Dalil "lakum dinukum waliyadiin" Artinya Bukan "jangan da'wah" Atau "jangan ngurusin agama lain"
- Islam itu guru toleransi
tapi mengharamkan campur aduk agama | Harap diingat "lakum dinukum
waliyadiin" itu ayat pertamanya "qul yaa ayyuhal kaafiruun"
- Hari2
ini orang masih suka pakai "lakum dinukum waliyadiin" sebagai argumen
"jangan mengkafirkan agama lain" "jangan da'wah" "jangan ngurusin agama
lain", padahal judul surahnya aja Al Kaafiruun.
- "Aku
tidak menyembah apa yang kamu sembah. Kamu tidak menyembah apa yang aku
sembah. Untukmu agamamu, untukku agamaku". | Islam beda, pluralisme
itu ngawur.
- Disebut kafir karena beda yang disembah.
- Disebut
kafir bukan karena memusuhi nabi, bukan karena tidak suka bersedekah,
bukan karena sombong dan tidak rajin menabung. | Tapi karena beda yang
disembah aja. Simple.
- Bunyi ayatnya bukan "hai orang2 kafir, kamu kafir karena memusuhiku". | Yang jelas bukan begitu bunyinya.
- Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku. | Misa dan Natal untukmu, Idul Fitri Untukku.
- Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku. | Gerejamu untukmu, Masjidku untukku.
- Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku. | Alkitab dgn segala kontradiksinya untukmu, Al-Qur'an dgn segala kesempurnaannya untukku.
- Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku. | Natal dgn Paganismenya untukmu, Shaum dan Lebaran dgn dalil kuatnya untukku.
- Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku. | Konsensus dan ketidakjelasan untukmu, wahyu Allah dan kejelasan untukku.
- Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku. | Fanatik "pokoknya" apa kata nenek moyang untukmu, berpikir dgn logika menyala untukku.
- Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku. | Salahmu untukmu, benarku untukku.
- Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku. | Untukmu kebingunganmu, untukku ketercerahanku.
- Pluralisme
adalah alat negosiasi kafir Quraisy untuk menghentikan da'wah
Rasulullah. | Jawaban Rasulullah: kita beda, lakum dinukum waliyadiin
- Rasulullah menolak kompromi aqidah tsb, kemudian turunlah surah Al kaafiruun. "Lakum dinukum waliyadin"
- Jadi,
orang yang bilang "jangan ngurusin keyakinan orang lain" adalah orang
yang bingung. Dia gak paham makna "lakum dinukum waliyadin".
- Lakum
dinukum waliyadiin adalah sebuah penegasan perbedaan. Tauhid dan
kemusyrikan, ketinggian dan kerendahan, kemuliaan dan kehinaan.
- Terkadang
saya membayangkan, ada sahabat menegur Rasulullah yang sedang orasi di
bukit Shafa': "Ya Rasulullah, yang salah2 sudahlah diamkan saja, lakum
dinukum waliyadiin".
- 23 tahun da'wah Rasulullah adalah
ke orang2 kafir. Kalau gak boleh ngomong ke orang kafir atas dasar lakum
dinukum waliyadiin, maka Rasulullah nganggur.
- "Lakum dinukum waliyadiin" adalah ayat yang menentang pluralisme. Kami berbeda dgn Anda.
- Definisi
Pluralisme yang dibawa JIL adalah definisi sinkrentisme. Al-Qur'an
menegaskan "laa abudu wa ta'buduun" "lakum dinukum waliyadiin".
- Sehingga
orang yang suka bilang "jangan urus orang lain" "urus diri sendiri aja"
biasanya ditambah dalil "lakum dinukum waliyadiin". Maka jelas ini
salah satu indikator korban JIL.
- Lakum dinukum
waliyadiin artinya kita dilarang campur aduk agama. | Laa ikraha fid
diin artinya kita tidak boleh memaksa orang lain kepada Islam.
- "Lakum
dinukum waliyadiin aja mas" | Jelas dong, tapi saya gak sepotong2
menggunakan ayat tsb. Mulai dari "yaa ayyuhal kaafiruun".
- Yang tidak boleh adalah memaksakan keyakinan kita pada orang lain. | Laa ikraaha fid diin. -- Tak ada paksaan masuk Islam.
- Yang
tidak boleh adalah campur aduk agama. | Muslim tidak boleh ikut
menyembah sesembahan yang dituhankan agama lain atau ikut beribadah dgn
agama lain.
- Yang tidak boleh adalah campur aduk agama.
| Lakum dinukum waliyadiin. Untukmu agamamu, untukku agamaku. Tuhanmu
dan ibadahmu bukan untukku.
- Yang tidak boleh adalah
campur aduk agama. | Muslim gak usah ikut merayakan hari rayanya agama
lain. Untukmu hari rayamu, untukku hari rayaku.
- Yang juga tidak boleh adalah mencaci-maki atau menghina sesembahannya agama lain.
- Yang
tidak boleh adalah memaksakan orang supaya masuk Islam. | Kita cuma
diperintahkan mengajak, pilihan menerima atau menolak itu terserah pada
yang diajak. Jangan dipaksa.
- Jadi, jangan ragu untuk
ngurusin keyakinan orang lain. | Bahkan ngurusin orang lain itu dalam
Al-Qur'an disebutkan sbg ciri "khairu ummah (umat terbaik)".
- Pekerjaan para Nabi itu ya ngurusin keyakinan orang lain agar orang lain meyakini "Tiada Tuhan selain Allah".
- Membayangkan
Rasulullah jika mengikuti kata2 mereka: "jangan ngurusin keyakinan
orang lain". | Maka beliau akan memeluk Islam sendirian sampai
meninggal. Dan niscaya Islam gak akan sampai ke Nusantara.
- Dan
ternyata ciri umat terbaik bukan mereka yang paling kaya atau paling
miskin, tapi orang yang hobinya "mengajak pada kebaikan dan mencegah
kemungkaran".
- Ternyata yang diperintahkan Allah ke kita bukan menyetujui dan mengangguk2 terhadap semua perkataan dan perbuatan orang lain.
- Ternyata pekerjaan manusia terbaik, para utusan Allah, ya meluruskan keyakinan orang lain yang salah.
- Ternyata pekerjaan manusia terbaik, terbaik pilihan Allah loh ya, adalah mengurusi keyakinan orang lain.
- Mau jadi umat terbaik ? Ikuti ciri2 umat terbaik, mereka hobinya "mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran".
- Sehingga
perkataan "jangan ngurusin agama lain", menjauhkan kita dari ciri umat
terbaik, menjauhkan kita dari perkataan terbaik, menjauhkan kita dari
pekerjaan manusia terbaik.
- Dan justru penyebab kehancuran adalah mendiamkan sesuatu yang salah.
- Sebab tugas kita di dunia bukanlah mengangguk2 untuk membenarkan semua yang kita lihat dan kita dengar.
- Sekarang
yang terjadi justru terbalik, ngurusin keyakinan orang lain dianggap
salah, campur aduk agama dianggap benar. | Ini fatal.
- Mari kita ngurusin keyakinan orang lain, meneladani pekerjaan manusia terbaik.
- Selamat mengurusi keyakinan orang lain, baik itu Muslim yang masih salah keyakinannya, atau pun non-Muslim.
- Banyak Muslim yang keyakinannya harus kita urusin, yang non-Muslim lebih banyak lagi.
- Banyak
Muslim yang tidak mengerti kenapa memilih Islam, banyak Muslim yang
bilang semua agama benar. | Keyakinan begini juga harus kita urusin.
Ajaib kalau bilang "jangan ngurusin orang lain".
- Yang
sudah Muslim atau yang masih Kafir, dua2nya tetep harus diurusin. |
Yang salah diluruskan, yang benar ditingkatkan menjadi amal.
- Tugas
kita mengajak berpikir, dgn berpikir maka akan menjadi tahu. |
Pengetahuan membentuk keyakinan, dan keyakinan membuahkan amal.
- Untuk keyakinan orang lain yang salah, jangan katakan #BukanUrusanSaya
- Gak
perlu bingung ketika ada yang nyodorin "lakum dinukum waliyadiin"
dijadikan argumen "jangan da'wah, jangan ngurusin keyakinan orang lain".
Kebiasaan liberalis yang suka literalis.
- Mereka gak paham makna dalil tsb.
- Islam itu agama yang menolak campur aduk. Islam adalah agama yang punya prinsip.
- Islam menolak campur aduk agama, tapi sekaligus Islam adalah gurunya toleransi bagi dunia.
- Untukmu
topi Santamu, bukan untukku. Untukmu Natalmu, bukan untukku. Untukmu
Gerejamu, bukan untukku. Saling menghormati, jangan campur aduk.
- "Mas,
jangan da'wah ke non-Muslim, jangan membanding2kan agama, jangan
ngurusin keyakinan orang lain, untukmu agamamu, untukku agamaku". | Ini
sih ngawur namanya. Yang ngomong gitu gak paham makna Al Kafiiruun.
- Tapi
kalau bilang "Mas, yang Muslim gak usah merayakan Natal, untukmu
agamamu untukku agamaku" | Ini baru benar. Makna Al-Kafiruun adalah
melarang campur aduk agama.
- "Mas, Rasulullah itu gak
ngurusin agama lain". | Surah2 di Al-Qur'an itu mayoritas turun di
Makkah, 80-an surah pembahasannya ya ttg ngurusin agama lain.
- Rasulullah
menyampaikan ayat ttg salahnya kaum musyrikin, ttg salahnya Yahudi,
ttg salahnya Nasrani. | Gawat kalau Rasulullah dibilang intoleran, dan
tiba2 ada yang bilang "Hei Muhammad, jangan ngurusin keyakinan orang
lain". Ckckck
- Mayoritas surah dalam Al-Qur'an itu turun
di Makkah, pembahasannya ttg tauhid, iman pada hari akhir, iman pada
Nabi Muhammad SAW, iman pada Al-Qur'an.
- Hargai
keyakinan muslim yang menyatakan bahwa yang menyembah selain Allah itu
kafir. | Jangan paksa untuk tidak mengkafirkan kekafiran. Ini melanggar
HAM.
- Yang penting dalam menjelaskan salahnya agama lain tsb gak pakai emosi. Tetap santun, pakai fakta, tanpa caci maki. Kalem.
- Memaksakan pluralisme kepada muslim yang meyakini hanya Islam yang benar justru adalah bentuk anti perbedaan.
- Tetap
jernih aja, gak perlu bingung. Lakum dinukum waliyadiin itu ayat
tentang menolak pluralisme. | Islam beda dengan yang lain, jangan
nyama2in, jangan campur aduk".
- "Mas, Rasulullah itu gak pernah menyalahkan agama lain" | Lho, terus yang dulu menyampaikan ayat ini siapa ? :D
- Nenek moyang mereka pun dikecam oleh Al-Qur'an karena mengatakan Allah punya anak.
- Jelas
Al-Qur'an mengecam agama lain karena berkata dusta tentang Allah. Jadi
ketika menyampaikan ayat2 tsb, Rasulullah intoleran ? Ketika menyalahkan
agama lain, Rasulullah intoleran ? :D
- Saya sih tetap
jernih aja & maju terus, wa law karihal munaafiquun, wa law karihal
kaafiruun, meski kaum "fii quluubihim maradh" geregetan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar