Perilaku Menyimpang Bukanlah Given
- Jika kekafiran yang merupakan penyimpangan dianggap sebagai
takdir dan given, maka semua kemaksiatan lain akan dianggap demikian.
- Nanti yang memperkosa ketika ditanya kenapa memperkosa, jawabannya: "karena dorongan alami, takdir dan given".
- "Kenapa kamu homo ?" | Ini given | "Kenapa kamu membunuh ?" | Ini given | "Kenapa kamu korupsi ?" | Given | "Kenapa kamu bodoh ?" | Given | "Kenapa kamu memperkosa ?" | Given
- "Kenapa kamu jadi pezina ?" | Given, ini karena saya diciptakan sebagai seorang pezina.
- "Kenapa
kamu jadi pengecut ?" | Given, karena Allah menciptakan saya sebagai
seorang pengecut. | "Kenapa kamu homo ?" | Given, udah dari sononya.
- "Kenapa kamu merokok ?" | Given, ini takdir dari Allah.
- Homo atau lesbi dan kemaksiatan lainnya terjadi karena memperturutkan hawa nafsunya.
- Begitupun
ketika kamu memilih kafir, itu karena fanatik dan tidak mau berpikir,
padahal Allah sudah memberikan kebebasan memilih. Jangan salahkan Allah
ketika dirimu memilih jadi kafir.
- Saya sering mendengar
ada yang bilang "Jadi kalau aku tidak lagi beriman pasti itu juga
kehendak Tuhan. Dalam hal ini aku gak salah. Tuhan yang salah". |
Dahsyatnya Al-Qur'an sudah merekam perkataan2 seperti itu.
- Apakah
seorang pencuri bisa berhenti mencuri ? Apakah seorang pezina bisa
berhenti berzina ? Apakah seorang homo bisa berhenti homo ? Bisa.
- Begitupun
dengan kekafiran, terkait jalan yang benar memang kita tidak punya
pilihan lain selain Islam. Tapi Anda mau pilih jalan yang benar atau
tidak itu merupakan suatu pilihan.
- Seperti mahasiswa
yang kuliah, tidak ada paksaan untuk masuk kuliah, tidak ada paksaan
untuk ikut ujian, tidak ada paksaan untuk DO.
- Aturan
memang mensyaratkan mau lulus harus memenuhi batas kehadiran &
harus memenuhi batas nilai bawah saat ujian. Tapi mau ikut atau tidak
ya itu pilihan Anda.
- Allah juga menetapkan aturan,
yang mau ikut aturan maka lulus. Yang tidak ikut aturan maka tidak
lulus. Aturan disampaikan via para utusan-Nya.
- Sayangnya,
tidak ada jalan benar lain yang bisa kita pilih, Islam satu2nya
jalan. Allah sudah memberikan kebebasan memilih, jadi jangan salahkan
Allah kalau Anda tetap memilih kafir.
- "Kok selera hidupmu cenderung berlebih2an dan bermewah2an ?" | Given, dorongan kuat dalam diri, ini pemberian Tuhan. #gubrak
- Apakah bisa hawa nafsu tidak diperturutkan ? Bisa.
- Homo
ini sama dengan penyakit2 sosial lainnya, lahir karena memperturutkan
hawa nafsunya. Sedangkan kekafiran lahir karena kesombongan atau
kedunguan.
- LGBT adalah penyakit, harus dibersihkan dan bukan dipropagandakan.
- LGBT merupakan penyakit psikologis, pengidapnya yang memilih untuk sakit.
- "Yang
homo menjerit mas, jika diajak berhenti homonya". | Intinya harus
terus disembuhkan, bukan penyakitnya dipropagandakan dan ditularkan.
- Yang terbiasa menyimpang memang akan menjerit ketika diajak berhenti maksiat.
- Orang
yang kecanduan pornografi akan menjerit batinnya ketika diajak
berhenti. Kecanduannya harus disembuhkan, bukan ditularkan dan
difasilitasi.
- Yang normal akan menjerit ketika diajak
untuk menyimpang. | Yang menyimpang susah ketika diajak untuk normal |
Tapi yang menyimpang harus dihentikan, bukan yang normal malah diajak
menyimpang.
- Apakah yang merokok bisa berhenti merokok ?
Apakah yang hobi berzina bisa berhenti berzina ? Apakah yang korupsi
bisa berhenti korupsi ? Apakah yang homo bisa berhenti homo ? Bisa.
- Apakah yang kafir bisa kembali ke Islam ? Apakah yang kafir bisa menuju Allah ? Bisa.
- Seperti
ketika kita jadi mahasiswa, mau masuk kuliah boleh, nggak juga boleh,
mau belajar boleh, nggak juga boleh. Setiap pilihan ada konsekuensi.
Jadi pintar atau bodoh itu konsekuensinya.
- Yup, hidup
itu pilihan. Allah sudah menciptakan alam semesta yang menakjubkan,
manusia juga sudah diberi akal. Mau percaya Allah silahkan, gak percaya
juga silahkan.
- Allah juga sudah kasih fitrah, mau ikut fitrah silahkan, mau menentang fitrah silahkan.
- Saya
memilih ikut perintah Allah yang mewajibkan saya da'wah. Da'wah itu
hakikatnya ttg diri kita sendiri, soal orang lain nerima atau gak nerima
itu bukan urusan. Tak ada paksaan.
- Allah sudah
menjanjikan yang beriman akan masuk surga, yang kafir akan masuk
neraka. Tugas saya cuma menyampaikan. Mau milih percaya (beriman)
silahkan, mau milih kafir silahkan.
- Hidup itu
pilihan. Sudah dikasih akal, mau dipakai boleh, gak dipakai juga boleh.
Sehingga akan menuhankan manusia, batu, kuburan, gunung, atau diri
sendiri. Silahkan saja.
- Tugas saya cuma menyampaikan aja kok. Lu percaya, maka lu yang untung. Lu kagak percaya, lu yang rugi.
- "Memangnya
kalau orang lain menolak ajakan kita untuk beriman, kita akan rugi ?" |
Ooo tidak, tuntas sudah kewajiban saya. Mereka merugikan diri mereka
sendiri.
- "Yang memilih kafir & bertahan dalam
kekafirannya sesak dada melihat kita da'wah". | Maju terus aja, ajak
mereka berpikir, urusan menerima atau menolak itu terserah mereka. Tugas
kita sebatas menyampaikan & mengajak berpikir. Jangan dipaksa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar