Mari Dewasa Menyikapi Perbedaan
- Harusnya biasakan saja mendiskusikan perbedaan, karena ia seharusnya bukan titik tengkar. Cuma titik beda aja.
- Jika
orang punya kedewasaan berpikir maka titik beda antara Islam &
Kristen yang saya ungkapkan, tidak akan dianggap sebagai titik tengkar.
- Kita harus terbiasa dengan perbedaan, yang berbeda tetaplah dianggap berbeda. Jangan dipaksa sama.
- Kita harus belajar lapang dada membiakan sesuatu yang berbeda dianggap berbeda.
- Jangan tabu mendiskusikan yang berbeda, mari kita dewasa.
- Mendiskusikan hal yang berbeda tidak perlu berujung caci maki kok, mari biasakan hidup dalam perbedaan.
- Perbedaan
Islam & Kristen itu hal biasa untuk didiskusikan, tak perlu
berujung caci maki atau pertengkaran. Syaratnya dewasa dalam berpikir.
- Mendiskusikan
sesuatu yang berbeda jangan dianggap sebagai ancaman persatuan, sebab
ancaman justru karena gak sanggup menyikapi perbedaan.
- "Dah urus agama masing2 aja mas Yong" | Ini ciri orang2 yang gak sanggup hidup damai dalam perbedaan.
- Saya
miris dgn orang2 yang merespon dgn caci maki, miris bukan karena saya
dicaci maki, tapi miris karena banyak orang gak siap hidup damai dalam
perbedaan.
- Sikapi saja perbedaan dgn tenang, santun dan kepala dingin. Damai lah dunia.
- Saya membahas agama lain tanpa caci maki, lagipula untuk apa caci maki ? Apa mendiskusikan perbedaan harus pakai caci maki ?
- Andaikan semua orang lapang dada dengan perbedaan, dan tidak memaksakan untuk sama, maka dunia ini damai.
- Yang berbeda, tetaplah anggap berbeda. Biarkan berbeda. Jangan disama-samakan, jangan dipaksa sama.
- Berbeda tak harus berakhir dengan tengkar dan caci maki. Beda itu soal biasa.
- Titik beda jangan dijadikan titik tengkar. Diskusikan saja dgn akal terbuka dan hati yang lapang.
- Perbedaan itu asyik kok untuk didiskusikan. Tidak perlu jadi ajang pertengkaran dan caci maki. Mari belajar dewasa.
- Membicarakan agama lain dalam konteks ilmiah itu hal biasa. Jangan dijadikan ruang tengkar.
- Jangan takut dgn perbedaan. Jangan semua dipaksa sama. Bhinneka Tunggal Ika.
- Jangan tabukan perbedaan. Hal biasa ini. Terlalu banyak hal berbeda di dunia. Laki perempuan, hitam putih, muslim kafir dst.
- Mendiskusi perbedaan agama2 itu hal biasa. Tak perlu disikapi dgn emosi dan caci maki. Mari lapang dada dgn perbedaan.
- Perbedaan itu asyik kok. Belajar lah untuk hidup dalam perbedaan.
- Yang bilang semua agama sama adalah orang2 yang gak siap dengan perbedaan. Yang berbeda dianggap sama.
- Yang bilang semua agama sama gak cukup dewasa untuk menerima realita perbedaan.
- Bilang semua agama sama adalah tindakan memanipulasi diri karena tak sanggup menerima kenyataan perbedaan.
- Ada
tinggi ada rendah, ada benar ada salah. Yang tinggi tak perlu dipaksa
mengakui dia rendah, yang salah tak perlu dipaksa jadi benar.
- Ada
kosong ada berisi, ada baik ada buruk. Kita tidak perlu memanipulasi
pikiran kita sehingga menganggap kosong itu berisi, dan menganggap buruk
itu baik.
- Kosong tetaplah dianggap kosong, isi tetaplah dianggap isi. Jangan paksa kosong = berisi, terimalah perbedaan dgn lapang.
- Baik tetaplah dianggap baik, buruk tetaplah dianggap buruk, jangan paksakan bahwa baik = buruk. Perbedaan itu wajar.
- Jangan
paksa sesuatu selalu sama. Ada panjang ada pendek, ada asli ada palsu.
Yang panjang tetaplah divonis panjang, yang palsu tetaplah divonis
palsu.
- Mengatakan Islam benar dan agama lain salah itu hal biasa. Perbedaan itu wajar. Jangan dianggap titik tengkar.
- Jangan paksa berimajinasi bahwa semua benar. Jangan takut dgn perbedaan.
- Memaksa diri menganggap semua sama adalah bentuk manipulasi karena tak sanggup menerima perbedaan.
- Beda adalah beda. Jangan dipaksa sama.
- "Jangan menilai orang dgn persepsi Anda sendiri mas Yongky" | Lhoh, jangan menilai saya dgn persepsi Anda sendiri dong. :D
- Cara
paling mudah membantah argumen orang lain adalah menemukan kontradiksi
logika antara pendapatnya yang satu dgn pendapat yang lain.
- Akal itu punya sifat harus menerima sebab akibat dan menolak kontradiksi. Untuk membantah argumen lawan, pakailah prinsip ini.
- Gimana
cara meruntuhkan argumen lawan debat ? Identifikasi argumen yang
melawan fitrah akal. "Ketiadaan sebab akibat" atau "kontradiksi".
- Kita
gunakan pisau akal untuk mruntuhkan argumen lawan debat. Akal punya
fitrahnya. Sehingga ketika melawan fitrah, saat itulah argumen lawan
jatuh.
- Menemukan kontradiksi dalam argumen lawan adalah cara paling ampuh meruntuhkan argumennya. Akal gak bisa berkelit.
- Tips satu lagi tentang debat: lugas dan tahan saja, jangan mbulet. Taktis. Semakin mbulet, maka semakin terlihat gak paham.
- "Jangan
ngomongin keyakinan orang lain nanti menyakiti hati orang". |
Pekerjaan nabi tiap hari mengkoreksi keyakinan orang lain dan mengajak
pada Islam.
- Menunjukkan 1+1+1=1 itu salah akan sangat
menyakitkan bagi yang memegang tradisi bahwa itu benar. Tapi jangan
lelah untuk ngasih tahu.
- Al-Qur'an itu mengkoreksi keyakinan2 yang salah, dan Rasulullah penyampainya. Kebenaran itu menyakitkan bagi yang salah.
- Benar itu tidak menyakiti hati orang lain. Ini sih namanya #AsalBapakSenang
- Jika
pikiran terbuka maka mudah seseorang menerima koreksi 1+1+1=1 itu
salah, tapi kalau fanatik nenek moyang maka akan sakit hati.
- Lantas
karena yang yakin 1+1+1=1 itu sakit hati ketika saya koreksi, maka saya
salah ? Maka saya dianggap benci pada yang salah ?
- Justru
karena amat sangat cinta pada orang2 yang yakin 1+1+1=1 inilah saya
terus tanpa lelah mengingatkan nahwa itu salah. Semoga suatu hari paham.
- Jadi
jangan menganggap saya yangg meyakini 1+1+1=3 ini benci dan ingin
menyakiti yang meyakini 1+1+1=1, saya sayang, akrena itu saya ingatkan.
- Kasihan jika ada orang tua memberi tahu kesalahan anak, lalu dianggap sebagai tindakan menebar kebencian.
- Betul,
anak mungkin akan marah & benci sama orang tua ketika si anak
ditegur saat melakukan kesalahan. Tapi apakah orang tuanya harus
berhenti mengingatkan ? Harus lelah menasehati anaknya ?
- Jadi, jauh sekali bedanya menebar kebencian dan mengkoreksi yang salah. Mengkoreksi yang salah, jauh dari caci maki.
- Yang namanya kebenaran, bagaimanapun dan oleh siapapun disampaikan tetap akan menyakitkan bagi yang menolaknya.
- Perkataan sederhana, "Mas, Tuhan itu Esa, yaitu Allah SWT. Beriman yuk". Ini aja sudah sangat menyakitkan bagi yang menolak.
- "Mas,
dalam Alkitab, Yesus bilang dia utusan Tuhan, percaya yuk dgn
kata2nya". | Bagi yang terbuka akan menerima, tapi bagi yang menolak
akan menyakitkan.
- Tapi kenapa harus merasa tersakiti ? Lha wong saya gak maksa kok, percaya dgn ajakan saya hayuk, gak mau ya udah.
- Orang
yang mengkoreksi orang yang sedang melakukan koreksi orang dgn dalih
menyakitkan yang dikoreksi maka logikanya harus dikoreksi.
- Karena itulah da'wah menjadi berat. Seketika Anda mengajak orang lain beriman, maka seketika itu banyak yang memusuhi.
- Dan pekerjaan da'wah yang utama adalah mengajak orang kafir untuk beriman. Bukan mengajak orang Islam untuk ber-Islam.
- Karena
itulah, para sahabat Nabi menyebar ke seluruh pelosok bumi. Termasuk
disini, akhirnya cahaya Islam ini tiba di Nusantara.
- Jika Rasulullah dan para sahabatnya berpikir "udah yang salah diamkan saja", niscaya Islam gak akan sampai ke kita.
- Bahkan
dulu Rasul sampai berdarah2 mengajak orang kafir untuk beriman.
Diintimidasi, dilempari kotoran unta, bahkan diancam akan dibunuh.
- Caci maki itu masih terlalu remeh dibandingkan apa yang dulu diterima oleh Rasul.
- Jadi, nikmati saja beban sebagai pencerah. Sabar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar