Minggu, 31 Januari 2016

Adakah Yang Bisa Membantah Sempurnanya Orisinalitas Otentisitas Al-Qur’an ??? Monggo, Saya Persilahkan.

  • Mengatakan semua agama sama, itu berarti juga menyamakan antara Al-Qur'an yang sempurna dan terjaga dengan kitab suci lain yang carut marut.
  • Penjagaan kemurnian Al-Qur'an adalah sebuah hal yang penting. Berbeda dengan kitab2 lain.
  • Kitab lain tidak menjaga keaslian bahasanya, sehingga informasinya pun ikut rusak. Konsekuensi logis.
  • Kedua kitab ini (Taurat dan Injil) sifatnya komunal dan temporal, untuk Bani Israil saja, dan berlaku hanya sampai Al-Qur'an diturunkan.
  • Allah tidak menjanjikan penjagaan terhadap kemurnian Taurat maupun Injil.
  • Mustahil untuk menelusuri kembali Taurat dan Injil yang diturunkan kepada Musa dan Isa AS.
  • Terminologi Injil yang dimaksud umat Islam berbeda dgn terminologi Injil yang dimaksud umat Kristen.
  • Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan ?” (QS 39:64)
  • قُل أَفَغَيرَ اللَّهِ تَأمُرونّى أَعبُدُ أَيُّهَا الجٰهِلونَ
  • Lihat bagaimana Al-Qur'an menyebut mereka2 yang menyembah selain Allah sebagai aljaahiluun (orang2 bodoh).
  • “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang bodoh ?” (QS 39:64)
  • Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan (QS 39:69)
  • Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS 39:70)
  • “Orang2 kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga2nya: “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul2 di antaramu yang membacakan kepadamu ayat2 Tuhanmu ?” Dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini ?” Mereka menjawab: “Benar (telah datang)”. Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir” (QS 39:71)
  • Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; Dikatakan (kepada mereka org2 kafir): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya” “Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri” (QS 39:72)
  • Na'udzubillah mindzalik, berlindung dari kekafiran, kebebalan untuk menerima Islam. Kebodohan untuk meyakini Tuhan selain Allah.
  • Kekafiran adalah buah kesombongan, kebebalan, dan kebodohan.
  • Apa yang membuat seseorang mengimani Alkitab dgn segala problematikanya, variasi dan kontradiksi, jika bukan karena kebodohan ?
  • Gini loh, ada sebuah buku dgn variasi banyak sekali, banyak bahasa, beda edisi tahun, saling kontradiksi, terus diimani ? Gak logis lah.
  • Yang satu bilang A, yang satu bilang kontranya, sama2 judulnya, kitab yang dianggap suci. Yang asli bagian mana ?
  • Ada seseorang yang hari ini bilang sesuatu sebegai kebenaran, lain hari bilang sesuatu yang berlawanan sebagai kebenaran. Mana yang bisa dipercayai ?
  • Berbeda dgn konten Al-Qur'an yang saling mengunci.
  • Ada 2 orang, yang satu perkataannya selalu mencla mencle dan yang satu selalu konsisten. Pilih percaya yang mana ? Yang mencla mencle ?
  • Al-Qur'an adalah bahasa bunyi, tulisan sifatnya hanya membantu.
  • Sehingga sebenarnya boleh menggunakan simbol apapaun untuk menuliskan bunyi Al-Qur'an, asalkan mengerti bisa dibunyikan dgn tepat.
  • Disinilah letak kedahsyatan Al-Qur'an, proses penjagaan orisinalitas luar biasa. Bahasa bunyi ini mudah dihafal.
  • Waktu saya kecil, saya sudah bisa menghafal beberapa surat Al-Qur'an sebelum saya bisa membaca Al-Qur'an.
  • Tanpa seseorang bisa membaca atau menginterpretasi tulisannya, seseorang bisa membunyikan Al-Qur'an.
  • Al-Quran diturunkan saat budaya tulis menulis masih rendah, bahkan disampaikan melalui seorang manusia yang buta huruf.
  • Membaca Al-Qur'an, tidak harus dgn membaca tulisan/simbol yang mewakili bunyi Al-Qur'an.
  • Imam Masjid Nabawi ini semalam suntuk membacakan Al-Qur'an tanpa melihat tulisan yang disepakati mewakili bunyi Al-Qur'an.
  • Umat islam adalah umat yang paling concern terhadap kemurnian kitab sucinya, didukung Al-Qur'an sendiri yang mudah dijaga kemurniannya.
  • Jangankan tentang berubahnya ayat, bertambah atau berkurang atau revisi, hanya urusan panjang dan pendeknya bacaan saja, umat Islam sangat teliti.
  • Coba saja cetak mushaf Al-Qur'an yang semuanya sama, tidak ada ayat yang ditambah atau dikurang, tapi tambahkan alif pada huruf berharokat fathah.
  • Sehingga bunyi huruf itu bertambah panjang satu ketukan, misalnya “sa” jadi “saa”.
  • Kemudian bawa tulisan Al-Qur'an yang sudah ditambahkan alif ini ke hadapan para penghafal Al-Qur'an, pasti penambahan alif itu akan terdeteksi.
  • Atau Anda tidak perlu mengubah apa2, hanya skedar syakal yang tadinya di atas huruf, sehingga dibaca Fathah dpindahkan ke bawah huruf jadi kasroh.
  • Contoh, alhamdulillahirabbil ‘alamiiNA” diubah jadi “‘alamiiNI”, coba bawa tulisan itu ke penghafal Al-Qur'an. Pasti kesalahan ini terdeteksi.
  • Mekanisme penjagaan orisinalitas yang luar biasa bukan ? Tulisan dikoreksi oleh bahasa bunyi. Tulisan harus menurut bahasa bunyinya.
  • Sehingga pengumpulan Al-Quran untuk pertama kalinya di zaman Abu Bakar ra adalah karena khawatir bahasa bunyi yang terekam di dada para penghafal Al-Qur'an ini hilang, seiring banyaknya para penghafal Al-Qur'an yang syahid di medan perang.
  • Beda dengan Alkitab, sudah jelas Alkitab dalam bahasa apapun tidak asli. Karena bahasa asli Yesus adalah bahasa Aramaic.
  • Kalau redaksi asli firman Allah jelas sudah tidak ada dalam Alkitab. Karena bahasa Alkitab bukan bahasanya Yesus. Namun substansinya mungkin tersisa.
  • Itulah kenapa Alkitab itu campur aduk, mana yang benar dan mana yang salah. Dan gimana cara memilahnya ? Al-Qur'an sebagai hakimnya.
  • Sebab Al-Qur'an tidak seperti itu, tidak ada campur aduk & carut marut dalam isinya. Anda bayangkan, kurang satu fathah saja, membuat mushaf Al-Qur'an tersebut bukanlah Al-Qur'an lagi, karena ada bunyi yang hilang.
  • Hanya karena kurang 1 fathah saja, membuat mushaf tersebut tidak bisa disebut Al-Qur'an lagi. Apalagi kalau kurang ayat ? Inilah Al-Qur'an. Subhanallah.
  • Al-Qur'an hanya ada satu versi. Cara penulisannya yang mungkin banyak versi. Tapi bunyinya sama.
  • Cara penulisan Al-Qur'an di Indonesia berbeda dgn cara penulisan Al-Quran di Madinah. Tapi bunyinya sama persis, 100%.
  • Sedemikian telitinya umat Islam terhadap Al-Qur'an, mungkinkah Al-Qur'an punya problem kontradiksi seperti Alkitab ? Jelas tidak mungkin.
  • Mungkinkah Al-Qur'an mngalami problem penambahan ayat seperti yang terjadi di Alkitab ? Tidak mungkin. Jangankan satu ayat, satu huruf saja terdeteksi.
  • Mungkinkah Al-Qur'an punya problem inkonsistensi seperti Alkitab ? Tidak mungkin. Anda ini sedang menghadapi mekanisme yang luar biasa.
  • Mungkinkah Al-Qur'an mengalami revisi kata seperti Alkitab ? Tidak mungkin.
  • Kata “babi” di Alkitab versi awal yang kemudian berubah jadi “babi hutan” di Alkitab versi baru. Mungkinkah yang begini terjadi pada Al-Qur'an ? Mustahil.
  • Bersyukurlah kita sebagai muslim, hanya kita yang masih memiliki kitab suci yang orisinil. Sama persis ketika diturunkan.
  • Alkitab adalah bahasa tulisan dan bukan bahasa bunyi, Alkitab mustahil bisa dihafalkan.
  • Konsekuensi dari bahasa tulisan ini, maka muncul lah berbagai problematika pada Alkitab, kontradiksi, revisi, penambahan ayat dst.
  • Membandingkan orisinalitas otentisitas Al-Qur'an dan Alkitab itu ibarat bumi dan langit.
  • Sehingga, ketika ada yang meragukan Al-Qur'an, Allah menantang para peragunya untuk membuat tandingannya. Dan gak ada yang mampu hingga hari ini.
  • Dahsyatnya Al-Quran yang nihil dari problematika seperti yang dialami Alkitab, salah satu alasan kenapa saya bangga pada Islam. Logis ?
  • Bandingkan dgn Alkitab, betapa mudahnya diubah2. Babi --> babi hutan, kelinci --> kelinci hutan, apa mereka tidak peduli dgn konsistensi ?
  • Tidak mungkin Al-Qur'an itu buatan manusia, konsistensinya sudah di luar kapasitas manusia.
  • Jika ada 2 kitab, yang satu konsisten dan yang satu berserak problematika kontradiksi, revisi dan adiksi, Anda pilih mengimani yang mana ?
  • Makin cinta sama Al-Qur'an. :))
  • “Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (QS 4:82)
  • “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya” (QS 18:1)
  • Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr: 9)
  • Jika ada 2 kitab, yang satu sempurna konsisten dan yang satu #menclamencle, lantas Anda memilih yang #menclamencle, maka apa yang harus saya katakan pada Anda ? Dungu ?
  • Kenapa Al-Qur'an berbahasa Arab ? Bahasa adalah sebuah protokol, sebuah kesepakatan, container dari sebuah informasi.
  • Al-Qur'an memilih Rasulullah sebagai penyampai informasi ini. Rasulullah sbg pembawa pesan sekaligus penjelasnya adalah orang dgn berbahasa Arab.
  • Sehingga otomatis, agar informasi ini utuh tidak terdapat lost in translation, maka Al-Qur'annya pun berbahasa Arab, sama dengan bahasa penyampainya.
  • Jika Al-Qur'an tidak berbahasa Arab, sebagaimana bahasa pembawanya, maka akan seperti yang terjadi pada Alkitab, sehingga keutuhan informasi tidak terjaga.
  • Al-Qur'an tetap berbahasa Arab, tetap asli seperti diturunkan, sehingga tidak terjadi problem yang paling sederhana “lost in translation”.
  • “Lost in translation” adalah problem paling sederhana yang mungkin terjadi dalam penerjemahan sebuah literatur.
  • Al-Qur'an bersih dari problem ini. Bandingkan dengan Alkitab, lost in translation sudah pasi terjadi.
  • Dengan sedemikian sempurnanya Al-Qur'an ini, apa yang masih menyebabkan sebagian manusia mengingkarinya ? Kesombongan ? Kedunguan ?
  • Jika bahasa kitab suci tidak sama dgn bahasa penyampainya, bagaimana mungkin Anda mengatakan kitab tsb asli ? Ini sederhana bukan ?
  • Itu sebabnya Allah menyebut kekafiran itu sebagai kebodohan.
  • Dalam Islam, intelektualitas adalah instrumen keimanan.
  • Intelektualitas adalah instrumen untuk berIslam, saat di tempat lain intelektualitas justru jadi musuh keimanan, sehingga memilih dogmatis.
  • Al-Qur'an itu apa adanya ketika diturunkan, bukan interpretasi orang ketiga terhadap Al-Qur'an, ini perbedaan penting antara Al-Qur'an dan kitab2 lain.
  • Dirimu gak percaya kalau Al-Qur'an itu pemberian dari Allah ? Coba deh buat yang seperti Al-Quran. Kontennya sekomprehensif dan sesimple Al-Qur'an. Bisa gak ?
Oleh : Yongky Oscarra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar