Senin, 01 Februari 2016

Kita Berbeda, Saya Jelaskan Perbedaannya

  • Komparasi konsepsi itu hal biasa. Dewasa yuk.
  • Dengan membawa Islam, saya sama sekali gak memerlukan sedikitpun caci maki. Islam punya argumen yang kuat.
  • Agamamu bukan agamaku, dan agamaku bukan agamamu. Agama jangan dicampur aduk. Kita berbeda, dan saya jelaskan perbedaannya :))
  • Untukmu agamamu, untukku agamaku. Agama jangan dicampur aduk. Saya jelasin bedanya biar gak campur aduk.
  • Surah Al Kaafiruun "lakum dinukum waliyadiin" bukan tentang jangan ngurusin agama lain ya.
  • Ayat ini turun ketika Rasulullah diajak untuk berhenti da'wah, dan secara bergantian dgn kafir Quraisy, beliau diajak untuk menuhankan Allah dan menuhankan berhala mereka.
  • "Hai orang kafir, aku tidak menyembah apa yang kamu sembah". | Surah Al Kaafiruun itu menolak ajakan bareng2 menyembah Allah sekaligus menyembah berhala.
  • Untukmu agamamu, kita berbeda, jangan dicampur aduk dengan agamaku. Dimana bedanya ? Itu yang saya jelaskan.
  • Tidak ada ayat Al-Qur'an yang maknanya tidak mengurusi orang lain dalam arti tidak berda'wah.
  • "Lakum dinukum waliyadiin" berarti jangan campur aduk agama. #Pluralisme. "Laa ikraha fid diin" berarti kita tidak boleh memaksa pemeluk lain masuk Islam.
  • "Barangsiapa yang ingin (beriman), silahkan beriman, barangsiapa yang ingin kafir silahkan kafir" (Al Kahfi:29)
  • Menerima perbedaan agama itu doktrin Islam, tapi kalau menyama2kan yang beda itu baru doktrin JIL.
  • JIL mengajarkan semua agama sama, sedangkan saya meluruskan yang beda supaya jangan disama2in.
  • Mereka yang menyama2kan semua agama adalah mereka yang tidak siap menerima realita perbedaan.
  • Kita harus menyadari perbedaan agama, dan menerima kenyataan berbeda, jangan yang berbeda malah disama2in.
  • Menghargai perbedaan agama tidak dengan cara memanipulasi pikiran kita sehingga menganggap semua agama sama.
  • Ada yang beriman dan ada yang kafir. Ada yang muslim dan ada yang jahiliyyah. Kita harus menganggapnya berbeda. Jangan disama2in.
  • Tersinggung dgn kenyataan Islam punya terminologi iman dan kafir adalah sikap tidak bisa menerima perbedaan.
  • Jika Allah mau, Allah bisa menjadikan semua jadi satu umat; beriman semua. Tapi Allah sudah punya kehendak memberi "free will". Sehingga manusia berbeda pilihan.
  • Free will ini yang membuat respon kita terhadap ajakan beriman jadi berbeda: ada yang memilih beriman dan ada yang memilih kafir.
  • Jangan ajari Muslim tentang menerima perbedaan, karena Islam itu gurunya toleransi dunia.
  • Islam berbeda dgn agama lainnya. Ada iman dan ada kafir, terimalah realita perbedaan ini. Jangan emosi.
  • Jadilah pribadi2 yang siap menerima realita perbedaan.
  • Allah sudah kasih "free will" (kebebasan memilih) dalam merespon perintah-Nya. Konsekuesinya perbedaan: Ada yang percaya (iman), ada yang ingkar (kafir).
  • Menerima perbedaan sudah jadi nafas setiap Muslim, seperti ikan yang otomatis bisa berenang. Muslim yang mengajarkan dunia "tidak ada paksaan memilih agama".
  • Diskusi tentang perbedaan janganlah dianggap menebar kebencian. Biasakanlah menerima perbedaan, jangan kekanak2an.
  • Allah menciptakan manusia dgn "free will", konsekuensinya ya manusia jadi berbeda. Konsekuensi perbedaan pilihan juga disiapkan: antara surga dan neraka.
  • Sekitar 800 tahun Islam menguasai Spanyol, Muslim mengajarkan apa arti menerima perbedaan. Tak ada paksaan untuk memilih agama.
  • Perbedaan adalah konsekuensi dari "free will" yang telah Allah berikan. Ada yang percaya (iman) dan ada yang memilih ingkar (kafir). Biasa aja.
  • Kita gak bisa dan gak boleh maksa semua orang untuk beriman, bahkan Allah pun tidak memaksa. Kita ajak mereka beriman, dan soal pilihan itu menjadi hak mereka.
  • "Mas, agamamu salah, ikut agama yang benar yuk, insya Allah kamu selamat". | Kalau gak mau ya gpp, jangan dipaksa, gak ada paksaan dalam memilih. Bebas.
  • Diskusi perbedaan agama itu hal biasa. Biasakanlah menerima perbedaan. Jangan emosi dan jangan menebar kebencian dengan mengeluarkan caci maki.
  • Tugas kita cuma ngasih tahu apa ygan selama ini diyakini mereka berbeda dengan apa yang diajarkan oleh kitabnya sendiri. Gak perlu emosi. Jangan kekanak2an.
  • Bahkan saya dilarang Islam untuk menghina Yesus. Saya justru diperintahkan untuk mengimani semua Rasul, termasuk Nabi Yesus AS.
  • Yesus itu manusia mulia, beliau Rasul Ulul Azmi, Rasul pilihan Allah. Di dalam Al-Qur'an diceritakan kisahnya. Dan terkait beliau ada 3 surah: Ali Imran, Al Maidah dan surah Maryam.
  • Islam adalah guru dunia soal menerima perbedaan. Jangan khawatir. :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar