanyak pelakunya justru orang Barat, tapi tetap saja menolak Islam.
  • Sehingga terorisme juga sebenarnya bukan parameternya memilih agama. 
  • Saya gak habis pikir bagaimana ada banyak orang bisa kemana2 membawa kepala yang penuh dengan kerumitan logika.
  • Padahal, manusia sudah diberi akal oleh Allah. Dimana akal ini didesain untuk menolak kontradiksi.
  • Kalau bukan kasus pemerkosaan, kalau bukan poligami, lantas apa parameter menolak Islam ? Karena fanatik ikut agama nenek moyang. #Okesiph
  • Berpikir itu berat, aktivitas yang paling banyak menyita energi.
  • Karena itulah tidak diperlukan lahir dari keluarga muslim untuk seseorang bisa ber-Islam, karena setiap manusia diberi akal.
  • Akal yang sudah didesain Allah untuk bisa mengenali jejak2 kekuasaan-Nya.
  • Bagaimana seseorang bisa nyaman membawa kepala yang penuh kerumitan logika dan kontradiksi ? Kalau saya sih gak nyaman banget.
  • Itulah kenapa Allah memerintahkan “iqra” (membaca). Itulah kenapa Allah memerintahkan manusia berpikir.
  • Beres dah kalau orang mau berpikir. Karena semua bermula dari berpikir.
  • Berpikir menciptakan pengetahuan, pengetahuan menciptakan reaksi dalam hati, tergeraknya hati membuahkan amal.
  • Pekerjaan terberat adalah pekerjaan mengajak Indonesia berpikir.
  • Pekerjaan terberat untuk membangkitkan Indonesia bukan memajukan sains, bukan memajukan ekonomi, tapi menjadikan berpikir menjadikan kebiasaan kolektif.
  • Karena jika orang bersedia berpikir, maka pilihan agama jadi benar, pilihan politik jadi benar, pilihan istri jadi benar, pilihan ekonomi jadi benar dst.
  • Akal punya 2 pisau: prinsip sebab akibat dan anti kontradiksi.
  • Dengan akal ini, amanah menjadi pemakmur bumi diberikan kepada manusia.
  • Dampak penjajahan begitu berat pada negeri ini. Kerusakan pola pikir, kerusakan jiwa membuat kebangkitan terasa jauh.
  • Kalau mau berpikir maka pilihan politik kita benar, pilihan kita soal presiden jadi benar, kehidupan negara jadi baik.
  • Bukan pergi ke bulan tugas terberat membenahi negeri ini, tapi pekerjaan mengajak berpikir, itulah yang terberat. Dan itulah da’wah itu sendiri.
  • Partai terkorup dipilih, partai terbersih dibully. Sakit bener kan jiwa dan pikirannya.
  • Bagaimana bisa kepala membawa kontradiksi kemana2 ? Apa gak pusing dan berat itu kepalamu ?
  • Masyarakat menarik posisi artis dalam strata sosial di Indonesia. Segalanya menjadi milik publik termasuk pernikahannya, prosesi melahirkanya, bahkan kematiannya.
  • Artis menjadi kelompok manusia dengan strata sosial paling tinggi di negeri ini. Perlombaan menjadi artis menjadi ajang yang tak pernah sepi.
  • Entah apa motifnya, jalan singkat menuju sukses ? Tapi apa itu sukses ? Terkenal ? Uang banyak ? Disorot kamera ?
  • Ada artis yang pernikahannya seolah2 setiap orang di negeri ini sedang menikah. Ada artis yang melahirkan, sehingga seolah2 seluruh negeri sedang melahirkan.
  • Bahkan untuk menjadi pemimpin, perlu jadi artis dulu, jago akting, terkenal, sehingga mudah terpilih.
  • Pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Rakyat menganggap bahwa aktor adalah manusia dengan strata tertinggi di negeri ini, maka jangan heran jika pemimpin yang dihasilkan pun kini juga seorang aktor.
  • Jangan mikir ke bulan dulu, terlalu jauh. Pondasinya rapuh, mulai dulu dari berpikir sebagai habit bangsa ini. Baru ngomongin pergi ke bulan.
  • Begitu pula dengan memandang kekafiran, Al-Qur'an menjelaskan amalan orang kafir itu sia2. Salahnya kekafiran jauh lebih besar dari kebaikan apapun.
  • Dalam Al-Qur'an disebutkan semua manusia itu rugi, kecuali beriman, beramal shalih dst. Dan cara tercepat untuk rugi sebagai manusia adalah dgn menjadi kafir.
  • Kita wajib memanfaatkan waktu sebaik2nya. Dan cara paling cepat membuat seluruh waktu jadi sia2 adalah dgn menjadi kafir.
  • Dengan posisi seperti itu, dengan sia2nya seluruh amal, maka saya berpikir cuma ada 2 alasan untuk memilih tetap melanjutkan hidup.
  1. Masih adanya peluang untuk mati dalam keadaan Islam.
  2. Atau jika tidak, dunia sebagai tempat satu2nya menikmati kesenangan, hiduplah selama mungkin di dunia ini. Jangan mati.
Jika sudah memastikan menutup peluang alasan 1 dan 2, menurut logikamu, apa opsi ketiganya ?
  • Sesederhana itu logikanya. Jadi jangan pernah menduga2 tentang Tuhan.
  • Hari2 ini banyak orang merasa jadi Tuhan, sehingga kafir dianggap muslim. Kenapa harus merasa jadi Tuhan ?
  • Janganlah memaksakan kehendak, jangan melarang muslim meyakini Al-Qur'an yang mengkafirkan kekafiran. Toleranlah sebab ini domain aqidah. :))
  • Toleranlah pada muslim yang meyakini Al-Qur'an bahwa yang menuhankn selain Allah adalah kafir. Jangan brutal, jangan suruh kami membuang & menolak Al-Qur'an. :))
  • Yang penting muslim berbuat baik, akhlaq baik, tidak memaksakan orang kafir untuk jadi muslim. Inilah toleransi.
  • Kan sepilis bilang kebenaran relatif, jadi mari benarkan muslim yang meyakini Al-Qur'an yang mengkafirkan kekafiran. Konsisten lah pada logika.
  • Tidak mengkafirkan kekafiran adalah bentuk kekafiran. Tidak mengkafirkan kekafiran alias membenarkan agama yang menuhankan selain Allah, maka itu adalah kekafiran.
  • Oleh karena itu hargailah keyakinan muslim, ia tidak punya pilihan lain selain mengkafirkan kekafiran. Muslim dilarang menganggap kekafiran sebagai bagian dari Islam.
  • Disiplin lah dalam berlogika, ini soal sederhana. Tak serumit kalkulus 2 atau kuliah "medan".
  • Mengkafirkan kekafiran bukan saja boleh, tapi keharusan. Bagaimana bisa orang mengatakan dirinya muslim tapi membenarkan kekafiran ?
  • Bagaimana bisa orang meyakini "tiada Tuhan selain Allah", tapi juga membenarkan agama lain yang menuhankan selain Allah. Ini gagal logika.
  • Sehingga mengkafirkan kekafiran adalah keharusan logika. Marilah logis. Mari disiplin dalam berlogika.
  • Islam mengkafirkan si kafir, tapi Islam juga memerintahkan berbuat baik kepada si kafir ini. Toleransi dalam ketegasan prinsip.
  • Islam bukanlah agama bingung. Jadi untuk bersikap toleran bukan dengan cara menganggap yang salah itu benar.
  • Yang memperkosa Al-Qur'an dgn bilang "semua agama benar " & "Allah menciptakan semua agama" justru dianggap toleran. Zaman bingung. Logika jungkir balik.
  • Semoga kita istiqomah mengkafirkan kekafiran. Karena jika tidak, maka kerugian yang tak terhingga justru menghampiri kita sendiri.
  • Dalam konteks "mengkafirkan non Muslim", yang kita maksud adalah meyakini non Muslim sebagai kafir. Tapi kita tetap harus berbuat baik pada pemeluknya. Kita gak boleh zhalim. Kita harus sayang.
  • Coba check deh status2 saya keseluruhan. Tak satu pun memanggil kafir dalam bentuk "orang kedua tunggal atau jamak".
  • Penjelasan kekafiran yang kita lakukan bukan dalam konteks sapaan. Tapi dalam konteks keyakinan bahwa apa yang diyakini non Muslim itu adalah penyebab kekafiran.
  • Setahu saya cuma surah Al Kafiruun yang menggunakan kata "kafir" sebagai sebutan orang kedua (sapaan langsung). | "Hai orang2 kafir,....."
  • Al-Qur'an sendiri sangat jarang menggunakan kata kafir sebagai sebutan orang kedua tunggal atau jamak. | Yang banyak adalah sebagai orang ketiga.
  • Kebosanan terhadap Islam yang saya alami dulu, saya pikir adalah karena kegagalan pengikatan makna dalam pengajaran.
  • Problem pengikatan makna ini bisa terjadi ketika berada di bangku sekolah. Sehingga sesuatu tsb hanya rumus2 yang dihafal.
  • "Mengikat makna" adalah hal yang hilang dalam pembelajaran. Ini yang saya alami dulu ketika berada di bangku sekolah.
  • Tidak diberi tahu tujuan belajar adalah salah satu hal yang membuat membuat proses belajar jadi membosankan.
  • Kenapa belajar IPA ? Kenapa belajar fisika ? Kenapa belajar biologi ? Dari mana awalnya ?
  • Kenapa belajar pengelompokkan makhluk hidup ? Kenapa ada taksonomi ? Kenapa pengelompokkan sekarang tidak hanya hewan dan tumbuhan ?
  • "Besaran dan satuan", "satuan baku", "satuan tidak baku", kebanyakan guru mengajarkan hafalan ketimbang esensinya. Padahal esensinya itu luar biasa. Tanpa besaran dan satuan, susah kita hidup.
  • Harusnya diajarin, coba kamu nanya ke temen: "berapa tinggimu ?" "Berapa lama waktu ke sekolah ?" dst. Itu semua soal besaran dan satuan.
  • Tinggi itu termasuk besaran panjang, dan jawabannya harus pakai satuan. Satuan bisa baku dan tidak baku.
  • Kalau temenmu menjawab, "tinggiku setinggi lemari, setinggi papan tulis, tinggiku 50 jengkal". Ini disebut satuan tidak baku.
  • Kalau kamu isi form, ditanya tinggimu, kamu jawab: "setinggi lemari" atau "setinggi papan tulis". Gak semua orang akan mengerti.
  • Sehingga perlu dibuat satuan yang dipahami oleh semua orang sedunia ini. Ada yang disebut meter, sentimeter, kaki, mil. Ini semua satuan baku.
  • Itulah pentingnya satuan yang gak dimengerti semua orang. Buku pelajaran menyebutnya "satuan baku". Kan enak kalau belajar begini.
  • Dan realitanya saat ini anak2 gak bisa belajar mengikat makna. Anak2 gak dapet esensinya. Pembelajaran "mengikat makna" itu sangat penting.
  • Saya sih gak mau kelak mengajari anak saya dengan sistem yang seperti itu. Dia harus dapet esensinya.
  • Materi pendidikan di negeri ini kacau dan turun temurun diajarkan ke anak didik. Misal: "tumbuhan putri malu" sebagai contoh "peka terhadap rangsang". Anak pun gak bisa mengikat makna apa yang dimaksud "peka terhadap rangsang".
  • Padahal tinggal kasih contoh, tiang listrik dipukul diam saja, temen kamu dicubit kesakitan dan marah. Ini bedanya makhluk hidup dan tidak.
  • Kegagalan mengajarkan esensi, perbedaan mendasar jika sesuatu itu tidak ada. Itulah yang membuat pendidikan tidak bermakna & membosankan.
  • Esensi2 pelajaran tidak saya dapat di bangku sekolah. Tapi saya masih tersisa tujuan: semua ini agar bisa mengerjakan soal2 Ujian Tulis masuk UGM.
  • Setelah itu, saya gak ngerasa ada tujuan, bagi saya waktu itu Islam gak menarik. Dalam pikiran saya Islam membosankan.
  • Enaknya belajar di PKS itu, model belajarnya pakai "peta konsep". Dimulai dari yang besar diturunkan secara detail. Jadi dapat pemaknaannya.
  • Ajari anak2 Anda dengan pertanyaan2 "mengapa", suruh anak2 Anda mengajukan pertanyaan tsb. Nanti anak2 pasti akan semangat ketika belajar.
  • Kalau udah bisa ngerjain soal Ujian Tulis UGM, lantas untuk apa ilmu ini ? Jadilah malas untuk tahu lebih lanjut. Itulah kegagalan ilmu menyampaikan makna.
  • Pembelajaran yang "asal hafal" menghasilkan generasi "pokoknya". Jadilah Indonesia seperti sekarang. Generasi malas berpikir.
  • Karena "pokoknya", maka akan gagal untuk mensintesa sesuatu. Sehingga pasti gagal untuk "make a product". Jadilah negeri ini pengimpor. Gampang dicekok'i.
  • Lebih jauh lagi, pendidikan tersekulerkan sehingga orang belajar (termasuk belajar agama) tidak membuat makin beriman. Ini produk sekularisme.
  • Sesuatu tinggal kita tanya sampai ujungnya, maka ketemu Allah sebagai jawabannya. Tuhan adalah kausa prima.
  • Sesuatu tinggal kita tanya "kalau sesuatu ini gak ada, apa akibatnya ?". Maka kita akan ketemu jawaban "kenapa" atas sesuatu tsb.
  • Misal, saat belajar tentang jaringan: "jaringan otot, jaringan ikat dll". Paling enak ngejelasin itu "jika tidak ada jaringan ikat, lalu apa yang terjadi ?"
  • Jawab dulu "kenapa", baru kita belajar detailnya. | Belajar Islam pun demikian. Ini yang tidak saya temukan di bangku sekolah.
  • Contoh belajar "jaringan ikat", kalau ditanya sampai ujung maka kita akan ketemu jejak penciptaan dan kebesaran Allah SWT.
  • Kita ngomongin tentang gerak, maka kita akan menghafal soal GLB dan GLBB. Tapi gak dapet esensinya.
  • Kita ngomongin gravitasi, hanya sebagai sebuah konstanta yang tak membuat kita menangkap esensinya dan tak membuat makin beriman.
  • Jadi sistem pendidikan kita tak sekedar tidak mengikat makna. Tapi juga tidak membuat makin dekat dengan Allah.
  • Harusnya saat kita belajar fisika, biologi, atau kimia, bercucuran lah air mata kita sambil menyebut nama-Nya: Allah, Allah, Allah.
  • Sedih banget kalau ada dokter atau ilmuan tapi dia ingkar (kafir). Padahal kerjaannya setiap hari meneliti keajaiban.
  • Allah adalah kausa prima, kenapa banyak yang memilih ingkar ? Ampun Ya Allah, tunduk & menyerah karena tidak mampunya aku menandingi ilmu-Mu. Maha Cerdas Engkau. :'((
  • Cita2 saya ingin mendirikan sekolah yang kurikulumnya adalah menanyakan sesuatu sampai ujungnya. Sampai mentok di kausa prima.
  • Setiap pelajarannya akan mengikat makna dan makin membuat anak didik beriman pada pencipta-Nya. Sehingga tidak menjadi produk sekuler.
  • Gini loh maksud saya, kalau mau ngajarin anak didik, anak dijelaskan esensinya. Jadi belajar itu menyenangkan dan gak cuma "pokoknya begini" dan "pokoknya begitu".
  • Menjawab pertanyaan "mengapa" itu sulit, karena perlu berpikir. Indonesia sedang mengalami ini. Mayoritas malas berpikir.
  • Misal, apa sebab kita bisa berjalan di bumi ? Ada gravitasi. Apa sebab ada gravitasi ? Penciptaan. | Ini kausa prima.
  • PR pendidikan kita adalah BERPIKIR, bukan menghafal.

  • Hari2 ini orang dibuat bingung oleh gerombolan sepilis, apakah ini benar atau salah. Karena yang ngomong adalah profesor berjilbab atau doktor berjubah santri.
  • Di era pembusukan ini perlu banyak berdoa, berlindung kepada Allah agar hidayah tetap di hati. Jarang ada orang yang bersedia berpikir.
  • Zaman dimana yang buruk dipandang baik, dan yang baik dipandang buruk.

  • Eranya jungkir balik. Eranya pembusukan. Zaman dimana yang salah & yang buruk dipuja2.
  • Yang baik dipandang buruk, yang buruk dipandang baik dan dielu2kan. Banyak orang dibuat bingung mana yang benar dan mana yang salah.

  • Sejatinya kita belum merdeka, cuma fisik tentara penjajah aja yang gak ada. Tapi penjajahan politik, ekonomi, pemikiran terus berlangsung.
  • Palestina lebih merdeka dari kita. Pemerintahan mereka bukan pemerintahan boneka lagi. Mereka bisa mnegatur sendiri negaranya.
  • Bahkan Palestina lebih merdeka dari seluruh negara di dunia. Mana ada negara di dunia yang berani nantangin Israel, selain Palestina.
  • Bukan keseluruhan Palestina, tapi Gaza. Seluruh dunia Islam masih terjajah, tapi Gaza adalah wilayah paling merdeka dari seluruh dunia Islam.
  • Cuma Gaza yang pemerintahannya berani menentang dikangkangi oleh kepentingan Israel. Indonesia saja tunduk kok sama Israel.
  • Indonesia dititipi isu ISIS, langsung manut. Dititipi urusan freeport, langsung manut. Kita belum merdeka. Sama sekali belum.
  • Penjajahnya emang udah pergi, tapi penjajahannya tidak turut pergi. Lebih parah malah. Dikeruk sekeruk-keruknya. Hingga kita mati di lumbung padi.
  • Kita tetap terjajah, politik terjajah, ekonomi terjajah, pendidikan terjajah, bahkan media terjajah, hingga pikiran pun terjajah. Jadi kita ini sama sekali belum merdeka.
  • Gaza itu jiwanya merdeka, mereka berani lantang menolak dijajah. Sedangkan kita tak menyadari kalau masih dijajah.
  • Dulu penjajah perlu Snouck Hurgronje, sekarang gak perlu . Udah banyak kaum sepilis yang siap jadi serdadu dgn upah beasiswa.
  • Dulu sepilis jumlahnya sedikit, sekarang banyak dan tak menyadari kalau dia sepilis. Karena korban media.
  • Hari ini mayoritas tertidur & memilih tunduk. Mereka memilih terjajah. Hanya segelintir yang sadar bahwa kita masih terjajah.
  • Fase perjuangan memerdekakan NKRI sebenar2nya merdeka dari penjajahan. Dan ini jauh lebih berat dari Gaza.
  • Mungkin kita negara paling terjajah. Terjajah dan tanpa perlawanan. Kita adalah tuan rumah konferensi negeri2 terjajah.
  • Insya Allah, Gaza akan mengoyak2 Israel di perang selanjutnya. Kalau Indonesia ? Masih berkutat virus penjajahan sejenis prostitusi online.
  • Di Gaza, ribuan orang hafizh Al-Qur'an tercipta setiap tahunnya. Di sini rumah tahfizh justru digerebek dgn dalih teroris. Kita sama sekali belum merdeka.
  • Bangsa ini masih terlalu takut untuk menolak penjajahan. Yang baru kita raih cuma sebatas bisa membacakan teks kemerdekaan, tapi kemerdekaan yang sejati masih jauh, karena kita masih terjajah.
  • Dimulai dari merdeka dalam pikiran. Jangan mau dijajah oleh media2 yang sudah terjajah oleh asing juga.
  • Dulu fisik dijajah, tapi pikiran para pejuang terbangun, dan tahu bahwa dijajah. Hari ini fisiknya seolah merdeka, tapi pikiran dijajah, dan tidak sadar kalau dijajah.
  • Terjajah pikiran jauh lebih berbahaya daripada dijajah fisik. Karena keterjajahan pikiran berarti kebodohan.
  • Betul kata Soekarno, perjuangan kita lebih berat, karena melawan bangsa sendiri yang tak sadar jadi serdadu asing.

  • Dulu kerajaan Protestan Belanda membutuhkan sosok Snouck Hurgronje untuk jadi serdadunya. Sekarang gak perlu, karena udah ada gerombolan sepilis.

  • Gaza punya seluruh rakyat yang jiwanya 100% adalah pahlawan. Sedangkan Indonesia sulit sekali mencari pahlawan.
  • Mengendalikan dunia Islam bisa dgn senjata seperti Israel ke Gaza. Tapi paling efektif menggunakan boneka2 seperti di Indonesia.
  • Ndak perlu drone untuk membunuh jiwa rakyat Indonesia. Cukup disebarkan hedonisme "benar adalah semua yang saya inginkan" maka "terbunuh" lah jiwa.
  • Apa yang tidak didapat asing tehadap Indonesia ? Tidak ada. Seluruh ketaatan mereka dapatkan.
  • Memulihkan jiwa yang tertidur jauh lebih sulit. Gaza wilayah yang tak sekedar bangun secara kolektif, tapi sudah bergerak melawan.
  • Apakah media bisa mengendalikan rakyat Gaza untuk mengikuti apa yang diinginkan Israel dan Barat ? Tidak. Lalu bagaimana dengan Indonesia ? Ini sedang terjadi.
  • Gaza berada di garis paling depan dalam perlawanan. Indonesia masih jauh di belakang. Kita masih serba tunduk.
  • Kita terus berhutang, uang siapa yang kita pakai saat kita berhutang ? Uang kita sendiri yang dirampok mereka.
  • Ini bahayanya penjajahan pikiran. Tak ada energi untuk melawan. Bahkan parahnya kalian menganggap situasi ini adalah kemerdekaan.
  • Tugas kita pertama adalah membangunkan jiwa2 yang tertidur, sehingga sadar akan situasi keterjajahan ini. Makanya saya ajak kalian ayo tiap hari bangunkan jiwa2 yang masih tertidur.
  • Karena menjajah orang yang "tertidur" itu mudah. Daripada menjajah yang terbangun kemudian melawan meski sekedar dgn lemparan kerikil2.
  • Hari ini kita tak bisa mengatur negeri kita sendiri tanpa tekanan. Sedangkan pemerintah Gaza bisa. Itulah makna kemerdekaan yang sebenarnya.
  • Jika kita secara kolektif sudah terbangun, maka kita bisa melawan penjajahan ini. Tapi jika tertidur ? Tidak sadar dijajah dan malah menikmati ? Berat.
  • Di Gaza, bangunan Masjidnya yang di bom agar tidak ada yang ibadah ke Masjid.
  • Di Indonesia jamaah Masjid yang dibom pikirannya supaya tidak ke Masjid. Ini jauh lebih berbahaya. Penjajahan pikiran.
  • Israel kirim bom dan rudal ke Gaza. Ke Indonesia cukup kirim "candu". Jadilah lumpuh total pikiran mayoritas orang di negeri ini.
  • Lalu apa solusinya ? Solusinya adalah da'wah, agar kesadaran menjadi kolektif. Ayolah bangun, berdirilah untuk kebenaran dan keadilan sahabat2ku.
  • Kalau urusan berpikir beres, maka urusan membangkitkan Indonesia itu sepele. Rasulullah membangun peradaban cuma 23 tahun, karena dimulai dari berpikir.
  • Pekerjaan 23 tahun, tapi efeknya mengubah wajah dunia, termasuk wajah Eropa. Karena dimulai dgn pendobrakan berpikir.
  • Berpikir membuat setiap pilihan kita jadi benar.
  • Itulah pentingnya berpikir. Semua yang tidak diawali dengan berpikir maka akan fatal dampaknya. Kepilihnya Jokowi juga dampak karena banyak yang tidak berpikir.
  • "Bro, publik sekarang gak bodoh". | Ya Allah, kalau publik udah pintar, maka Indonesia udah maju. Gak babak belur kayak begini.
  • Indonesia maju itu sederhana. Jika berpikir, komparasi, logika menyala menjadi kebiasaan kolektif mayoritas anak bangsa.
  • Jika fanatik bisa kita lenyapkan, maka Indonesia akan maju. Berpikir harus jadi sikap kolektif bangsa, sehingga pilihan2 hidup bisa diputuskan dgn jernih.
  • Tapi ini PR berat, kebanyakan masih "pokoknya", "mbebek", "ikut orang banyak". Langit Indonesia akan tersenyum jika berpikir udah jadi karakter bangsa.
  • Kebanyakan orang salah info, putih dibilang hitam, hitam dibilang putih, yang logis dibilang fanatik, yang fanatik dan taqlid buta dibilang logis. Berat PR kita berada di era jungkir balik seperti ini.
  • Kalau fanatik, asal iya atau asal tidak itu gampang. Tapi berpikir, berdiri dalam posisi yang jernih itu sulit, digebukin kanan kiri.
  • Akibat fanatik, dibutakan oleh pencitraan, yang rugi Indonesia. Ayolah, jangan membebek, nyalakan logika, komparasi, buang fanatik.
  • Membuat Indonesia maju dengan menjadikan berpikir sebagai habit nasional adalah pekerjaan yang berat. Tapi harus tetap dilakukan, demi Indonesia.
  • Pilih agama, pilih partai politik, pilih presiden, pilih calon istri, pilih tempat kuliah, apapun itu, mulailah dengan berpikir dan komparasi. Berpikir itu membuat jiwa dan pikiran merdeka, bebas dari keterjajahan.
  • Buang prinsip "asal iya" dan "asal tidak". Jangan ikut2an mbebek. Insya Allah, pasti selamat.