Minggu, 31 Januari 2016

Logika Sederhana Tentang Gerombolan JIL

  • Gerombolan JIL seperti anak SMA yang ketika sekolah aturannya wajib berseragam #PutihAbu, baju putih, celana atau rok abu-abu tapi mereka kagak mau pakai, lalu tetep ngotot mau sekolah.
  • Menanggapi aturan wajib pakai seragam #PutihAbu untuk siswa SMA, kemudian siswa2 yang terpapar JIL akan menolak dengan segala macam argumen.
  • Ada siswa yang bilang, "selama gue gak ganggu orang lain, apa masalahnya gue pakai seragam putih merah kayak anak SD ?" | Ini Liberalisme.
  • Ada siswa JIL yang lain bilang, "pemaksaan harus seragam #PutihAbu adalah pelanggaran HAM". | Ini juga Liberalisme.
  • Siswa yang lain ngomong "seragam #PutihAbu atau #PutihMerah sama benarnya, kenapa yang diwajibkan #PutihAbu ?" | Ini Pluralisme.
  • Siswa JIL yang lain akan bilang "apa tafsir dari #PutihAbu ? Apakah cuma Bapak Kepala Sekolah yang berhak menafsirkan apa itu #PutihAbu ?" | Ini Relativisme.
  • Siswa JIL yang lain akan bilang "#PutihAbu gak boleh mengklaim sebagai kebenaran, karena #PutihMerah juga kebenaran". | Ini juga Relativisme.
  • Siswa JIL lain akan bilang "budaya asli kita batik, bukan #PutihAbu, maka kita harus ganti seragam dengan batik Nusantara" | Ini Nativisasi.
  • Siswa JIL yang lain bilang "Pak Kepala Sekolah, jangan terlalu literal membaca aturan dari Kementerian bahwa seragam harus #PutihAbu". :D
  • Atau siswa yang lain akan bilang "mbok ya sekolah itu aturannya yang happy2 sesuai yang kita mau aja, jangan dipaksa #PutihAbu". | Ini Hedonisme.
  • Siswa JIL lain akan bilang "berpakaian itu urusan privat, sekolah gak berhak ngatur2 sehingga harus pakai #PutihAbu". | Ini Sekularisme.
  • Yang lain bilang: "tafsir dari aturan #PutihAbu itu tentang seragam atau sebenarnya ini tentang suasana hati yang kadang putih dan kadang abu-abu". | Ini Hermeneutika njelimet.
  • Kalau Anda yang jadi Kepala Sekolahnya, enaknya diapain nih siswa2 JIL ? Hehe.
  • Sesederhana itu logika gerombolan JIL, mereka gak mau ikut aturan #PutihAbu, kemudian mencari2 alasan supaya bisa dianggap sebagai siswa sekolah tersebut.
  • Mereka maunya tetap diakui sebagai siswa sekolah tersebut, tapi gak mau ikut aturan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar