Kita Berbeda, Saya Jelaskan Perbedaannya
- Komparasi konsepsi itu hal biasa. Dewasa yuk.
- Dengan membawa Islam, saya sama sekali gak memerlukan sedikitpun caci maki. Islam punya argumen yang kuat.
- Agamamu bukan agamaku, dan agamaku bukan agamamu. Agama jangan dicampur aduk. Kita berbeda, dan saya jelaskan perbedaannya :))
- Untukmu agamamu, untukku agamaku. Agama jangan dicampur aduk. Saya jelasin bedanya biar gak campur aduk.
- Surah Al Kaafiruun "lakum dinukum waliyadiin" bukan tentang jangan ngurusin agama lain ya.
- Ayat
ini turun ketika Rasulullah diajak untuk berhenti da'wah, dan secara
bergantian dgn kafir Quraisy, beliau diajak untuk menuhankan Allah dan
menuhankan berhala mereka.
- "Hai orang kafir, aku tidak
menyembah apa yang kamu sembah". | Surah Al Kaafiruun itu menolak
ajakan bareng2 menyembah Allah sekaligus menyembah berhala.
- Untukmu agamamu, kita berbeda, jangan dicampur aduk dengan agamaku. Dimana bedanya ? Itu yang saya jelaskan.
- Tidak ada ayat Al-Qur'an yang maknanya tidak mengurusi orang lain dalam arti tidak berda'wah.
- "Lakum dinukum waliyadiin" berarti jangan campur aduk agama. #Pluralisme. "Laa ikraha fid diin" berarti kita tidak boleh memaksa pemeluk lain masuk Islam.
- "Barangsiapa yang ingin (beriman), silahkan beriman, barangsiapa yang ingin kafir silahkan kafir" (Al Kahfi:29)
- Menerima perbedaan agama itu doktrin Islam, tapi kalau menyama2kan yang beda itu baru doktrin JIL.
- JIL mengajarkan semua agama sama, sedangkan saya meluruskan yang beda supaya jangan disama2in.
- Mereka yang menyama2kan semua agama adalah mereka yang tidak siap menerima realita perbedaan.
- Kita harus menyadari perbedaan agama, dan menerima kenyataan berbeda, jangan yang berbeda malah disama2in.
- Menghargai perbedaan agama tidak dengan cara memanipulasi pikiran kita sehingga menganggap semua agama sama.
- Ada
yang beriman dan ada yang kafir. Ada yang muslim dan ada yang
jahiliyyah. Kita harus menganggapnya berbeda. Jangan disama2in.
- Tersinggung dgn kenyataan Islam punya terminologi iman dan kafir adalah sikap tidak bisa menerima perbedaan.
- Jika
Allah mau, Allah bisa menjadikan semua jadi satu umat; beriman semua.
Tapi Allah sudah punya kehendak memberi "free will". Sehingga manusia
berbeda pilihan.
- Free will ini yang membuat respon kita
terhadap ajakan beriman jadi berbeda: ada yang memilih beriman dan ada
yang memilih kafir.
- Jangan ajari Muslim tentang menerima perbedaan, karena Islam itu gurunya toleransi dunia.
- Islam berbeda dgn agama lainnya. Ada iman dan ada kafir, terimalah realita perbedaan ini. Jangan emosi.
- Jadilah pribadi2 yang siap menerima realita perbedaan.
- Allah
sudah kasih "free will" (kebebasan memilih) dalam merespon
perintah-Nya. Konsekuesinya perbedaan: Ada yang percaya (iman), ada
yang ingkar (kafir).
- Menerima perbedaan sudah jadi
nafas setiap Muslim, seperti ikan yang otomatis bisa berenang. Muslim
yang mengajarkan dunia "tidak ada paksaan memilih agama".
- Diskusi tentang perbedaan janganlah dianggap menebar kebencian. Biasakanlah menerima perbedaan, jangan kekanak2an.
- Allah
menciptakan manusia dgn "free will", konsekuensinya ya manusia jadi
berbeda. Konsekuensi perbedaan pilihan juga disiapkan: antara surga dan
neraka.
- Sekitar 800 tahun Islam menguasai Spanyol, Muslim mengajarkan apa arti menerima perbedaan. Tak ada paksaan untuk memilih agama.
- Perbedaan
adalah konsekuensi dari "free will" yang telah Allah berikan. Ada yang
percaya (iman) dan ada yang memilih ingkar (kafir). Biasa aja.
- Kita
gak bisa dan gak boleh maksa semua orang untuk beriman, bahkan Allah
pun tidak memaksa. Kita ajak mereka beriman, dan soal pilihan itu
menjadi hak mereka.
- "Mas, agamamu salah, ikut agama
yang benar yuk, insya Allah kamu selamat". | Kalau gak mau ya gpp,
jangan dipaksa, gak ada paksaan dalam memilih. Bebas.
- Diskusi
perbedaan agama itu hal biasa. Biasakanlah menerima perbedaan. Jangan
emosi dan jangan menebar kebencian dengan mengeluarkan caci maki.
- Tugas
kita cuma ngasih tahu apa ygan selama ini diyakini mereka berbeda
dengan apa yang diajarkan oleh kitabnya sendiri. Gak perlu emosi.
Jangan kekanak2an.
- Bahkan saya dilarang Islam untuk menghina Yesus. Saya justru diperintahkan untuk mengimani semua Rasul, termasuk Nabi Yesus AS.
- Yesus
itu manusia mulia, beliau Rasul Ulul Azmi, Rasul pilihan Allah. Di
dalam Al-Qur'an diceritakan kisahnya. Dan terkait beliau ada 3 surah:
Ali Imran, Al Maidah dan surah Maryam.
- Islam adalah guru dunia soal menerima perbedaan. Jangan khawatir. :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar