Minggu, 31 Januari 2016

Antara Akal, Tak Masuk Akal, Dan Akal-Akalan Manusia





  • Berapa luas alam semesta ? Dimana batas alam semesta ? Berapa tepatnya jumlah galaksi ? Ini adalah sesuatu yang akal belum bisa menjangkaunya, bukan tidak masuk akal.
  • Kalau kontradiksi itu sesuatu yang masih bisa dideteksi oleh akal, kemudian akal menyimpulkan itu kontradiktif, maka itulah yang dinamakan tidak masuk akal.
  • 1 = 3 atau 3 = 1 adalah sebuah kontradiksi yang bisa dideteksi oleh akal. Jadi, akal bisa mendeteksi sesuatu yang tidak masuk akal seperti ini.
  • Tentang Isra' Mi'raj Rasulullah, Nabi Yesus bisa menyembuhkan orang buta, Nabi Musa bisa membelah laut. Ini tentang akal yang belum bisa menjangkaunya.
  • Tapi kalau ada manusia yang lemah sekaligus jadi Tuhan Yang Maha Kuat, maka ini adalah ketidak-masuk akalan yang masih bisa dideteksi oleh akal.
  • Lemah sekaligus kuat, yang berdoa sekaligus yang mengabulkan doa, yang tidak tahu sekaligus jadi Yang Maha Tahu. Ini ketidak-logisan yang masih bisa dideteksi oleh akal.
  • Antara tidak masuk akal (tidak logis) dengan akal belum bisa menjangkaunya itu adalah 2 hal yang berbeda.
  • Surga, Neraka, alam kubur, ruh dst adalah contoh sesuatu yang akal tidak bisa menjangkaunya. Bukan yang tidak masuk akal.
  • Jadi jika ada informasi yang akal belum bisa menjangkaunya, maka haraplah untuk mengechecknya. Lihat dulu darimana sumber informasinya.
  • Problemnya, terkait ketuhanan Yesus. Yesus sendiri tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa dia Tuhan. Jadi info bahwa Yesus Tuhan ini darimana ?
  • Manusia mengangkat manusia lain jadi Tuhan. Ini namanya tidak logis. 
  • Allah menyatakan dirinya Tuhan. Terserah manusia mau mengakuinya atau tidak. Sekalipun semua manusia tidak sepakat, Allah tetaplah Tuhan.
  • Ada bagian dari agama yang bisa dideteksi oleh akal sehingga bisa dinilai masuk akal atau tidak. 
  • Manusia sekaligus Tuhan adalah kontradiksi yang bisa dideteksi oleh akal.
  • Mengakui Yesus sebagai Tuhan dgn pendekatan iman juga tidak bisa. Karena Yesus sendiri tak pernah menyatakan dirinya Tuhan.
"Yesus Tuhan itu landasannya iman". | Iman kepada siapa ? Yesus gak pernah mengatakan itu. Sebab yang bilang Yesus Tuhan adalah konsensus abad ke-4.

"Bisa gak Tuhan menciptakan batu yang Tuhan sendiri gak bisa mengangkatnya ?" | Ini sudah salah dari pertanyaannya. Nilai logika dari pertanyaan ini adalah "false".

  • A di and dg ~A, hasilnya "false".
  • Bisa gak kosong sekaligus berisi, kuat sekaligus lemah, panas sekaligus dingin, jauh sekaligus dekat, cepat sekaligus lambat ? | Ini yang dinamakan kontradiktif.
  • "Kalau benar Allah itu Tuhan, mampu gak Dia jadi manusia ?" | 1.) Pertanyaannya salah 2.) Allah bukan pembantu yang bisa lo suruh-suruh.
  • Banyak orang suka hidup dgn kepalanya penuh kontradiksi. Kalau saya sih ogah bener. Asyiknya Islam, akal terpuaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar