Senin, 01 Februari 2016

Apa Sih "Kebenaran" Itu ?

Banyak orang ngarang2 tentang definisi "kebenaran". Maka itu logikanya jadi semrawut. Sehingga kecamuk logika di kepalanya mudah dibantah.

  • Kebenaran itu yang ada wujudnya, ini yang disebut Materialisme.
  • Kebenaran itu realita, ini yang disebut Positivisme.
  • Kebenaran itu kalau agama gak dibawa-bawa dalam urusan negara, ini yang disebut Sekularisme.
  • Kebenaran itu kontekstual, ini yang disebut Hermeneutika.
  • Kebenaran itu sesuai kata media, ini yang disebut Mbebekisme.
  • Kebenaran itu yang enak2 dan yang senang2 saja, ini yang disebut Hedonisme.
  • Kebenaran itu relatif, ini yang disebut Relativisme.
  • Kebenaran itu sumbernya dari manusia, ini yang disebut Humanisme.
  • Kebenaran itu ada pada semua agama. Ini yang disebut Pluralisme.
  • Kebenaran itu bebas sebebas2nya, asal tidak menganggu orang lain. Ini yang dinamakan Liberalisme.
  • Kebenaran itu "pokoknya". Ini yang disebut Fanatisme.
  • Kebenaran itu yang menguntungkan diri sendiri. Ini yang disebut Oportunisme.
  • Kebenaran itu beda antara hati dan bibir. Ini yang dinamakan Munafiq.
  • Kebenaran itu mengikuti tradisi nenek moyang. Ini yang dinamakan gagal move on.
  • Kebenaran itu istri kerja, suami jaga rumah. Ini yang dinamakan emansipasi.
  • Kebanaran itu ditentukan dan didukung oleh mayoritas. Ini yang dinamakan demokrasi.
  • Kebenaran itu Jokowi. Kalau ini apa ya namanya ? :D

Untungnya Islam sudah punya definisi sendiri tentang kebenaran. Jadinya saya plong dan gak ada kecamuk di logika saya. Nyala senyala-nyalanya nalar dan logika saya ketika harus dihadapkan dgn sesuatu yang kontradiktif, sehingga bisa menolak dan membantah. Qad tabayyanar rusydu minal ghay. -- Sesungguhnya jalan yang lurus (benar) dan jalan yang sesat sudah jelas. B-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar