- Alkitab Keluaran 12:6 "...lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja".
- Alkitab
Keluaran 22:13 "Abraham mengambil domba itu lalu mempersembahkannya
kepada TUHAN sebagai kurban bakaran pengganti anaknya".
- Perbedaan
antara Islam dan Kristen terkait siapa anak yang hendak diqurbankan,
Ismail menurut Islam dan Ishaq menurut Kristen. Mana yang benar ?
- Berikut ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa anak Ibrahim yang diqurbankan adalah Ishaq.
Alkitab
Kejadian 22:(2) Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang
engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah
dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan
Kukatakan kepadamu".
- Perhatikan kalimat berikut
"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak. |
Garis bawahi "anakmu yang tunggal" dan "Ishak".
- Kapan Ishak menjadi anak tunggal dari Ibrahim ? Tidak pernah. Karena Ishak lahir jauh sesudah Ismail.
- Apakah Ishak anak tunggal ? Lihat di Alkitab yuk.
- Alkitab
Kejadian 16:(16) Abraham berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar
melahirkan Ismael baginya. | Umur Ibrahim 86 saat Ismail lahir.
- Alkitab
Kejadian 21:(5) Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak,
anaknya, lahir baginya. | Ibrahim berusia 100 tahun saat Ishak lahir.
- Ismail
lahir saat Ibrahim berusia 86 tahun dan Ishak lahir saat Ibrahim
berusia 100 tahun. Ismail lebih dulu lahir 14 tahun sebelum Ishak.
- Ishak
tidak pernah jadi anak tunggal, namun Ismail selama 14 tahun pernah
jadi anak tunggal. Sehingga ini pasti ada yang mengganti nama.
- Mungkin
Ismail sudah meninggal saat katanya Ishak mau diqurbankan ? Ternayta
tidak, Ishak dan Ismail sama2 menguburkan saat Ibrahim meninggal.
- Alkitab Kejadian 25:(9) Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar
- Nampaknya
orang yang mengubah isi Alkitab di Kejadian 22:2, mengganti nama Ismail
ke Ishak, lupa menukar Kejadian 16:16 dan Kejadian 21:5.
- Pengubah
isi Alkitab ini tidak cermat, ketika bilang Ishak anak tunggal
seharusnya dia mengubah alur cerita, Ishak harus lahir lebih dulu.
- Jika Kejadian 16:16 adalah Ishak, dan Kejadia 21:5 adalah Ismail, maka cerita Ishak anak tunggal jadi sempurna. :D
- Ada
yang tidak terima bahwa Ismail lah yang hendak diqurbankan, sehingga
kata "Ismail" diubah menjadi "Ishak", mengikuti kata "anakmu yang
tunggal".
- Hasilnya fatal, mereka yang mengubah nama Ismail menjadi Ishak, lupa mengubah ayat2 lainnya.
- Tapi mengubah Kejadian 16:16 atau Kejadian 21:5 itu gak sederhana, karena mereka harus mengubah ayat2 sebelum dan sesudahnya.
- "Ismail bukan anak Ibrahim". | Eits tunggu dulu, Alkitab 1 tawarikh 1: (28) Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael | Hehehehe
- Tidak ada ayat di Alkitab yang menyebut Ismail bukan anak Ibrahim. :D
- Ini kefatalan dari mengubah2 isi kitab. Kontradiksi dimana2. Ketika mengedit satu ayat, maka banyak ayat lain yang harus diedit.
- Karena
kebencian, dibuatlah fitnah bahwa Ibrahim berzina dengan Hajar. Padahal
dalam Islam, Ibrahim adalah manusia mulia, begitupun Hajar.
- Jadi begitu ya, hikmah Idul Adha ini adalah semakin kita bersyukur atas Islam, atas Al-Qur'an yang terjaga hingga detik ini.
- Problem
Alkitab tadi selesai jika kata yang mengiringi anakmu yang tunggal itu
tetap tidak diubah yaitu: "Ismail". Maka semua ceritanya cocok.
- Kebenaran sudah jelas, kesimpulan silahkan diambil sendiri. :) #berpikir
- Idul Adha hendaknya kita jadikan momen makin bersyukur kita berIslam, yang memiliki Al-Qur'an yang terjaga keasliannya.
- Ada kedengkian pada mereka, bahwa Ismail menurunkan nabi terakhir. Ini yang kemudian disembunyikan.
- Yuk
ah, sekarang berpikir dgn cara mereka untuk membela diri atas
kecarut-marutan cerita Ishak di dalam Alkitab seputar qurban. Apa kira2
argumennya ?
- Ismail sudah mati saat Ishak diqurban,
jadi disebut anak tunggal ? Deng dong, Anda salah, karena Ismail dan
Ishak masih hidup saat Ibrahim wafat.
- Itu tadi contoh sebab2 bagaimana kontradiksi muncul pada Alkitab, ada usaha menyembunyikan kebenaran.
- Ketika
mengubah satu ayat untuk menyembunyikan kebenaran, maka diperlukan edit
juga di banyak ayat. Tapi ketika terlewat, maka terjadilah kontradiksi.
- Kebohongan yang satu harus ditutupi oleh kebohongan yang lain. Inilah salah satu sebab kontradiksi dalam Alkitab.
- Semua sumber Alkitab yang saya kutip gamblang dan tak terbantahkan.
- Tapi
bantahan2 asbun itu memang gak salah, karena Alkitab bisa ditafsirkan
sebebas2nya, seenak2nya. Lalu siapa yang membatasinya ? Tidak ada.
Apapun bisa untuk justifikasi.
- Ibadah qurban banyak diceritakan dalam Alkitab. Contohnya di Imamat 1:2, Lukas 22:7, Keluaran 12:1-4.
- Syarat
binatang ternak yang diqurbankan: "anak dombamu harus jantan, tidak
bercela, berumur setahun... (Alkitab Keluaran 12:5) | Sounds familiar ?
:)
- Kemudian ibadah qurban ini dihapuskan atas nama
penyaliban. Pengarang Ibrani yang melakukannya. Saya sepakat dengan yang
mengatakan pengarang Ibrani itu Paulus.
- "Betapa
lebihnya darah Kristus yang oleh roh yang kekal telah mempersembahkan
diriNya sendiri kepada Allah sebagai prsembahan yang tidak bercacat"
Alkitab Ibrani 9:14
- "Jadi apabila untuk semuanya itu
ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan qurban karena dosa"
Alkitab Ibrani 10:18 | Hilanglah syariat qurban.
- Paulus
ingin sekali terbebas dari qurban: "sebab tidak mungkin darah lembu
jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa" Alkitab Ibrani 10:4
- Parahnya, Paulus mengklaim atas nama Yesus bahwa Allah tidak berkenan dengan qurban. Gila !!!
- "Di
atas ia berkata: "qurban dan persembahan, qurban bakaran dan qurban
penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan
kepadanya, meskipun dipersembahkan menurut hukum taurat" (Alkitab Ibrani
10:8)
- Padahal Yesus sendiri jelas memerintahkan untuk persembahan. Check Alkitab Mark 1:44.
- Lagi2
dia mengarang statement sejenis ini, pokoknya syariat qurban harus
hilang, seperti halnya khitan, haramnya babi dll, semua harus hilang. #PembusukanPaulus
- "Demikianlah pula Kristus hanya satu kali mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang" (Alkitab Ibrani 9:28)
- Jadi seperti itu, akhirnya ibadah qurban lenyap dari pengikut Yesus.
- Yesus
diklaim, dimanfaatkan agar ajaran dalam taurat lenyap. Ajaran tauhid,
khitan, halal - haram makanan, qurban dll hilang semua dari pengikut
Yesus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar