Ada orang-orang yang
menolak klaim kebenaran, tapi diam-diam mengklaim kebenaran miliknya
sendiri. Mereka menuduh orang berlagak menjadi jubir Tuhan, tapi mereka
sendiri Playing God.









- Apa artinya Playing God ? Ini frase yang menunjukkan sifat/perilaku seseorang yang seolah2 berperan menjadi Tuhan.
- Menyalahkan umat beragama sudah menjadi SOP (Standard Operating Procedure) buat kaum liberalis.
- Kepada umat beragama, tuduhannya ya Playing God ini. Singkatnya, umat yang ber-Tuhan dituduh berusaha menjadi Tuhan itu sendiri.
- Dalam imajinasi orang Barat, beragama itu ya fanatik. Yang nggak fanatik cuma orang2 sekuler, agnostik dan atheis.
- Tapi klaim seperti itu justru menunjukkan bahwa kaum sekuler, agnostik dan atheis pun fanatik dgn ideologi masing2.
- Misalnya, ada yang bilang beragama gak usah fanatik, berjilbab cukup di pengajian.
- Kenyataannya, yang anti pada jilbab justru sangat fanatik. Kalau tidak fanatik, mengapa sampai resah karena jilbab orang ?


- Orang lain yang pakai jilbab, kenapa dia yang resah ? Kenapa coba ?
- Apakah ada orang yang dirugikan karena jilbab orang lain ? Bagaimana menjelaskannya secara rasional ?
- Begitulah fanatiknya orang2 sekuler dan atheis, sehingga kebenciannya terhadap agama sedemikian besar.
- Ada juga orang2 sekuler tapi masih berlagak "agamis", akhirnya ucapan & perilakunya kontradiktif melulu.
- Beragama tapi membenarkan atheisme, ada ! http://ulil.net/2008/09/07/hidup-bisa-teratur-hanya-dengan-agama-surat-kepada-seorang-kawan/
- Yang beragama tapi membenaran kekafiran, ada juga !

- Bahkan kenal tauhid tapi membenarkan menyembah matahari, juga ada ! Busyeeett dah.

- Buya Hamka pernah mengatakan bahwa membuktikan adanya Tuhan itu mudah. Yang susah itu mengingkari-Nya.
- Bagaimana mengingkari Allah sedangkan ciptaan-Nya terbentang di hadapan kita ?
- Apakah semuanya ini terjadi secara kebetulan ? Sulit sekali akal sehat menerima logika aneh seperti itu.
- Kebenaran Islam pun terlalu sulit untuk diingkari. Karena ajaran Islam mencakup masalah yang sederhana hingga yang rumit.
- Sudah terlalu banyak kebenaran Islam yang terbukti. Kalau ada yang belum paham, mungkin karena benci yang mendarah daging atau pura2 nggak paham.
- Oleh karena itu, agar bisa mencetak manusia sekuler sejati, yang harus ditanamkan adalah sikap skeptis.
- Segala hal disikapi secara skeptis, semua dipertanyakan, semua diragukan. Agama termasuk ? Sudah pasti !
- Karena agama banyak membahas masalah2 ghaib, maka agama jadi bulan2an skeptisisme.
- Skeptisisme ini sebenarnya konyol. Yang tertipu dengannya hanya mereka yang mudah "terbawa arus".
- Modus operandinya begini: kumpulkan masalah2 yang rumit, maka orang2 bodoh akan lupa pada yang lain.
- Misalnya, membahas ttg dzat Allah. Ribet kan ? Habis itu soal ruh, terus soal kiamat. Lama2 orang berpikir Islam ini serba nggak jelas.
- Padahal, yang dibicarakan memang hal2 yang di luar kemampuan akal manusia. Yang memang tidak terjangkau oleh akal.
- Saya pernah menulis tentang Antara Akal, Tak Masuk Akal, Dan Akal-Akalan Manusia https://www.facebook.com/notes/yongky-oscarra/antara-akal-tak-masuk-akal-dan-akal-akalan-manusia/1382953698662448
- Tapi ya itu tadi, orang2 bodoh yang mudah terbawa arus gampang saja bikin kesimpulan: agama itu gak rasional.
- Karena mempertuhankan skeptisisme, akhirnya semua disikapi secara skeptis. Kayak gini nih.


- Apa klaimnya itu benar ? Coba check dulu.

- Kalau mau dicari di Qur’an, semua dijelaskan kok. Sayangnya nggak mau merujuk ke Qur’an. Karena ngotot pengen skeptis.
- Nah tapi penganut skeptisisme ini sama aja nggak jujurnya dgn penganut sekularisme. Ujung2nya mereka Playing God juga.
- Menurut pakem skeptisisme, harusnya, tidak ada hal yang pasti. Semuanya relatif, terbuka untuk diperdebatkan.
- Masalah yang sudah jelas dalam Qur’an pun disikapi seolah2 belum jelas.
- Kalau kita mendebat balik, paling bakal dituduh anti perbedaan, mengklaim kebenaran dst. SOP-nya gitu.
- Tapi mereka Playing God juga. Bersikap seolah2 tahu persis apa maunya Allah.
- Ini yang lagi ngetop karena Playing God belum lama ini.

- Persoalan yang sudah dijelaskan dalam Qur’an bisa diralat, tapi yang banyak syubhatnya malah diklaim pasti benar.
- Disini, klaim kebenaran nyata2 terjadi. Tapi teman2 sekulernya tidak menyerang. Kenapa hayooo ??? :)
- Belum cukup kontroversi ? Bikin lagi dah wacana yang lebih heboh. Biar ramai brooo.

- Cerita akhirnya begini aja. Kesalahan malah makin parah. Tahu kan dimana salahnya ? :)
- Kontroversi kayak gini memang gampang bikin suasana jadi ramai.
- Tapi ramai ya cuma sekedar ramai. Bikin ribut, abis itu hilang dari radar.
- Sama seperti Amina Wadud yang dulu kayak kebelet pengen jadi Imam Shalat Jum’at.
- Apakah setelah itu Amina Wadud terus konsisten Shalat Jum’at ? Hehehe ya nggak lah.
- Demikian juga orang2 sekuler kalau ngoceh soal langgam membaca Qur’an, jangan buru2 berimajinasi bahwa mereka akan baca Qur’an.
- Kalau mereka ngoceh soal Adzan pakai irama dangdut koplo, jangan berimajinasi bahwa mereka akan jadi Muadzin.
- Mereka ini mewarisi logika para gurunya, yaitu kaum orientalis. Kerjaannya mengomentari Islam.
- Tapi komentator itu bukanlah pemainnya. Sama seperti dalam pertandingan sepakbola.
- Jangan risau kalau orang2 sekuler sedang Playing God. Mereka bicara Tuhan, belum tentu hatinya mengingat Tuhan.
- Tonton lagi deh rekaman dari UIN Bandung ini. Nama siapa yang paling sering disebut ? “Tuhan” kan ? https://www.youtube.com/watch?v=5lizJRwnDPQ
- Tapi apa perilaku mereka seperti orang yang sedang ingat Tuhan ? Hmmm.
- Banyak mahasiswa yang sekarang terbuka matanya, melihat kebodohan dosen-dosennya.
- Ada beberapa mahasiswa yang curhat kepada saya karena dosennya seorang "relativis" tingkat parah.
- Kata dosennya, "Kalau menilai agama lain, jangan gunakan kacamata Islam. Tapi gunakan kacamata agama itu".
- Tujuannya agar kita tidak mengklaim kebenaran sendiri. Standar lah.
- Bagaimana membantah logika model seperti itu ? Gampang sih, tapi paling dosennya ngambek hehehe.
- Bilang aja, "Pak/Bu, saat memeriksa jawaban UTS dan UAS kami, jangan pakai perspektif Anda sendiri, tapi gunakanlah perspektif kami. Pasti Anda akan bisa memahami kebenaran melalui kacamata kami".
- Ya begitulah kaum liberalis, logikanya sudah ringsek. Semua dianggap relatif, tapi pendapatnya sendiri diklaim absolut benar.
- Semua tidak boleh klaim kebenaran, kecuali dirinya sendiri. Gak boleh jadi jubir Tuhan, tapi dia sendiri berlagak jadi jubir Tuhan.
- Semoga kita semua terhindar dari logika bobrok mereka. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar