- Kebenaran itu yang ada wujudnya, ini yang disebut Materialisme.
- Kebenaran itu realita, ini yang disebut Positivisme.
- Kebenaran itu kalau agama gak dibawa-bawa dalam urusan negara, ini yang disebut Sekularisme.
- Kebenaran itu kontekstual, ini yang disebut Hermeneutika.
- Kebenaran itu sesuai kata media, ini yang disebut Mbebekisme.
- Kebenaran itu yang enak2 dan yang senang2 saja, ini yang disebut Hedonisme.
- Kebenaran itu relatif, ini yang disebut Relativisme.
- Kebenaran itu sumbernya dari manusia, ini yang disebut Humanisme.
- Kebenaran itu ada pada semua agama. Ini yang disebut Pluralisme.
- Kebenaran itu bebas sebebas2nya, asal tidak menganggu orang lain. Ini yang dinamakan Liberalisme.
- Kebenaran itu "pokoknya". Ini yang disebut Fanatisme.
- Kebenaran itu yang menguntungkan diri sendiri. Ini yang disebut Oportunisme.
- Kebenaran itu beda antara hati dan bibir. Ini yang dinamakan Munafiq.
- Kebenaran itu mengikuti tradisi nenek moyang. Ini yang dinamakan gagal move on.
- Kebenaran itu istri kerja, suami jaga rumah. Ini yang dinamakan emansipasi.
- Kebanaran itu ditentukan dan didukung oleh mayoritas. Ini yang dinamakan demokrasi.
- Kebenaran itu Jokowi. Kalau ini apa ya namanya ? :D
Untungnya Islam sudah punya definisi sendiri tentang kebenaran. Jadinya saya plong dan gak ada kecamuk di logika saya. Nyala senyala-nyalanya nalar dan logika saya ketika harus dihadapkan dgn sesuatu yang kontradiktif, sehingga bisa menolak dan membantah. Qad tabayyanar rusydu minal ghay. -- Sesungguhnya jalan yang lurus (benar) dan jalan yang sesat sudah jelas. B-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar