Siapakah Orang Yang Rugi Dan Amalnya Sia-Sia ?
- Siapakah orang yang rugi ?
- Siapakah yang amalnya sia2 ?
- Mereka
yang ingkar (kafir) kepada ayat Allah dan Hari Akhir. Kekafiran
menyebabkan terhapusnya amal. Berbuat baik tapi sia2, karena kekafiran.
Amal tak bernilai di Yaumil Akhir.
- Kenapa rugi ? Karena merasa sudah berbuat baik, namun karena kekafiran maka dimasukkan ke neraka Jahanam.
- Lantas
siapa yang beruntung ? Al-Qur'an langsung mengkomparasi dan mengajak
berpikir. Yang beruntung, alias tidak rugi adalah orang2 yang beriman
dan beramal shalih. Disediakan surga Firdaus bagi yang beriman dan
beramal shalih.
- Kekafiran adalah cara paling cepat membuat semuanya jadi tak bermakna. #rugi
- Kekafiran membuat semuanya jadi sia-sia. #rugi
- Tindakan
yang paling menyia2kan waktu bukan banyak tidur, bukan banyak nonton
TV, melainkan kekafiran. Apalagi udah kafir, banyak tidur pula.
- Kekafiran adalah cara tercepat membuat seluruh waktu jadi sia-sia. #rugi
- Cara manajemen waktu terburuk adalah dengan menjadi kafir. Semuanya menjadi sia-sia.
- Orang
yang paling rugi adalah kafir walau tidak banyak tidur. Merasa sudah
berbuat baik, merasa sudah mengatur waktu sebaik2nya padahal sia-sia.
- Banyak
tidur atau nonton TV adalah cara buruk mengisi waktu. Tapi ini bukan
cara terburuk. Karena cara terburuk menyia2kan waktu adalah dengan
menjadi kafir.
- Maka dari itu, yakini dulu bahwa tiada
Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, baru setelah itu
beramal, sehingga amal jadi punya makna.
- Mari beriman, mari masuk Islam. Maka amal akan punya makna. Karena amal tanpa iman adalah pengkhianatan.
- Kekafiran membuat amal laksana fatamorgana, tidak nyata.
- Kekafiran membuat kebaikan menjadi “kesel nggawe, ora kanggo” .
- So,
yang pertama harus dilakukan dalam manajemen waktu adalah menjadi
beriman. Tanpa ini, apapun teori manajemen waktu menjadi tak berguna.
- Maka
dari itu, mari meyakini tiada Tuhan selain Allah dan meyakini bahwa
Muhammad adalah utusan Allah. Mari meyakini bahwa kekafiran adalah
kesalahan terberat.
- First things first semua manusia adalah beriman bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
- Tanpa beriman, maka apapun yang dilakukan setelahnya menjadi nihil makna.
- Ayat seperti ini biasanya jadi bahan untuk menuduh bahwa Islam mengajarkan bunuh orang kafir .
- Padahal, ayat seperti itu lah yang membuat Nusantara/Indonesia tetap ada.
- Karena
jika ayatnya bunyinya ditampar kiri dan kasih yang kanan maka nasib
Nusantara seperti Aborigin Australia dan Indian Amerika.
- Untung saat dijajah Katolik Portugis dan Protestan Belanda, Nusantara punya umat Islam yang meyakini ayat seperti ini.
- "Usir orang yang mengusirmu" "bunuh orang yang memerangimu". Sehingga Nusantara melawan penjajah.
- Jika
ayat itu menganjurkan "ditampar pipi kiri dan kasih pipi kanan", maka
tak ada perlawanan di Nusantara ini terhadap penjajah.
- Ayat itu yang melandasi mujahid Islam Jenderal Sudirman mendirikan TNI untuk membunuh Protestan Belanda yang memerangi.
- Indonesia bisa bertahan dari penjajah Katolik Portugis dan Protestan Belanda karena umat Islam diajarkan ayat seperti itu.
- "Usir katolik Portugis yang telah mengusirmu" "bunuh Protestan Belanda yang telah memerangimu".
- Jika "kasih pipi kanan ke Portugis yang menampar pipi kirimu", maka Indonesia akan seperti Indian di Amerika. Mereka musnah.
- Jika
"kasih istrimu kepada Protestan Belanda yang memperkosa anak
perempuanmu" maka Indonesia akan seperti Aborigin di Australia.
- Karena ini ayatnya adalah ayat perjuangan, ayat perlawanan, sehingga Indonesia melawan penjajahan. Bung Tomo bertakbir.
- Darah
kafir yang halal adalah darah kafir yang memerangi. Sehingga bukan
karena kekafirannya seseorang diperangi, tapi karena kezhalimannya.
- Islam
tidak memerangi seseorang karena kekafirannya, tapi karena
kezhalimannya, karena mereka memerangi, karena mereka mengusir, karena
menjajah.
- Tentang toleransi, kedamaian, dan sejenisnya,
Islam adalah gurunya. Tak ada celah menyerang Islam selain mengambil
contoh Muslim yang menyimpang.
- Islam itu santun, toleran, dan ramah, ini benar. Tapi kalau santun diartikan "ditampar diam saja", ini bukan santun namanya.
- Islam
itu damai, tapi tegas, kalau diperangi ya melawan. Jangan digiring
bahwa damai itu "ditampar pipi kiri lalu kasih pipi yang kanan".
- Islam
itu toleran tapi punya prinsip. Jangan digeser artinya bahwa toleran
itu mengakui agama yang menuhankan selain Allah adalah benar juga.
- Islam itu ramah tapi punya prinsip. Ramah jangan digeser artinya manggut2 membenarkan semua hal, bahkan membenarkan yang salah.
- Bahkan
kita jauh lebih berhak bicara kesantunan daripada JIL, karena kita
tidak pernah mengucapkan kata2 "tolol" "dungu" "pekok" yang biasa mereka
ucapkan.
- Kita lebih berhak bicara tentang keramahan, karena kita gak pernah mengeluarkan caci maki seperti orang2 JIL.
- Kita
santun, kita ramah, karena Islam mengajarkan itu. Tapi Islam juga
mengajarkan kita punya prinsip, kita harus berprinsip bahwa yang
menuhankan selain Allah itu kafir.
- Islam mengajarkan
menuhankan selain Allah adalah kafir, tapi kita diajarkan untuk santun
pada orang kafir tsb. Santun dan berprinsip, gak lenya-lenye.
- Gak
ada kontradiksi antara santun dan berprinsip. Kaum JIL yang tidak
santun dan tidak ramah itu lah yang membuatnya kontradiksi, mereka
lenya-lenye.
- Bahkan Israel diperangi bukan karena ke-Yahudi-annya, tapi karena perilaku kezhalimannya.
- Israel kita benci bukan karena agamanya, tapi karena aksi mereka menjajah Palestina.
- Gimana ? Logis ? Setuju dengan ajaran Islam ? Mari masuk Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar