Psychological Shock and “ Kesurupan” : First Aid and Emergency Care in Psychology Of Islam
Pendahuluan
Konsep
kesurupan adalah sebuah fenomena tentang mahluk halus yang menguasai
pikiran, perasaan, dan intelek (kesanggupan untuk membuat keputusan)
pada diri seseorang dengan menyatu pada kesadarannya . Hasilnya adalah
mahluk halus ini bisa menguasai tindakan seseorang. Orang mengalami
kesurupan ketika badannya dimasuki oleh mahluk halus yang menguasai
jiwanya. Oleh karena itu, tingkah laku seseorang yang kesurupan akan
dikuasai oleh mahluk halus. Hampir pada setiap kasus kesurupan,
seseorang yang kesurupan tidak tahu atau tidak ingat bahwa dia kesurupan
.
Konsep kesurupan telah ada selama beribu-ribu tahun yang lalu, di
seluruh penjuru dunia. Kasus kesurupan terjadi pada orang Eskimo di
Kutub Utara maupun orang Nguni Bantu di Afrika Selatan. Bentuk dan
interpretasi kesurupan merubah-rubah dari kebudayan yang satu ke
kebudayaan yang lain. Kesurupan adalah fenomena yang dapat ditemukan
dalam banyak agama dan di berbagai masyarakat di seluruh dunia. Dalam
tradisi agama dan dongeng, seseorang yang dikuasai oleh mahluk halus
kelakuannya akan menjadi tidak normal dan kepribadiannya akan berubah.
Meskipun demikian, kesurupan bisa disebabkan oleh bermacam-macam unsur
seperti narkotika, stres, dan hipnose . Gejala-gejalanya adalah badan
ringan, berteriak histeris, menjerit-jerit dengan kata-kata tidak jelas,
kejang-kejang pingsan, muka datar, bibir pucat, sering menutup mata
dengan kelopak mata berkedip-kedip secara otomatis, atau perubahan lain.
Orang yang kesurupan merasa sepertinya badannya mengecil atau menjadi
lebih besar dari badannya dalam keadaan normal.
Di tengah
masyarakat fenomena kesurupan semakin menjadi peristiwa hangat. Sebab
peristiwa ini sudah mewabah ke tingkat sekolah, seperti kasus ksurupan
massal siswa SMA Palupuah Kab. Agam, kesurupan massal siswa di MTsN
Gunung Pangilun Padang. Terakhir kita mendengar kesurupan Massal
Mahasiswa STAIKIP Ahlus Sunnah Bukittinggi bulan September 2009.
Tentunya kita ingin tahu kesurupan itu bagaimana hal ihwal sebenarnya?
Apa benar kesurupan tersebut sebagai peristiwa dirasukinya tubuh
seseorang oleh jin atau hannya berupa gejolak jiwa bawah sadar
seseorang? Lalu bagaimana pula psikologi dalam menjawab permasalahan
ini? Dalam makalah ini dibahas tentang itu semua.
A. Pengertian Kesurupan
a. Kesurupan dalam Pandangan Psikolog
1.
Prof. Dr. Dadang Hawari, psikiater dari Universitas Indonesia,
menjelaskan, kesurupan adalah reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi
disosiasi atau reaksi yang mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang
untuk menyadari realitas di sekitarnya, yang disebabkan oleh tekanan
fisik maupun mental (berlebihan). Tetapi kalau kesurupannya massal, itu
melibatkan sugesti. Reaksi disosiasi dapat terjadi secara perorangan
atau bersama-sama, saling memengaruhi, dan tidak jarang menimbulkan
histeria massal.
2. Sama juga dengan yang dikatakan oleh Prof. Dr.
dr. H. Soewadi, MPH, Guru Besar Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran
Universitas Gajah Mada. Dia yakin kesurupan bukan disebabkan oleh
masuknya makhluk halus, seperti jin, kuntilanak, atau lainnya. Soewadi
memandang tekanan sosial sebagai biang kesurupan. Kesurupan, menurut
ahli jiwa ini adalah gejala gangguan jiwa pada seseorang yang diikuti
orang lain dan mengakibatkan hilangnya kepribadian yang asli.
3.
Menurut Sartono Mukadis, pakar Psikologi Universitas Indonesia,
munculnya fenomena kesurupan jika dilihat dari sudut pandang psikologi
disebabkan oleh faktor labilitas kepribadian. “Yang terkena pada umumnya
orang-orang yang labil dan yang mencari pegangan. Anak badung sekali
pun biasanya tidak ada yang kena,”.
4. Penjelasan soal kesurupan
tidak bisa tunggal. Menurut psikolog Setiyo Purwanto, S. Psi, MSi, dalam
psikologi fenomena kesurupan itu bisa dijelaskan dalam tiga hal:
pertama, keadaan disosiasi, saat seseorang seakan terpisah dari dirinya;
kedua, histeria, saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya, dan
ketiga, split personality, saat diri seseorang tampil dengan beragam
perilaku yang dimunculkan oleh “pribadi” yang berbeda.
5. Dunia
kedokteran, khususnya psikiatri mengakui fenomena kesurupan sebagai
suatu kondisi yang ditandai oleh perubahan identitas pribadi. Banyak
orang mengatakan kesurupan disebabkan oleh suatu roh atau kekuatan,
namun dalam dunia medis hal-hal seperti itu tidak dikenal.
Beberapa
pakar psikiater menyebutkan tekanan sosial dan mental yang masuk ke
dalam alam bawah sadar sebagai biang penyebab kesurupan. Banjir,
tsunami, gizi buruk, ketidakadilan, upah kecil, kesenjangan yang sangat
mencolok dan lainnya adalah beberapa contoh tekanan tersebut.
Seperti dikutip dari Psychnet ada beberapa gejala yang biasanya menyerang orang kesurupan diantaranya:
1. Bertindak lepas kontrol dan berbeda dari biasanya
2. Hilang kesadaran akan sekitarnya dan tidak sadar dirinya sendiri
3. Sulit membedakan kenyataan atau fantasi pada waktu yang sama
4. Perubahan nada suara
5. Kesusahan berkonsentrasi
6. Kadang-kadang hilang ingatan.
Kondisi
seperti itu dipengaruhi oleh banyak faktor seperti spiritual, sosial,
psikologi dan lainnya. Dengan melakukan screening dan pemeriksaan secara
keseluruhan, faktor penyebabnya pun bisa diketahui.
Gejala-gejala beberapa waktu sebelum kesurupan antara lain kepala
terasa berat, badan dan kedua kaki lemas, penglihatan kabur, badan
terasa ringan, dan ngantuk.
Perubahan ini biasanya masih disadari
oleh subjek, tetapi setelah itu ia tiba-tiba tidak mampu mengendalikan
dirinya. Melakukan sesuatu di luar kemampuan dan beberapa di antaranya
merasakan seperti ada kekuatan di luar yang mengendalikan dirinya.Mereka
yang mengalami kesurupan merasakan bahwa dirinya bukanlah dirinya lagi,
tetapi ada suatu kekuatan yang mengendalikan dari luar. Keadaan saat
kesurupan ada yang menyadari sepenuhnya, ada yang menyadari sebagian,
dan ada pula yang tidak menyadari sama sekali. Dalam keadaan kesurupan
korban melakukan gerakan-gerakan yang terjadi secara otomatis, tidak ada
beban mental, dan tercetus dengan bebas. Saat itu merupakan kesempatan
untuk mengekspresikan hal-hal yang terpendam melalui jeritan, teriakan,
gerakan menari seperti keadaan hipnotis diri. Setelah itu, fisik mereka
dirasa lelah tetapi, mental mereka mendapat kepuasan hebat.
Frigerio menyatakan, ada tiga stadium yang dialami orang kesurupan.
Pertama,
irradiation (subjek tetap menyadari dirinya tetapi ada perubahan yang
dirasakan pada tubuhnya. Kedua being diside, subjek berada dalam dua
keadaan yang berbeda, namun ada sebagian yang dialaminya disadarinya.
Stadium ketiga disebut stadium incorporation, subjek sepenuhnya dikuasai
oleh yang memasukinya dan semua keadaan yang dialami tidak diingatnya.
b. Kesurupan dan hubungannya dengan kejiwaan
Kesurupan merupakan salah satu gejala kejiwaan. Seseorang
mengalami kesurupan apabila mengalami kegoncangan kejiwaan. Yang berarti
dia memiliki masalah dengan kesehatan mental. Sehinga dengan demikian
dia memiliki jiwa yang tidak sehat. Adapun ciri-ciri individu yang
normal atau sehat adalah:
1. Bertingkah laku menurut norma-norma sosial yang diakui.
2. Mampu mengelola emosi.
3. Mampu mengaktualkan potensi-potensi yang dimiliki
4. Dapat mengikuti kebiasaan-kebiasan sosial.
5. Dapat mengenali resiko dari setiap perbuatan dan kemampuan tersebut digunakan untuk menuntun tingkah lakunya.
6. Mampu menunda keinginan sesaat untuk mencapai tujuan jangka panjang.
7. Mampu Belajar dari pengalaman
8. Biasanya gembira.
Adapun indikator kesehatan mental menurut WHO
1. Bebas dari ketegangan dan kecemasan
2. Menerima kekecewaan sebagai pelajaran dikemudian hari.
3. Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan meskipun kenyataan itu pahit.
4. Dapat merasakan kepuasan dari perjuangan hidupnya
5. Mempunyai rasa kasih sayang dan butuh disayangi
6. Mempunyai spiritual atau agama.
Menurut zakiah darajat indikator kesehatan mental adalah:
1. Terbebas dari gangguan dan penyakit jiwa.
2. terwujudnya keserasian antara unsure-unsur kejiwaan
3. mempunyai kemampuan dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya serta memanfaatkannya untuk dirinya dan orang lain.
Istilah
yang sama untuk kesurupan adalah kerasukan, kerawuhan, keranjingan.
Kata surup, rasuk, rawuh, ranjing menggambarkan keadaan sesuatu yang
berasal dari luar masuk ke dalam dan mengisi ruang dalam. Pengertian
seperti ini sejalan dengan kamus Besar Bahasa Indonesia, yang
mengartikan kesurupan sebagai kemasukan setan atau roh sehingga
bertindak yang aneh-aneh.
Psikologi memberikan penjelasan mengenai fenomena kesurupan sebagai :
1. Keadaan disosiasi, saat seseorang seakan terpisah dari dirinya;
2.
Hysteria , saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya, atau
ketidakmampuan seseorang menghadapi kesukaran-kesukaran, tekanan
perasaan, kegelisahan, kecemasan dan pertentangan batin. Dalam
menghadapi kesukaran itu orang tidak mampu menghadapinya dengan cara
yang wajar, lalu melepaskan tanggung jawab dan lari secara tidak sadar
kepada gejala-gejala hysteria yang tidak wajar.
3. Split personality
, saat pada diri seseorang tampil beragam perilaku yang dimunculkan
oleh pribadi yang berbeda. Penjelasan ini seringkali mengalami benturan
dengan kenyataan-kenyataan budaya.
Kesurupan, harusnya kita tahu
bahwa ada dua jenis kesurupan. yaitu ledakan emosi dan pengambilalihan
emosi. Ledakan emosi: yang dimaksud dengan ledakan emosi adalah
melepasnya sistem kontrol diri karena tekanan psikologis kuat secara
internal. faktor eksternal. misalnya karena marah, seseorang langsung
mengamuk seperti banteng haus.
Pengambilalihan emosi:
Yang dimaksud dengan pengambilalihan disini adalah lepasnya kontrol kita
dari akal sehat dan kesadaran kita, lalu ada pihak lain yang mengontrol
dan mengendalikan kita.
B. Kesurupan dalam Pandangan Budaya di Indonesia.
Dari beberapa peristiwa kesurupan di Tanah Pasundan yang
diamati, ada pola dalam kesurupan . Pelaku sebelum mengalami kesurupan
mengalami peristiwa yang penuh tekanan. Penanganan menggunakan cara-cara
normal dipandang pelaku malah membawa ke jalan buntu. Di sisi lain
dalam budaya Sunda ada ketidaksadaran kolektif menyatakan bahwa tersedia
jalan keluar untuk hal-hal yang sudah buntu, yaitu kesurupan. Pilihan
yang nyurup pun sedemikian terbatas, yaitu beberapa tokoh yang dikenal
dalam mitologi Sunda dan Harimau. Harimau diyakini sebagai alihwujud
dari Silihwangi yang ngahiang/moksa. Permintaan sang tokoh saat surup
dapat diperkirakan, yaitu meminta sejumlah hal kecil seperti kopi,
tembakau, sirih dan permintaan lain yang merupakan simbolisasi dari
masalah pelaku.
Di Bali, kesurupan atau kerawuhan
dipandang sebagai hal netral. Dalam alam budaya Bali, manusia adalah
jagat alit dan semesta adalah jagat agung. Insan-insan suci seringkali
dipilih oleh ruh suci untuk mengkomunikasikan hal yang harus dan tidak
boleh dilakukan kepada komunitas di suatu wilayah. Peranan pedanda
(tetua agama) di Bali adalah mengalihbahasakan apa yang disampaikan ruh
yang surup di diri pelaku kepada komunitas.
Di Jawa,
kesurupan seringkali diyakini sebagai masuknya ruh-ruh jahat yang
diyakini berada di teritori tertentu yang merasakan bahwa dirinya
terganggu oleh pelaku. Ada sejumlah cara yang dilakukan agar sang ruh
jahat segera keluar dari diri pelaku . Ada sejumlah sesaji dan ritual
yang harus disiapkan agar sang pelaku selanjutnya aman.
Kamus Bahasa Inggris-Indonesia yang disusun oleh Hassan Shadily, John
M. Echols.(Gramedia:1988) menyatakan Trance = kesurupan. Pengertian ini
dapat kita analisis bahwa penyamaan Trance dengan kesurupan tidaklah
tepat. Karena Trance kebiasaannya terjadi pada seseorang yang memaikan
suatu kesenian. Dalam artian keadaanTrance dikondisikan sedemikian rupa.
Berbeda dengan kesurupan yang seseorang yang sebelumnya tidak berusaha
menginginkan terjadinya hal tersebut, tetapi karena factor kejiwaany
yang lemah dan terganggu.
Trance berbeda dengan
kesurupan. Dalam fenomena kesurupan, seseorang mengalami keadaan trance
akan tetapi tidak setiap keadaan trance adalah kesurupan. Trance dapat
terjadi saat seseorang fokus, relaks, menikmati, larut dan berminat atas
sesuatu. Trance bisa terjadi kapan pun mulai anda menikmati membaca
tulisan ini, main games, menikmati olahraga atau menari, bermain atau
mendengarkan musik.
Fenomena trance mudah dilihat
pada saat orang Aceh sedang menarikan Saman atau mendendangkan kisah
perang sabil, Saat orang Batak sedang bagondang, saat penari piring dari
ranah minang asyik menari hingga nyaman berdiri dan menggerakkan kaki
di atas tumpukan beling, saat para Jawara memainkan debus di Banten,
saat Aki-aki dari Garsela (Garut Selatan) ngengklak surak ibra, saat
penari jaran kepang tegang dan mengunyah beling, saat penari Reog
Ponorogo tubuhnya kuat membawa topeng macan dengan bulu merak sambil
memanggul warok, saat penari barong di Bali mencabut keris, memejamkan
mata dan menusukkan keris ke dadanya, saat penari bugis membakar
tubuhnya dengan api, saat penari Maluku memainkan bambu gila, dan saat
tarian perang dilakukan para pemuda dari papua.
C. Kesurupan sebagai salah satu gangguan kepribadian dalam Psikologi
Dalam
kategori diagnostik utama, psikopatologi secara garis besar dibagi
menjadi dua bagian, yaitu neurosis dan psikosis. Neorosis pada mulanya
diartikan sebagai gangguan” ketidakberesan susunan syaraf”, tetapi para
psikolog akhirnya mengubah pengertiann ya dengan gangguan-gangguan yang
terdapat pada jiwa seseorang.” Perubahan pengertian ini diakibatkan oleh
hasil penelitian bahwa penyebab neurosis bukan hannya ketidakberesan
syaraf, tetapi juga ketidakberesan sikap, perilaku, atau aspek mental
seseorang.
Ciri utama neurosis ditandai dengan; (1) wawasan yang
tidak lengkap mengenai sifat-sifat dan kesukarannya, 2) konflik; 3)
reaksi kecemasan; 4) kerusakan parsial atau sebagian dari
kepribadiannya; 5) seringkali disertai fobia, gangguan pencernaan dan
tingkah laku obsesif-kupulsif. Bentuk-bentk neurosis adalah hysteria,
reaksi kecemasan, neurasthenia (ditandai dengan kelemahan yang
berlebihan, kelelahan, keluhan-keluhan, cacat fungsi pada jeroan dan
dalam rongga perut, serta kecemasan.
Kesurupan bisa kita pahami
secara ilmiah sebagai tindakan alam bawah sadar seseorang sebagai reaksi
terhadap tekanan yang dihadapi. Sehingga dengan demikian kesurupan
bukanlah akibat masuknya makhluk halus tetapi dia merupakan sebab dari
lemah jiwa seseorang.
D. Kajian Psikologi tentang Kesurupan
Dalam
kajian psikologi ada dua perspektif yang dapat digunakan untuk melihat
kasus kesurupan yaitu kajian psikoanalisa dan psikologi transpersonal.
Salah seorang pakar dalam psikoanalisa adalah Carl Bustav Jung.
a. Ketidaksadaran dalam pandangan Jung
C.G. Jung (Swis, 1875-1961) adalah tokoh yang paling
penting untuk psikoanalisis (psikologi dalam) di samping Sigmund Freud
dan Alfred Adler. Psikologi dalam (depth psychology) menemukan
ketegangan antara hidup sadar dan tidak sadar dan menganalisa
“ketidaksadaran” sebagai suatu lapisan psikologi manusia (di samping
pikiran yang disadarinya) yang mempengaruhi perasaan, pikiran dan
tindakan manusia. Ketidaksadaran itu muncul misalnya dalam mimpi-mimpi
atau juga dalam mitos-mitos dan gambar-gambar religius.
Menurut C.G. Jung, ketidaksadaran punya dua lapisan, yaitu
ketidaksadaran individual yang isinya dibentuk oleh
pengalaman-pengalaman pribadi yang digeserkan ke bawah sadar, dan
ketidaksadaran kolektif (collective unconsciousness) yang isinya
merupakan warisan yang dimiliki semua manusia sebagai bagian dari
kodratnya. Kedikaksadaran adalah “segala endapan pengalaman nenek moyang
yang diturunkan sejak berjuta tahun yang tak dapat disebut yang
sepenuhnya mengendalikan, gema peristiwa dari dunia prasejarah, yang
oleh zaman selanjutnya ditambah sedikit demi sedikit penganekaragaman
dan pembedaan-pembedaan”. Adanya ketidaksadaran itu bisa menjelaskan
kenyataan bahwa baik dalam mimpi-mimpi individual maupun dalam
budaya-budaya dan agama-agama yang berbeda, muncul motif-motif yang sama
tanpa adanya hubungan tradisi satu sama lain atau diakibatkan oleh
pengalaman konkret.
Ketidaksadaran adalah tempat
dimana agama dan simbol-simbol religius berakar. Jadi, ketidaksadaran
bukan hanya dasar kemampuan manusia untuk mengembangkan agama dan
simbol-simbol religius dan “pintu masuk” yang membuka lubuk jiwa manusia
untuk pengalaman religius, tetapi juga menyediakan materi-materi untuk
gagasan-gagasan keagamaan.
Materi yang disediakan oleh ketidaksadaran
untuk proses itu, oleh C. G. Jung disebut “arketipe”, yaitu “gambaran
arkais, kuno dan universal, yang sudah ada sejak zaman yang amat silam.
Dalam kata Jung, arketipe ‘merupakan bentuk atau gambaran yang bersifat
kolektif yang terjadi praktis di seluruh bumi sebagai unsur kisah suci
dan dalam waktu yang sama merupakan hasil asli dan individual yang
asal-usulnya tidak disadari’. Arketipe itu secara laten tersembunyi
dalam semua orang dan akan diberi ungkapan simbolis menurut situasi
historis di mana orang itu tercakup. Konsep arketipe itu mengambil
bentuk simbolis dalam berbagai ungkapan religius, dan menggambarkan
solidaritas terdalam antara berbagai tradisi keagamaan umat manusia”.
Jadi, simbol-simbol dasar dari agama-agama (misalnya: Tuhan, ayah/ibu,
simbol-simbol untuk keberadaan transenden dan keseluruhan/keesan dll.)
sudah berada di dalam ketidaksadaran setiap individu, mereka merupakan
ide-ide yang pra-sadar dan primordial, dan merupakan dasar untuk
pengalaman-pengalaman religius yang langsung. Mereka mencermrinkan
struktur kepribadian manusia dan menunjuk kepada keberadaan yang
transenden.
b. Unsur kepribadian dalam paradigma Psikoanalitik Jung
Doktrin Jung yang dikenal dengan psikologi analitis
(analytical psychology), sangat dipengaruhi oleh mitos, mistisisme,
metafisika, dan pengalaman religius. Ia percaya bahwa hal ini dapat
memberikan keterangan yang memuaskan atas sifat spiritual manusia,
sedangkan teori-teori Freud hanya berkecimpung dengan hal-hal yang
sifatnya keduniaan semata. Jung mendefinisikan kembali istilah-istilah
psikologi yang dipakai pada saat itu, khususnya yang dipakai oleh Freud.
Ego, menurut Jung, merupakan suatu kompleks yang terletak di
tengah-tengah kesadaran, yakni keakuan. Istilah Freud lainnya yang
didefinisikannya kembali adalah libido. Bagi Jung, libido bukan hanya
menandakan energi seksual, tetapi semua proses kehidupan yang penuh
energi: dari aktivitas seksual sampai penyembuhan.
Id, ego, dan
superego, adalah istilah istilah yang tak pernah dipakai oleh Jung.
Sebagai gantinya, ia menggunakan istilah conciousness (kesadaran),
personal unconciousness (ketidaksadaran pribadi), dan collective
unconciousness (ketidaksadaran kolektif) Conciousness dan personal
unconciousness sebagian dapat diperbandingkan dengan id dan ego, tetapi
terdapat perbedaan yang sangat berarti antara superego-nya Freud dengan
collective unconciousness, karena Jung percaya bahwa yang terakhir ini
adalah wilayah kekuatan jiwa (psyche) yang paling luas dan dalam, yang
mengatur akar dari empat fungsi psikologis, yaitu sensasi, intuisi,
pikiran, dan perasaan. Selain itu, juga mengandung warisan
memori-rasial, leluhur dan historis.
c. Kajian teori Jung terhadap Kasus Kesurupan
Indonesia merupakan bangsa kaya budaya termasuk budaya
kesurupan, bahkan di daerah daerah tertentu malah sengaja untuk
kesurupan, dan menjadi tontonan menarik seperti reog, kuda lumping,
debus dan tari kecak. Budaya ini lah yang menjadi arketip arketip yang
tersimpan dalam ketidaksadaran kolektif dan inilah yang banyak
mempengaruhi terjadinya kesurupan di indonesia.
Setiap kita memiliki potensi untuk kesurupan karena memang bawah sadar
kita dalam collective unconciousness berisi mitos mitos seperti memedi
pocong, wewe gombel, jin penunggu rumah, jin penunggu sungai, dan banyak
lagi, bahkan penunggu laut selatan. Mitos inilah yang turun menurun
dari jaman dulu terus hingga sekarang. Ditambah lagi pengalaman masa
kecil yang sering ditakut takuti dengan berbagai macam hantu dan segala
varian nya, yang kemudian tersimpan dalam personal unconciousness
sehingga kedua kenyataan itu klop membentuk suatu sistem keyakinan dan
kepercayaan yang setiap saat bisa muncul bila ada pemicunya
(precipitating event).
Dalam kasus kesurupan masal
yang menjadi precipitating event adalah teman yang sudah kesurupan,
dalam istilah hipnotisme teman yang sudah kesurupan menginduksi bawah
sadar teman lainnya sehingga seperti penyakit menular yang bila tidak
diisolasi akan mewabah ke yang lain.
Seringkali
orang yang kesurupan memiliki kekuatan yang melebihi kemampuan biasanya,
dalam beberapa kasus kesurupan dia bisa berteriak teriak hingga berjam
jam, atau bisa melemparkan beberapa orang yang sedang memeganginya. Ada
lagi kesurupan mampu berbicara seperti bukan dia yang bicara, dalam
keadaan seperti ini seseorang yang kesurupan sedang memasuki alam bawah
sadarnya tepatnya di alam ketidaksadaran kolektif dimana menurut freud
ketidaksadaran tersebut mengandung kekuatan jiwa (psyche) sehingga dia
memiliki kekuatan yang melebihi seperti biasanya
Mengapa orang bisa
masuk kedalam alam bawah sadarnya ? sebab utamanya adalah lemahnya
kesadaran seperti orang mau masuk tidur, kenapa bisa tidur jawabnya
tentunya karena lemahnya kesadaran karena faktor mengantuk.
Beberapa Cara menangani kasus kesurupan;
1. Isolasi sesegera mungkin anak yang terkena kesurupan
2. Tenangkan suasana, karena kesurupan cenderung membuat suasana menjadi gaduh, ketakutan, dan crowded atau ramai.
3.
Tenangkan anak yang mengalami kesurupan dengan membiarkannya, jangan
dipaksa atau dipegang apalagi diteriaki terlebih di pukul pukul,
4.
Kalau membaca Qur’an bacakan dengan penuh kekhusyuan dan dengan nada
pelan sehingga akan menenangkan si sakit, kalau dibaca dengan menghentak
hentak anak yang terkena akan semakin histeris dan teriakan dari
pembacaan quran tadi akan memperkeruh keadaan. Dalam hal ini kita harus
bijak dalam mendudukkan al quran jangan melecehkan quran dengan
menggunakannya yang bukan pada tempatnya, gunakan quran sebagai petunjuk
hidup bukan sebagai alat pengusiran jin.
5. Tempatkan si anak di tempat tertutup namun yang aman dan udara bisa keluar masuk dalam ruangan dengan baik
6.
Jika keadaan semakin tidak terkendali, jangan memanggil paranormal,
atau memanggil dukun dan sejenisnya. Namun panggilah dokter untuk
memberikan obat penenang kepada si anak, dan jika sudah dampingi anak
dengan orang tuanya
7. Mistis disekolah. Kesurupan sering terjadi
biasanya di tempat yang bekas kuburan, atau dekat kuburan, karena nuansa
mistis bisa menjadi condtioning event atau keadaan yang mengkondisikan
terjadinya kesurupan.
8. Para guru jangan bersikap tahayul dan
khurafat misalnya dengan mendatangkan ahli pengusir jin karena itu
bukannya menghilangkan jin malah lingkungan sekolah menjadi tersugesti
untuk kembali ke jaman animisme yaitu mempercayai Jin dan sebangsanya
yang pada akhirnya akan melemahkan tauhid dan akibatnya adalah munculnya
kesurupan.
E. Perawatan Terhadap Korban Kesurupan Dalam Tinjauan Psikologi Islam
Bagaimanapun
kesurupan merupakan salah satu fenomena kejiwaan yang bermasalah.
Terjadinya peristiwa tersebut tidak lain karena labilnya jiwa seseorang.
Untuk terhindar dari hal tersebut kita harus memiliki jiwa yang sehat.
Ada tiga langkah yang ditempuh dalam mencapai kesehatan mental yakni
pengobatan (kuratif), pencegahan (preventif), dan pembinaan
(konstruktif).
Langkah pengobatan ialah usaha yang ditempuh
untuk menyembuhkan dan merawat orang yang mengalami gangguan kejiwaan,
sehingga ia dapat menjadi sehat dan wajar kembali. Langkah pencegahan
adalah metode yang digunakan untuk menghadapi diri sendiri dan orang
.lain, guna meniadakan atau mengurangi terjadinya gangguan kejiwaan
sehingga ia dapat menjaga dirinya dan orang lain dari kemungkinan jatuh
kepada kegoncangan dan ketidaktentraman batin. Usaha ini, di samping
usaha pribadi seseorang, juga termasuk usaha pemerintah dan masyarakat
dalam memperbaiki dan mempertinggi sistim kebudayaan dan peradaban.
Langkah
pembinaan di samping bertujuan untuk menjaga kondisi mental yang sudah
baik, juga meliputi cara yang ditempuh orang untuk meningkatkan rasa
gembira, bahagia dan kemampuannya dalam mempergunakan segala potensi
yang ada seoptimal mungkin, seperti apa yang dilakukan orang dalam
memperkuat ingatan, fantasi, kemauan, dan kepribadian.
Kondisi
mental seseorang yang sehat berbanding lurus dengan kedalaman cara
beragamanya. Dia memiliki keimanan yang kokoh, sehingga dia tidak mudah
dirasuki pikiran-pikiran yang tidak wajar. Disinilah diharapkan
berfungsinya ketauhidan dalam diri seseorang. Kita meyakini bahwa dalam
surat al-Ikhlas ayat 2 Allah sudah menjelaskan pada kita bahwa Dialah
sandaran hidup dan tempat kita mengadukan persoalan seluruh masalah
kita.
Tertancapnya keimanan seseorang, akan mengendalikan sifat
emosinya. Dengan tauhid akan mampu menstabilkan tekanan pada amygdale (
system saraf emosi), sehingga emosi selalu terkendali. Emosi yang tenang
terkendali akan menghasilkan optimalisasi pada fungsi kerja God Spot
pada lobus temporal serta mengeluarkan suara hati ilahiah dari dalam
bilik peristirahatannya.
Perlu kita melihat orientasi Spiritualisme Tauhid, yaitu:
1. Ketika terjadi masalah pada dimensi fisik,
2.
Maka akan terjadi rangsangan pada dimensi emosi (EQ). Namun karena
aspek mental telah dilindungi oleh prinsip tauhid, maka emosi akan tetap
tenang terkendali.
3. Akibatnya, suara hati ilahiah pada dimensi spiritual (SQ) bekerja dengan normal.
Keimanan
merupakan solusi untuk menentramkan jiwa. Sehingga dapat membentengi
jiwa dari segala pengaruh negatif. Berbicara tentang keimanan tidak
terlepas dari ajaran agama Islam. Menurut Hasan al-Banna sebagaimana
dikutip oleh Yahya Jaya, bahwa agama Islam merupakan semulia-mulia
jalan bagi perbaikan dan pembinaan jiwa manusia, karena ajaran agama
memenuhi kebutuhan jiwa dan mengendalikan manusia dalam pemenuhan
kebutuhan jiwanya.
Untuk lebih jelasnya Psikologi Agama sudah memberikan solusi dalam masalah gangguan jiwa ini yaitu metode Tazkiyatul Nafs.
a. Tazkiyatul al-Nafs sebagai Metode Bimbingan dan konseling dalam Agama Islam.
Tazkiyah
memiliki dasar yang kuat dan mantap dalam agama Islam. Dalam al-Qur’an
ditegaskan bahwa tazkiyah adalah misi utama risalah para rasul Allah,
pokok pangkal ketaatan manusia, tujuan tertinggi kehidupan jiwa orang
yang beriman dan bertaqwa serta padanya banyak bergantung kebahagian
dan kesesengsaraan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Seperti yang
dijelaskan al-Qur’an:
Artinya: Sesungguhnya
Allah SWT telah member karunia kepada orang-orang yang beriman, ketika
Allah megutus kepada mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri,
yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, menyucikan jiwa mereka
(tazkiyah) serta mengajarkan kepada mereka al-kitab dan al-hikmah.
Sesungguhnya sebelum kedatangan rasul, mereka benar-benar berada dalam
kesesatan yang nyata. ( Ali Imran ayat 164) .
Dalam penyucian
jiwa tersebut tidak terlepas dari peranan al-Qur’an sebagai panduan
hidup umat Islam. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam berfungsi
sebagai petunjuk, obat, rahmat, dan mau’izat (pengajaran) bagi kehidupan
jiwa manusia dalam menuju kebahagiaan dan peningkatan kualitasnya
sebagaimana yang ditegaskan oleh ayat berikut:
Artinya:
sesunguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang
lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang
mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka adalah pahala yang besar. (QS.
Al-Isra’ 9)
Berdasarkan ayat tersebut dipahami bahwa untuk
pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan
bahagia mesti dekat dengan agama. Dengan dalamnya jiwa keagamaan
seseorang maka dia akan memiliki jiwa yang sehat. Kebahagian dan
ketenangan hidup akan diraih dengan diamalkannya tuntunan Ilahi.
b. Psikoterapi dalam penanganan gangguan kejiwaan (kesurupan)
Psikoterapi
berarti penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental atau
kesulitan-kesulitan penyesuaian diri setiap hari. Metode dan teknik
psikoterapi biasanya dilakukan dengan wawancara. Dalam wawancara,
penderita dibimbing ke sasaran yang antara lain mengubah pola kelakuan
penderita dengan jalan menunjang perkembangan positif pada
kepribadiannya dengan menghilangkan hambatan dalam kepribadiannya.
Teknik
utama yang digunakan oleh para psikoterapis mencakup interview
kedalaman, pengkodisian, sugesti dan penafsiran. Pengusahaan komunikasi
yang akrab,baik monologis maupun dialogis, antara terapis dengan
pasiennya. Dalam kondisi demikian pasien didorong serta diberanikan
untuk mendiskusikan segala kecemasan dan pengalamannya yang paling intim
(rahasia) tanpa ada pertimbangan moral atau kritsme di pihak terapis.
Sebaliknya, terapis memperlihatkan sikap yang hangat dan memahami
keadaan pasien atau kliennya untuk mengekspresikan diri serta
meminimalisir rasa malu.
Dari uraian tersebut dapat dipahami
bahwa psikoterapi merupakan upaya pengobatan dan pemulihan kesehatan
(fisik, psikis, iman dan kalbu) orang yang terganggu atau sakit melalui
bantuan kejiwaan. Sehingga terciptalah pribadi yang kokoh secara emosi
dan kematangan jiwanya.
F. Kesimpulan
Kesurupan merupakan
reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi disosiasi atau reaksi yang
mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di
sekitarnya, yang disebabkan oleh tekanan fisik maupun mental
(berlebihan). Tetapi kalau kesurupannya massal, itu melibatkan sugesti.
Reaksi disosiasi dapat terjadi secara perorangan atau bersama-sama,
saling memengaruhi, dan tidak jarang menimbulkan histeria massal.
Kesurupan
hannya terjadi pada diri orang yang memiliki jiwa yang lemah, sehingga
ketika mendapat tekanan tidak mampu untuk mengatasinya. Orang yang
lemah dari segi jiwa atau mental melepaskan ketidak berdayaanya dengan
tanpa disadarinya masuk ke dalam bawah sadarnya. Ketika berada dalam
wilayah bawah sadarnya tersebut terjadilah letupan-letupan emosinya yang
tertahan selama ini. ketika hal itu terjadi, diiringi dengan daya
kekuatan yang lahir dari dorongan kejiwaannya. Dia meronta dan melabrak
orang disekelilinginya. Saat ini yang terjadi adalah dia berada dalam
alam bawah sadar.
Dengan demikian dipahami bahwa kesurupan merupakan
sebab dari lemahnya jiwa seseorang dalam menghadapi realitas social.
Menurut penulis kesurupan yang marak terjadi bukanlah akibat diri
seseorang dirasuki oleh jin. Namun justru karena adanya letupan emosi
bawah sadarnya.
Kesurupan jangan dipelihara. Bagaimanapun ini
merupakan masalah kejiwaan. Oleh karenanya solusi bagi masalah ini
adalah bagaimana kita menciptakan jiwa yang sehat. Dengan kondisi yang
sehat dan tenang akan membuat diri seseorang memiliki ketahanan di dalam
menghadapi kerasnya hidup ini. Jiwa yang tenang hanya akan didapat dari
ajaran-ajaran agama. Pengamalan ajaran agama akan menjauhkan seseorang
dari keputus asaan.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Abdul Mujib, Kepribadian Dalam Psikologi Islam, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006)
AN. Ubaedy dan Abdul Kohar-Majalah Edukasiah, ttp://www.voa-islam.com/news/se-asia/2009/07/22/420/.
Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power, (Jakarta: Arga, 2004)
Departemen Agama, Al-Qur’an dan terjemahnya, (Jakart: PT Syaamil Cipta Media, 2004)
Detik.com (25/3/2006).
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002)
Htt/ id.shvoong.com/social/sciences
Ramayulis, Psikologi Agama, (Jakarta: Kalam Mulia, 2004)
Siswanto, Kesehatan Mental; konsep, Cakupan dan Perkembangannya, (Yogyakarta: Andi Offset, 2007)
http://andrew-setiawan.blogspot.com/2009/02
Setiyo Purwanto, Kesurupan dalam tinjauan psikologi Islam, Google. Com, 19 Desember 2008
Winarno Surakhmad, Murray Thomas, Perkembangan Pribadi dan Keseimbangan Mental, (Bandung: Jemmars, 1980)
www.religion-cult.com
Wallace, Alfred Russel. On Miracles and Modern Spiritualism: Rise of Victorian Spiritualism. United Kingdom: Routledge, 2001
Walker,
Sheila S. Ceremonial spirit possession in Africa and Afro-America:
Forms, meanings, and functional significance for individuals and social
groups. Brill Archive, 1973
Yahya Jaya, Bimbingan Konseling Agama Islam, ( Padang: Angkasa Raya, 2004)
Yahya Jaya, Spritualisasi; dalam menumbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan Mental, (Jakarta: CV Ruhama, 1994)
Zakiah Darajat, Perawatan Jiwa, (Jakarta: Bulan Bintang, 1977)
Zakiah Daradjat, Kesehatan Mental, (Jakarta: CV Haji Masaagung, 1969)
MAKALAH
Psychological Shock and “ Kesurupan” : First Aid and Emergency Care in Psychology Of Islam
Dipresentasikan pada Perkuliahan Psikologi Agama Islam
Disusun oleh:
EFRIZAL
NIM: 088091168
Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. Yahya Jaya, MA
PROGRAM PASCASARJANA KOSENTRASI PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG 1431 H/ 2010 M
Apa tujuan hidup kita di dunia ini? Mengapa kita ada di dunia ini? Lalu kemana kita akan pergi?
Senin, 09 Juli 2012
Sabtu, 05 Mei 2012
RIP for my beloved Cat
Hari ini, Sabtu, 05 Mei 2012. Aku kaget saat membuka SMS dari saudara perempuanku. Pesan yang sangat singkat. "Kak Hib, Huckly sudah meninggal." Langsung saja berdetak kencang jantungku. Aku tidak menyangka secepat itu kucing kesayanganku itu meninggal. Baru saja kemarin dapat kabar kalau dia lagi sakit. Aku tau dia sudah tua, dan suatu saat pasti akan meninggal, tapi rasa sedihku tetap tak bisa dibendung saat mendengar kabar itu..
Terbayang, tak kan ada lagi panggilan "Huckly...Huckly.." Terbayang saat dia slalu manja dan mengeong kalau minta makan.. Terbayang saat dia berteriak-teriak kala dimandikan di kamar mandi.. Terbayang saat pertama kali aku bawa dia pulang ke rumah dari rumah saudaraku.. Waktu itu aku dan dia masih sama-sama kecil.. Kumasukkan ke karung, dan kuikat di boncengan sepeda ontelku.. Dia berteriak-teriak.. Aku waktu itu masih SD entah SMP gitulah..yg jelas belum SMA.. Sungguh, sudah lama juga ternyata Huckly menjadi bagian dari keluargaku..
Dia kucing yang pintar dan setia pada tuannya. Dia bahkan sangat mengenali kami meski sedang berada jauh dari luar rumah. Dia selalu menyapa saat jumpa di jalan, bahkan ketika kami tidak melihatnya..tapi dia tidak mau menyapa orang lain..tapi kalau orang tersebut memanggil namanya, baru dia menjawab.. Bahkan di tempat keramaian, dia mengenali kami.. Dia juga pernah meyelamatkan bapak dari seeokor ular, waktu itu ada ular, tapi bapak tidak melihatnya, nah si Huckly inilah yang memberitahu..Yang lebih mengagumkan, tidak sedikit orang yang mengenal Huckly ini, kalau dari sanak keluargaku, semuanya mengenalnya..bahkan tetangga-tetanggaku sangat mengenalnya.. Mengapa bisa begitu? Itu karena kami sangat sayang kepadanya.. Kami sangat menyayangi binatang, lebih-lebih kepada hewan peliharaan seperti kucing..nah tapi sebenarnya yang tidak begitu suka, adalah ibuku, tapi aku tau, jauh di lubuk hati ibuku, sebenarnya juga sayang..hanya saja ibuku tidak begitu menampakkan rasa sayangnya..buktinya, ibuku juga mau memberi makan saat kucing-kucingku lapar..hehehehe..
Tapi kini, Huckly hanya tinggal kenangan.. Semua kenangan itu akan terkubur seiring dengan dikuburnya si Huckly, tapi aku yakin, aku tidak akan melupakannya.. Dari kecil aku sudah mengenalnya..dan untungnya, masih ada foto-fotonya yang bisa mengobati kerinduan.. Akan tetapi yg masih membuat aku sedih, aku tidak bisa melihatnya di hari terakhir dalam kehidupannya.. Aku juga tidak bisa menyaksikan pemakamannya.. Aku sedang berada jauh dari Huckly.. Oh Huckly kucingku..maafkan aku..
Mungkin anda akan menafsirkan perasaanku ini terlalu lebay, berlebihan dan dibuat-buat.. Sungguh aku tidak begitu.. Anda tidak akan pernah bisa merasakan kalau anda tidak menyayangi binatang dan hobi memelihara binatang.. Apalagi bagi anda yang sangat membenci binatang.. Sudah aku jelaskan, aku memelihara Huckly dari kecil hingga tua, dan itu bukan waktu yang singkat.. Aku rasa hampir 10 tahun ada..
Akhirnya, jika ada pertemuan, pasti ada perpisahan.. Dan itulah yang kini aku alami.. Walau hanya dengan seekor kucing, tapi itu sesuatu yang sangat berharga. I love my Huckly.. Berharap sekali Allah mempertemukan kami di Surga kelak. Andai saja.. :'(
Senin, 30 Januari 2012
Ayo Jangan Sampai Ketinggalan..
6 Langkah Memahami WAZZUB
1 - Google
Anda pasti tahu perusahaan seperti Google atau Yahoo!. Dan Anda pasti
tahu juga berapa banyak yang mereka peroleh. Tidak tahu? Berikut adalah
jawabannya: Mereka mendapatkan miliaran Dollar setiap tahunnya (Google
mendapat $ 29.000.000.000 HANYA pada tahun 2010) itu berkat KITA yang
menggunakan layanan mereka. Google menawarkan banyak layanan. Tapi 95%
dari pendapatannya ($ 27.550.000.000) berasal dari hanya SATU layanan
saja: mesin pencari milik mereka yang terkenal, Google Search. Setiap
user yang menggunakan Google Search membuat Google mendapatkan sekitar 1
$ / hari. Bayangkan jika Anda bisa mendapatkan hanya 0.001% dari
penghasilan Google Search: $ 275.000/Tahun (sekitar $ 23.000/bulan).
Masalahnya adalah: Anda tidak akan mendapatkannya karena Google
menyimpan SEMUA penghasilannya untuk dirinya sendiri.
2 - Wazzub, "Revolusi Pengguna"
Pada tahun 2007, seseorang berpikir: "Kami, para pengguna membuat
mereka mendapatkan miliaran dan kami tidak mendapatkan satu sen-pun. Itu
sangat menjijikkan ". Maka Lahirlah WAZZUB. Wazzub adalah mesin
pencari, seperti Google, yang akan memberikan Anda uang untuk merujuk
orang ikut bergabung menjadi Membernya. Anda akan mendapatkan $ 1/bulan,
SEUMUR HIDUP, untuk setiap user yang bergabung dengan Wazzub
menggunakan link referral Anda. Dan Anda juga mendapatkan $ 1/bulan,
SEUMUR HIDUP, setiap kali seseorang bergabung dengan kelompok Anda
(misalnya: Anda akan mendapatkan $ 1 jika teman Anda mengundang
seseorang untuk bergabung, tetapi Anda juga akan mendapatkan $ 1 jika
teman dari teman Anda itu mengajak seseorang untuk ikut bergabung juga,
dst ..).
Anda dapat mencoba kalkulator mereka untuk melihat
bagaimana hal itu dapat dengan mudah untuk mendapatkan $ 4000/bulan
tanpa usaha apapun. Anda hanya perlu mengajak 5 orang untuk melakukan
hal yang sama dalam 5 tingkatan. Hal ini dapat dilakukan dengan cepat
& mudah hanya dengan memberitahu teman-teman Anda dan dengan
mem-posting di forum di Internet seperti yang saya lakukan saat ini.
4000 $ / bulan, SEUMUR HIDUP, hanya untuk memberitahu teman Anda untuk
bergabung sebuah website. Kedengarannya luar biasa, bukan? Dan itu
kenyataan.
3-Mengapa Wazzub membayar begitu banyak untuk penggunanya?
Anda mungkin bertanya-tanya mengapa Wazzub membayar Anda untuk mengajak
orang untuk bergabung. Sebenarnya, jawabannya cukup sederhana: semakin
banyak pengunjung yang mereka dapatkan, semakin banyak mereka dibayar.
Ingat, Google mendapat $ 1 per pengguna PER HARI. Wazzub akan membayar
Anda $ 1 per pengguna PER BULAN. Jadi masih menguntungkan untuk Wazzub.
4 - Ambil keputusan Anda
Anda harus mengambil keputusan dengan sangat cepat: bergabung sekarang,
mulai memberitahu teman-teman Anda dan dapatkan $ 50, $ 1000, $ 4000
atau bahkan lebih per bulan selama seluruh hidup Anda. Atau menunggu dan
melihat apakah WAZZUB itu benar-benar legit ... Tapi hati-hati: Wazzub
tidak akan membagi hasil pendapatannya untuk anggota yang bergabung
setelah April, 9, 2012.
Sebenarnya, mereka menganggap bahwa
setelah 3 bulan ini mereka akan memiliki cukup anggota dan mereka tidak
harus membayar untuk mendapatkan lagi anggotanya secara lebih dan lebih.
Jadi bergabung SEKARANG, GRATIS, dan ajaklah orang-orang yanglebih
banyak sebelum April, 9 2012. Setelah itu, akan terlambat. Anda memiliki
3 bulan untuk mengubah hidup Anda.
5 - Tidak ada lagi yang perlu dikatakan, saatnya untuk mendaftar
Anda harus, dan Anda tidak akan membayar apa-apa untuk medaftar. Benar-benar GRATIS.
Klik Disini masukkan email & data-data Anda , klik tombol "Join"l dan ... hanya Itu saja.
Kemudian, Anda akan segera menerima email dengan informasi penting dan link referral Anda.
6- Beritahu semua orang tentang Wazzub
Hal penting untuk diingat adalah: semakin cepat Anda untuk mem-posting
di forum, memberitahu teman-teman Anda, dll .. orang-orang akan
mendaftar dengan link referral ANDA.
Wazzub sangat lah baru. Anda
akan menjadi salah satu orang pertama di dunia untuk tahu tentang hal
itu. Jangan membuang kesempatan ini.
Link Registrasi http://signup.wazzub.info/?lrRef=09f27
Langganan:
Postingan (Atom)
