Minggu, 31 Januari 2016

Korelasi Penyimpangan Sejarah Yang Dilakukan Kolonial Dengan Islam Di Indonesia

  • Tentang Budi Utomo, tentang Kartini, tentang Diponegoro jihad karena makam dirusak, tentang kata "Belanda" dan bukan kerajaan Protestan Belanda. | Ini semua frame kolonial.
  • Sejarah itu soal frame penulisnya, jangan culun. Kolonial pegang sejarah, terus manggut2.
  • Melek bro, sejarah Indonesia ditulis oleh kolonial, agar kita menerima frame kolonial.
  • Kalau baca sejarahnya dari sejarah frame kolonial, jadi culun, mental terjajah.
  • Padahal perlawanan Diponegoro adalah jihad kaum muslim melawan penjajahan kerjaan Protestan Belanda.
  • Karena culun baca sejarah, nelan mentah2 sumber2 kolonial, sejarah malah membuat jati diri terpuruk, malah terjajah.
  • Kebiasaan kolonial memprogandakan bahwa Diponegoro dan Belanda soal makam, Palestina dan Israel soal Arab dst.
  • Mengapa demikian ? Motif2 ini diciptakan & dipropagandakan agar motif utamanya disembunyikan sehingga masalah terisolasi.
  • Kalian harus membiasakan nulis "kerajaan Protestan Belanda" untuk menyebut penjajah Belanda. Biar tidak ada reduksi sejarah.
  • Biasakan juga nulis "kerajaan Katolik Portugis" untuk menyebut penjajah Portugis. Biar motif2 tidak ada yang direduksi oleh penulisan sejarah.
  • Invasi Katolik Portugis di Indonesia adalah kelanjutan atas perang umat Islam - Katolik di seluruh wilayah saat itu.
  • Imperialisme dikomando oleh Gereja (Paus Alexander VI), melalui perjanjian tordesilas. Katolik Portugis dapat wilayah Timur. Spanyol dapat wilayah Barat.
  • Baca sejarah harus kritis, jangan manggut2 baca sejarah tulisan kolonial. Bikin mentalmu terjajah terus dan terbelakang.
  • Kerajaan Katolik Portugis yang menjajah Indonesia dilepas oleh titah sang Paus. Ini misi agama. Sejarah jangan disembunyikan.
  • Jangan terbiasa culun baca sejarah, mentalmu jadi tidak gagah.
  • Ayolah melek, banyak penyesetan sejarah yang digunakan kolonial agar tetap bisa menjajah kita. Jangan culun. Tegaklah.
  • Harus ada penulisan ulang sejarah Indonesia, biar generasi kita ndak culun, biar mentalnya ndak terjajah terus.
  • Sejarah dgn frame kolonial Kristen Belanda dijadikan bungkus koran aja. "Ilmu yang tidak bermanfaat". Kita harus tulis ulang.
  • Gold Glory Gospel. Gospelnya jarang dibahas. Siapa bilang Kristen agama kasih ? Penjajahan. Ini reduksi sejarah.
  • Penyembunyian motif, reduksi sejarah, manipulasi, adu domba dst. Kritis lah belajar sejarah.
  • Uni Rohana Kudus pejuang Muslimah yang melawan kolonial Kristen Belanda. Tapi sejarah disembunyikan oleh kolonial.

  • Bahwa penjajahan Katolik Portugis dan Kristen Belanda gak punya misi zending adalah reduksi sejarah.
  • Bahwa Diponegoro perang karena makam adalah penyembunyian motif jihad, seolah2 direduksi soal makam. Ini kejahatan penulisan sejarah.
  • Apa yang Anda bayangkan jika mendengar nama Vasco da Gama atau Afonso de Albuquerque ? Kesan positif ? Padahal kedua orang itu sangat jahat. Reduksi sejarah.
  • Kata "keparat" (kuffarat: orang2 kafir) adalah cara penduduk Nusantara menyebut penjajah. Sejarah jangan direduksi.
  • Sekali lagi, jangan culun baca sejarah frame kolonial. Jangan mau dibodoh-bodohi.
  • Generasi kita perlu melek soal sejarah.
  • Harus banyak belajar dari ustadz Salim A Fillah, kalau beliau udah cerita sejarah Indonesia terutama sejarah Jawa, gak habis2.

  • Futuhat Nusantara - Salim A. Fillah - Qatar | Monggo, ini tentang Islamisasi Nusantara yang luar biasa youtu.be/1rU-GMyyfDk
  • Kedatangan Portugis dan Belanda adalah kelangsungan perang melawan Islam di Spanyol dan Timur Tengah.

  • "Sejarah tulisan kolonial itu valid". | Waduh bro, mentalmu inlander sekali.
  • Hilangkan mental inlander, mental terjajah kok dipelihara, jangan culun. Bangun dan bangkit, biar cepet beres ini pekerjaan membangkitkan Indonesia.
  • Kita ditidurkan oleh sejarah, sehingga umat Islam jadi gak PD dgn dirinya. Pejuangan di Indonesia itu satu kesatuan perang umat Islam sedunia.
  • Kita ini mewarisi darah para pejuang Islam yang terlibat perang agama melawan kerajaan Katolik Portugis dan Protestan Belanda.
  • Menyembunyikan motif dgn mengatakan "Diponegoro perang karena makam" dibolehkan, sedangkan menyebut "kerajaan Katolik Portugis" dianggap menebar kebencian.
  • Mengungkapkan fakta sejarah yang tidak disebutkan bahwa kerjaaan Potugis adalah Katolik yang misinya dapat restu Paus dianggap menebar kebencian.
  • Ada muslim memperkosa tapi ditulis "guru ngaji memperkosa", ente diem aja. Gue tulis "kerajaan Katolik Portugis" ente protes.
  • Nyebut "teroris Islam" pada kejadian pengeboman gedung WTC, padahal tidak terbukti, dan ente diem aja. Menjelaskan fakta sejarah "kerajaan Protestan Belanda", dianggap menebar benci.
  • Dunia sedang jungkir balik. Menyabarkan yang salah didukung dan menyebarkan kebenaran dianggap menebar kebencian.
  • Maka nasehatku tak berubah: berpikir adalah kunci.
  • Buku bagus, coba bacalah.

  • Kenapa Diponegoro melawab Belanda ? | Karena makam leluhurnya dirusak | Ini bukti mentalmu terjajah.
  • Ada penyesatan sejarah, ada isolasi masalah. Persis seperti Israel kepada Palestina, "ini hanya konflik wilayah bukan perang agama". Yang mentalnya terjajah ya manggut2 jika didoktrin propaganda seperti itu.
  • Persis seperti kafir Quraisy yang mempropaganda bahwa perang dgn Muhammad adalah urusan antar keluarga, agar penduduk Madinah tidak ikut bantu.
  • Motif dipropagandakan menjadi urusan sepeles, berharap berkurangnya dukungan.
  • Konflik Muhammad SAW - Quraisy mau direduksi jadi konflik keluarga, Israel - Palestina juga mau direduksi jadi problem bangsa Palestina, problem wilayah.
  • Sejarah Diponegoro juga mau direduksi cuma urusan makam. Propagandanya mirip2.
  • Kenapa direduksi dan diisolasi motif konfliknya ? Supaya tidak membangkitkan semangat perlawanan dari muslim yang lain.
  • Sehingga muncul kata2 "itu kan urusan Palestina, bukan urusan kita, dalam negeri aja masih susah". | Karena jadi korban propaganda isolasi masalah.
  • Di kongres ulama, Hamengkubuwono cerita hubungan erat antara Jogja dan Khilafah Turki.
  • Bahkan Islamisasi damai nusantara ini pun dalam desain kekhilafahan Turki. Keren. Begitulah tugas kekhilafahan.
  • Dengan belajar sejarah bukan frame kolonial, makin besar rasa cinta kita pada negeri ini. Sejarah perjuangan umat Islam sudah panjang sekali.
  • Islam menjadi spirit perlawanan terhadap penjajah.

  • Kita apresiasi ustadz Tiar anwar bachtiar, peneliti dari insists dan persis. | Usaha pelurusan sejarah di sekolah.

  • Belajar kawan belajar !!! Jangan manggut2 baca sejarah frame kolonial.
  • Berpikir adalah kunci, duduk merenung, komparasi, pilah dan pilih. Jangan asal manggut2 !!!
  • Baca API Sejarah 1 & 2 juga kawan. Biar melek sejarah.

  • Kristenisasi dan Sekularisme pada masa kolonial. | Usaha mendudukkan sejarah pada tempatnya.

  • Kata2 Afonso de Albuquerque saat menduduki Malaka tahun 1511 | Semangat perang salib.

  • Akibat serang pasukan Katolik Portugis di Malaka, saat itu kerajaan Islam Aceh, Demak dan Ternate bangkit melawan.
  • Penyebaran Katolik di Indonesia mengikuti jalur pendudukkan Portugis.
  • Jadi motif Portugis menjajah nusantara adalah perang salib. Sedangkan perlawanan kerajaan Islam Aceh, Demak, Ternate adalah jihad.
  • Setelah dari Malaka, kemudian Portugis melanjutkan ekspansi perang salibnya di Jawa dan sampai di Maluku.
  • Para sultan Islam di Maluku mengizinkan Katolik Portugis berdagang, dan lama kelamaan mereka memonopoli, sehingga muslim dilarang berdagang.
  • Rempah2 sering diprogandakan sebagai alasan menjajah, padahal bukan sekedar rempah2nya. Tapi perang ekonomi dgn khilafah Islam.
  • Motif penjajahan nusantara oleh kerajaan Katolik Portugis sangat jelas dari kata2 Afonso de Albuquerque ini.

  • Motif Israel menduduki Palestina, motif AS menduduki Irak dan Afghanistan, gak beda jauh dgn motif Katolik Portugis menduduki nusantara.
  • Mirip dgn Katolik Portugis yang dapat restu dari Paus untuk menjajah, maka VOC juga dapat mandat dari Gereja Protestan Belanda (Gereformeerde Kerk).
  • Pengakuan iman Belanda tahun 1561 pasal 36: "Memberantas dan memusnahkan penyembah berhala dan agama palsu, menjatuhkan kerajaan anti Kristus".
  • Portugis penganut Katolik Roma, sedangkan VOC Belanda penganut Protestan sekte Calvinisme.
  • Penyebaran Katolik disebut misi dan orangnya disebut misionaris, sedangkan penyebaran Protestan disebut zending dan orangnya disebut zendeling.
  • Penting belajar sejarah, tapi jangan culun kayak waktu zaman SD.
  • Yang berpikir jernih insya Allah akan sepakat.
  • Propaganda kolonial sangat merasuk di mayoritas kepala, hanya segelintir yang akalnya berpikir dan melawan.
  • Kita tunjukkan bahwa kita muslim lah yang sejatinya kasih dan santun, dan yang hobi caci maki bukanlah kita.
  • Kita muslim lah yang menebarkan kedamaian, dan sudah kita buktikan bahwa caci maki dan menebar kebencian justru bukan dari statement2 kita.
  • Sejak zaman SD banyak yang mengalami stagnansi pengetahuan, dan ini fatal.
  • Menurut Tiar Anwar Bachtiar (peneliti sejarah), sampai kedatangan Belanda di abad ke-17, tidak ada komunitas Kristen di pulau Jawa.
  • Portugis dapat mandat dari Paus untuk misi penjajahan nusantara, sedangkan VOC Belanda dapat mandat dari Gereja negara (Gereja Protestan Belanda).
  • Tugas keagamaan ini ditegaskan dalam "Bataviasche Statuen" tahun 1642, VOC harus mengubah agama pribumi (muslim) menjadi Kristen.
  • Dalam "Bataviasche Statuen" 1642 juga terdapat larangan kepada pribumi (muslim) untuk menjalankan agamanya sendiri.
  • Yang melanggar aturan larangan beribadah, maka pribumi (muslim) akan dirampas hartanya, dirantai, bahkan diusir oleh VOC.
  • Pada tahun 1651 keluar ketentuan larangan mubaligh menyebarkan agama Islam. | Dejavu ?





  • Perseteruan antara Katolik dan Protestan di Eropa dibawa ke Nusantara. Katolik Portugis berseteru dgn Protestan Belanda.
  • Sehingga Belanda semangat sekali mengusir Portugis dari wilayah yang mereka kuasai di Indonesia. Perseteruan Katolik - Protestan.
  • Penduduk pribumi (muslim) yang sudah dipaksa masuk Katolik, namun ketika kedatangan Belanda dipaksa masuk Protestan.
  • Sejak saat itu VOC yang Protestan melarang penyebaran agama Katolik di nusantara sampai Herman Willem Daendels mengizinkan pada tahun 1808.
  • Agama Kristen menyebar di wilayah2 yang diduduki oleh VOC.
  • Selama periode pendudukannya (1602 - 1799), VOC mendatangkan 254 pendeta.
  • Tahun 1758 di Betawi dicetaklah Alkitab dgn huruf Arab, karena tulisan Arab melekat dalam kehidupan pribumi.
  • Maluku yang tadinya dipaksa masuk Katolik di zaman Portugis, kemudian berubah menjadi Protestan di era Belanda.
  • Tahun 1799 VOC runtuh, Indonesia resmi milik Belanda. Kristenisasi via penjajahan lebih tertata rapi. Negara yang mengkordinir.
  • Ada pribumi2 yang murtad, muslim pengkhianat, yang kemudian ikut serta dalam proyek zending mengkristenkan Nusantara.
  • Ada Paulus Tosari yang masuk Kristen tahun 1840, ada Kyai Sadrach yang masuk Kristen pada tahun 1855.
  • Salah satu usaha Kristenisasi adalah memisahkan Islam dari budaya Jawa. Ini ada ahli sejarah Jawa yang sudah menuliskan bukunya.
  • Salah satunya membuat propaganda bahwa Hindu atau Buddha adalah kehidupan masyarakat Jawa.
  • Mereka melakukan ekskauasi candi Borobudur atau Prambanan, seolah2 ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa.
  • Padahal saat ditemukan candi2 sudah terkubur, sulit ditemukan. Artinya sudah lama sekali tidak menjadi bagian dari masyarakat, ratusan tahun.
  • Dgn modal Borobudur dan Prambanan ini Belanda membangun propaganda, Hindu dan Buddha lah yang brperan. Hendak memisahkan antara Islam dan Jawa.
  • Dgn cara2 ini lah sehingga ada pemeluk Katolik dan Protestan di Nusantara.
  • Coba baca buku ini. Penulisnya cerdas ini.

  • Penjajah Barat dari dulu sudah melakukan demonisasi terhadap Islam. Sekarang dilanjutkan media bayarannya disini.

  • Check buku sejarah: ada cerita kedatangan agama Hindu - Buddha, ada cerita kedatangan agama Islam, tapi gak ada sejarah kedatangan agama Kristen.
  • Kenapa dalam buku pelajaran sejarah kita tidak ada cerita tentang kedatangan agama Kristen di Indonesia ? :D
  • Kedatangan agama Kristen di Indonesia tidak dibahas dalam buku pelajaran sejarah di sekolah. | Ada penyembunyian sejarah.
  • Karena pembahasan sejarah kedatangan agama Kristen berarti membahas penjajahan itu sendiri. Sesuatu yang harusnya dimusuhi.
  • Hinduisasi dibahas, Islamisasi dibahas, tapi kenapa Kristenisasi di Indonesia tidak dibahas dalam buku pelajaran sejarah ?
  • Tidak adanya sejarah datangnya Kristen ke Indonesia dalam pelajaran sejarah adalah salah satu bukti penulisan sejarah frame kolonial.
  • Gold Gospel Glory dalam buku pelajaran sejarah diceritakan tidak dalam konteks cerita masuknya Kristen ke Indonesia.
  • Dalam cerita kedatangan Hindu dan Buddha, buku pelajaran sejarah biasanya membahas kerajaan Hindu - Buddha.
  • Sejarah masuknya Kristen/Kristenisasi di Indonesia contoh penyembunyian sejarah. Karena sejarah kita kental frame kolonial.
  • Tentang Budi Utomo, tentang Kartini, tentang Diponegoro perang karena makam, tentang tidak adanya sejarah Kristen masuk ke Indonesia adalah contoh sejarah frame kolonial.
  • Pemunculan Kartini oleh Belanda sbg tokoh wanita adalah bagian dari proses nativisasi, penyingkiran peran Islam dalam sejarah Indonesia.
  • Ayo bangun !!! Susah Indonesia maju jika terus menelan informasi dari media frame kolonial, menelan sejarah frame kolonial, sehingga mentalnya jadi inlander terus.
  • Bangkit dan keluarlah dari framing kolonial, baru Indonesia bisa bangkit.
  • Sekarang malah gerombolan sepilis diberi panggung, framing kolonial jadi persepsi kolektif.
  • Penjajahan fisik (dulu) dan penjajahan pikiran, termasuk penjajahan informasi dan sejarah membuat Indonesia sulit keluar dari keterpurukan.
  • Sejarah itu penting, supaya tahuu jati diri kita, supaya tahu siapa musuh kita. Bayangkan ketika musuh kita justru mengendalikan pikiran kita dgn sejarah.
  • Kita mau keluar dari penjajahan, tapi justru kepala kita dijajah oleh sejarah yang ditulis penjajah, gimana mau merdeka ?
  • Bahkan untuk simbol tokoh wanita saja, kita masih mengambil tokoh wanita yang disodorkan oleh penjajah Belanda. Mental inlander.
  • Sejarah kita harus berani keluar dari framing kolonial.
  • Hapuskan mental inlander, itu penyakit jiwa akibat penjajahan. Gak berani melepaskan diri dari intimidasi pemikiran.
  • Karena Kartini yang dipropagandakan oleh Belanda untuk menjadi simbol wanita Indonesia, maka maksimal yang dipikirkan adalah kebaya.
  • Beda jika misalnya Cut Nyak Dien yang dijadikan simbol wanita Indonesia, maka wanita Indonesia adalah mujahidah melawan kolonial.
  • Framing kolonial dalam sejarah Indonesia membuat jiwa kita kerdil.
  • Kalau berani keluar dari frame kolonial, tahun ini terakhirlah cerita Kartini, tahun depan kita peringati hari Cut Nyak Dien aja.
  • Dan buku pelajaran sejarah sekolah harus berani menuliskan sejarah masuknya Kristen di Indonesia. Jangan ikut framing kolonial.
  • Mayoritas Sejarawan kita mentalnya inlander, gak mau keluar dari framing kolonial.
  • Karena framing kolonial ini maka kita jadi kelangkaan model. Kita jadi tidak tahu bahwa syariat Islam sudah pernah berlaku di Nusantara.
  • Jadi sejarah itu penting, tentang jati diri, tentang menentukan model, dari mana asalnya, dst.
  • Kenapa sejarah peran umat Islam terhadap kebangkitan Eropa lepas dari kungkungan Gereja disembunyikan oleh sejarah? Ini tentang jati diri.
  • Karena umat Islam tidak mengerti peran pentingnya dalam sejarah dunia dan terutama sejarah Indonesia karena sejarahnya disembunyikan, kita jadi kerdil.
  • Karena jika umat Islam tahu sejarahnya maka menjadi besar jiwanya. Ia tahu peran kapasitas kesejarahan yang pernah dibuat.
  • Karena sejarah ditutupi oleh Sejarawan inlander, maka jadilah umat Islam minder, seolah2 Islam tidak punya peran, padahal sebaliknya.
  • Penting untuk bangun. Tinggalkanlah jiwa inlander.
  • Karena sosok Kartini yang disodorkan oleh Belanda untuk jadi model wanita Indonesia, maka jadilah esensinya sekedar kebaya dan curhat.
  • Mengapa tak ada #HariRasunaSaid atau #HariCutNyakDien ? Mengapa hanya #HariKartini ?
  • Jika ada #HariRasunaSaid maka anak2 perempuan tak perlu mengumbar aurat hanya untuk disebut modern.

  • Jika kita paham bagaimana sesungguhnya sejarah keunggulan Islam ini, maka gak akan ada itu jiwa2 inlander dalam diri kita.
  • Jadi belajarlah tentang sejarah. Tapi lepaskan dulu mental inlandernya.
  • Merdeka dimulai dari keberanian memerdekakan pikiran. Mulai dari berani berpikir, barulah Indonesia bisa bangkit.
  • Selama pikiran bersedia terus2an fanatik dan sukarela dijajah informasi media kolonial, selama itu pula kita akan terus terbelakang.
  • Ya itulah. Bahkan untuk sekedar simbol saja kita harus menerima yang disodorkan oleh Protestan Belanda kepada negeri ini. Sulit untuk mandiri. #Kartini
  • Sehinggaa kita sulit untuk benar2 lepas dari penjajahan. Politik kita masih dijajah, ekonomi kita masih dijajah, terutama pikiran kita pun telah dijajah.
  • Informasi tidak berimbang jika soal Islam, mayoritasnya fitnah. Pengeboman WTC, bom Irak, bom Boston, penembakan Charlie Hebdo di Paris, framingnya Islam yang salah.
  • Namun ketika #ChapelHillShooting di North Carolina (USA) dan korbannya muslim, tapi pelakunya dipisahkan dari keyakinannya.
  • Atau ketika Anders Breivik membunuh 69 orang, kelakuannya dipisahkan dari keyakinannya. Padahal jelas motifnya Islamophobia oleh Kristen.
  • Demikian juga dgn penjajahan Portugis, tindakan penjajahannya dilepaskan dari motif keyakinannya. Padahal jelas sekali Paus yang memerintahkan penjajahan.
  • Demikian juga dgn penjajahan Belanda, kejahatannya dilepaskan dari keyakinannya. Padahal tindakannya itu atas restu Gereja negara.
  • Beda jika pelakunya muslim, maka ditarik2 lah supaya terkesan ajaran Islam lah alasan mereka melakukan kesalahan.
  • Padahal apa yang diberitakan sbg muslim pelakunya ternyata mereka sendiri yang melakukannya: pengeboman WTC, bom irak, bom Boston, penembakan Charlie Hebdo di Paris, terbentukanya komplotan ISIS dll.
  • Bukan sekedar distorsi informasi, tapi juga penjungkir-balikkan fakta. Sehingga korban jadi pelaku, dan pelaku jadi korban.
  • Kebayang gak, gimana cara kita bisa selamat di era distorsi informasi, di era hiper realita, di era penjungkir-balikkan fakta ?
  • Jika tidak terbiasa berpikir, maka sudah pasti otomatis jadi korban penyesatan opini. Ngeri kan ?
  • Kalau tidak terbiasa berpikir, udah pasti masuk tuh barang. Apapun info yang lewat diterima dgn sukarela sbg kebenaran.
  • Selama mayoritas kita adalah robot2 yang dikendalikan media, manusia2 yang tak pernah menyaring info yang dijejalkan, maka sulit negeri ini maju.
  • Gak ada cara lain bro sist. Logika harus menyala, berpikir harus menjadi kebiasaan kolektif. Karena jika tidak, maka sulit dirimu untuk selamat.
  • Berpikir tidak bisa hanya menjadi kebiasaan seglintir orang, Indonesia butuh lebih banyak lagi, butuh lebih banyak pejuang dan pahlawan.
  • Gak peduli Anda profesor dari Jepang, doktor dari Amerika Serikat, guru besar dari Belanda, terserah, gak peduli. Karena jika logika tidak menyala, Abu Jahal juga jadinya.
  • Karena cerdas bukan soal Anda kuliah dimana, tapi soal kerangka logika yang benar.
  • Yup, gak penting juga UGM atau bukan, yang UGM bahkan juga banyak yang logikanya melintir. Di grup KAGAMA banyak saya temukan.
  • Demonisasi Islam, orang2 sepilis pada girang dan berkata "Islam gak perlu dibela", sedangkan membahas fakta Kristen dan penjajahan Indonesia dianggap menebar kebencian.
  • Orang menyerang Islam, terus sepilis bilangnya "Allah gak perlu dibela". Gilirang sekedar menjelaskan fakta "menuhankan Yesus itu salah" sepilis bilang "jangan menebar kebencian".
  • Tiap hari menjelekkan Islam, ngakunya "otokritik". 
  • Sekedar menjelaskan sejarah masuknya Kristen ke Indonesia, dibilang menebar kebencian.
  • Logika kaum sepilis itu amburadul. Seenak dollarnya aja.
  • Definisi menebar kebenciannya seenak dollarnya aja.
  • Lucunya orang2 sepilis itu. Semoga tetap begitu sampai kelak menutup mata.

Sekali lagi saya rekomendasikan salah satu buku bagus nih "Strategi misi Kristen memisahkan Islam dan Jawa". Ekskavasi candi dilakukan Raffles untuk mendukung teori bahwa Islam tidak berpengaruh kuat, tapi Hindu - Buddha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar