Minggu, 31 Januari 2016

#Sekularisme #Pluralisme #Liberalisme (Gagasan Destruktif Yang Diasong JIL)

  • Ajaran Kristen mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, Yesus adalah anak Allah, atau Allah adalah salah satu dari yang 3.
  • Ketiga gagasan ini secara tegas kemudian ditolak oleh aqidah Islam, dengan statement yang jelas yaitu kekafiran.
  • Sehingga orang yang meyakini konsep ini otomatis meyakini kekafiran, dan Islam memvonis orang seperti ini kafir.
  • Orang yang meyakini konsep ini artinya dia membenarkan pola hubungan antara Allah dan Yesus yang disalahkan Al-Qur'an.
  • Lantas bagaimana dengan Pluralisme yang diasong JIL ? Bagaimana dengan gagasan membenarkan semua agama termasuk konsep Kristen ttg Tuhan ini ?
  • Disinilah bahaya terbesar Pluralisme yang diasong JIL. Tanpa sadar, korban2 JIL meyakini bahwa konsepsi Kristen adalah kebenaran juga.
  • Korban2 JIL ini akan meyakini bahwa semua agama ini nilai benarnya sama. Sehingga gagasan Allah adalah Yesus itu adalah benar juga.
  • Konsep Trinitas, dimana orang2 yang meyakininya divonis kafir, kemudian diyakini sebagai benar oleh para korban Pluralisme.
  • Ini bahaya terbesar JIL, dengan meyakini Pluralisme, semua agama benar, tanpa sadar mengeluarkan seseorang dari Islam.
  • Meyakini Pluralisme akan menyelewengkan Muslim yang meyakininya dari konsep Tauhid, karena akan membenarkan semua agama yang menjajakan kemusyrikan.
  • Pluralisme menyerang pondasinya, yaitu aqidah. Ibarat pohon, Pluralisme merusak akar.
  • Ini bahaya terbesar dari menjadi bebek JIL. Tanpa sadar, membenarkan konsep kekafiran dari agama lain, yang mengeluarkan orang tsb dari Islam.
  • Kemudian Sekularisme, gagasan yang memisahkan agama dan kehidupan. Agama punya urusannya dan dunia punya urusannya.
Islam tidak memisahkan urusan negara dan urusan agama. Beriman, beramal shalih, dan memimpin bumi sekaligus.



  • Sekularisme membuat seorang meyakini bahwa Islam hanya mengatur urusan ibadahnya, urusan shalat dan puasanya, tapi tidak kehidupan sosialnya. Itu salah kaprah.
  • Sekularisme membuat muslim mengkebiri Islamnya. Islam dibatasi oleh tembok2 Masjid.
  • Sekularisme membuat muslim jadi terpisah dari Islam, sesuatu yang justru menjadi sumber keunggulan sejarahnya.
  • Ketika Pluralisme menyebabkan kekafiran, Sekularisme menyebabkan kehancuran dan kemunduran.
  • Seorang muslim bisa shalat, puasa, zakat dan haji dengan Islam, tapi terhalang berhukum, berekonomi, berpolitik dengan Islam. Ini fatal.
  • Kemudian Liberalisme, ia menyerang sistem moral Islam, ia mensunyikan dunia dari da’wah.
  • Liberalisme menyatakan kebebasan dengan batas hak orang lain. Ketika tidak ada hak orang lain yang dilanggar, apapun bebas dilakukan.
  • Liberalisme menjadikan orang lain menjadi standar nilai, tidak ada lagi halal dan haram.
  • Dalam pandangan Liberalisme, berzina tidak punya nilai halal dan haram. Ia baru punya nilai ketika ada hak orang lain yang dilanggar.
  • Liberalisme menyeret manusia untuk meninggalkan kemuliaannya dan terjerembab pada kehinaan.
  • Ulil pernah bilang beberapa waktu lalu tentang aurat dinamis sesuai etika yang berlaku di masyarakat. Ini gagasan Liberalisme, sebab manusia dijadikan sbg batas nilai.
  • Liberalisme tidak mengenal batas aurat selain batas pandangan orang lain.
  • Sedangkan batasan perilaku seseorang dalam Islam bukanlah hak orang lain, tapi hak Allah, yaitu ditaati.
  • Dengan menunaikan haknya Allah, yaitu ditaati maka otomatis hak2 manusia akan terlindungi. Itulah Islam, berbeda dgn Liberalisme.
  • Pluralisme menyebabkan kekafiran, Sekularisme menyebabkan kehancuran, sedangkan Liberalisme menyebabkan kehinaan.
  • Itulah kenapa JIL sangat destruktif, itulah kenapa saya anti JIL, dan itulah kenapa ada #IndonesiaTanpaJIL. 

SEKIAN :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar