Bicara masalah Hantu, ah..sama sekali tidak membuatku takut. Bukan sombong atau apa, sejak dari kecil di lingkungan keluargaku, sudah ditanamkan suatu pengertian bahwa Hantu itu tidak ada. Akan tetapi sebagai manusia biasa, tentu aku tetap memiliki rasa takut, namun rasa takutku ini tentu tidak berlebihan, aku hanya akan takut saat malam hari melewati Kuburan, karena menurutku, walau bagaimanapun Kuburan itu tempat orang-orang yang sudah meninggal, kita juga percaya ada siksa kubur, mungkin itu yang membuatku takut. Aku bukan takut karena di kuburan itu ada Hantu, bukan, sama sekali bukan itu yang aku takutkan.
Aku prihatin mengetahui bahwa banyak orang percaya Hantu. Aku juga sedih banyak orang yang percaya hal-hal mistis. Padahal kita juga tau, hal-hal seperti itu adalah syirik, dan Allah tidak mengampuni dosa syirik. Entahlah aku juga bingung. Aku sama sekali tidak menyalahkan orang yang pernah mengalami kejadian mistis di luar jangkauan akal sehat, katanya. Bisa saja yang dia alami itu adalah benar, maksudnya memang dia merasa mengalami hal itu. Tapi aku tidak percaya kalau yang dialaminya itu terus kita simpulkan hal mistis, pasti ada pemecahan yang rasional di dalamnya. Misalnya saja ada seorang teman bercerita dia pernah dijumpai Hantu, dan dia benar-benar ketakutan. Tentu aku mempercayai apa yang dia alami tersebut, belum tentu dia bohong, karena dia merasa benar telah mengalami hal itu. Yang tidak aku percaya adalah, belum tentu yang menjumpai dia itu adalah Hantu. Bisa saja saat itu, si teman saya dalam keadaan kesehatannya kurang baik, atau sebenarnya dia sedang berhalusinasi, atau mungkin bisa saja sebenarnya dia bermimpi, tapi menurutnya dia tidak bermimpi. Pernah terpikir tidak, kenapa biasanya yang bisa melihat Hantu adalah hanya satu orang, padahal sebenarnya saat itu dia sedang bersama teman-temannya? Kenapa saat bersamaan, teman-temannya tidak melihat? Jelas karena memang hal tersebut bukan Hantu. Artinya apa? Yang merasakan hal tersebut hanyalah satu orang, dan orang ini, bisa jadi adalah orang yang sangat takut, pikiran dia sudah kacau, jadi apapun yang dilihatnya bisa saja berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan, dan dia menyimpulkan itu adalah Hantu.
Aku menjadi ingat, ada seorang anak kecil tetanggaku sedang mengantarkan sesuatu ke tetangganya. Waktu itu malam hari. Suasana juga gelap. Dia ditemani keponakannya yang juga masih kecil. Waktu jalan pulang, di pinggir jalan, mereka melihat sesuatu yang menyeramkan, 'makhluk' tersebut memiliki mata yang bernyala, tentu saja mereka ketakutan dan berlari terbirit-birit.. Keesokan harinya, mereka memastikan apa benar ada Hantu di tempat tersebut. Dan alangkah terkejutnya mereka, rupanya yang mereka lihat adalah batang kayu mati dan ada jamur yang hidup disitu. Jamur tersebut memang bernyala saat malam hari. Mereka sadar, bukan Hantu yang mereka lihat malam itu.
Kelihantannya cerita di atas sedikit konyol, tapi itu adalah salah satu contoh, bahwa bukan Hantu yang menakuti kita, tetapi perasaan kita sendiri yang menciptakan Hantu. Bisa kita banyangkan, sebenarnya kejadian tersebut banyak sekali dialami oleh orang, cuma saja tentu berbeda bentuk dan proses kejadiannya. Masih mending tetangga saya itu mencari tahu kebenarannya dan mendapatkan jawabannya. Coba yang dialami oleh orang lain, jika mereka tidak mendapatkan jawaban, tentu secara otomatis mereka akan menganggap hal itu adalah Hantu. Ah..lagi-lagi Hantu dijadikan kambing hitam.
Lalu, Hantu itu apa? Menurutku, Hantu tidak lebih dari kreasi manusia. Hantu itu buatan manusia. Kenapa aku mengatakan begitu, coba kita pikir, kalau Hantu bukan buatan manusia, lalu kenapa setiap daerah memiliki jenis dan nama Hantu yang berbeda-beda. Jelas disini, Hantu sama halnya hasil budaya manusia. Kita tahu, setiap daerah memiliki budaya masing-masing, dan tepat sekali, Hantu juga mirip dengan budaya. Enggak percaya, di Cina ada Vampir, di Amerika Zombie, trus di Indonesia ada Kuntilanak. Bahkan di satu negara saja ada bermacam-macam jenis dan bentuk Hantu. Enggak usah jauh-jauh, di Indonesia ada banyak jenis, bentuk, dan nama Hantu.. Siapa yang tidak tahu kalau Indonesia memiliki berbagai macam budaya, oleh karena itu, Hantunya juga macam-macam. Mungkin ada yang membantah, ya jelas donk, kan masing-masing daerah memiliki bahasa masing-masing, tentulah berbeda. Saya jawab, memang nama Allah itu sendiri berbeda ya disetiap daerah? Siapapun dan dimanapun orang yang beragama Islam, akan mengatakan kalau Tuhan mereka adalah Allah, karena memang Allah bukan buatan manusia. Lagipula, bukan hanya beda nama Hantu loh yang saya maksudkan, tapi ini masing-masing daerah juga berbeda bentuk dan sifat Hantunya.
Satu hal lagi, aku sangat prihatin akan siaran televisi yang menayangkan kisah-kisah tentang Hantu. Sungguh, hal ini yang benar-benar merusak cara pandang orang. Orang menjadi percaya kalau Hantu itu ada. Aku juga sangat benci oleh orang-orang yang sok pintar dan mengaku bisa melihat hal gaib dan masa depan, seperti Dukun, Paranormal dan sejenisnya. Sungguh, aku sangat benci oleh mereka. Mereka tidak lebih dari seorang penipu dan pembohong. Jelas, itu semua karena mereka memang butuh uang, makanya begitu, atau mereka ingin dianggap orang hebat dan ingin terkenal.
Bukankah kita sudah tau kalau Al-Qur'an menjelaskan kalau tidak ada satu orangpun di dunia ini yang mengetahui perkara gaib??? Jadi kalau pembaca sekalian mempercayai orang-orang yang banyak bercerita kalau mereka bisa melihat sesuatu yang gaib, masa depan..pembaca sekalian sedang ditipu oleh orang-orang tersebut. Emang enak ditipu dan kehilangan uang? Kalaupun toh terkadang apa yang mereka ucapkan itu terkadang benar-benar terjadi, kita harus yakin itu hanyalah kebetulan, juga apa pembaca sadari, jangan-jangan 'kebetulan' disitu justru adalah cobaan dari Allah swt? Allah menguji kita, bagaimana tingkat kepercayaan kita kepada orang-orang tersebut, jangan-jangan kita benar-benar semakin percaya saja, dan kalau hal ini terjadi, nauzubillah..kita benar-benar jatuh ke lembah kesyirikan. Sebagai contoh, pawang hujan. Langit yang tadinya benar-benar mendung mau hujan, setelah dimantrai oleh pawang hujan, ternyata tidak jadi hujan. Langit kembali cerah. Hmm..siapa sangka itu adalah ujian Allah? Allah menguji kita, gimana kepercayaan kita kepada pawang hujan itu? Kita tahu, yang menjadikan mendung, kemudian tidak hujan hanyalah Allah semata, bukan pawang hujan.. Jadi disinilah sebenarnya keimanan kita diuji. Pawang hujan sama sekali tiada daya upaya melakukan itu semua.
Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang-orang yang begitu, yang selalu mengkambing hitamkan Hantu yang sebenarnya tidak ada, dan orang-orang yang percaya pada orang-orang yang mengaku bisa melihat perkara gaib. Amien.. Oke lain kali aku sambung lagi ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar