Kenapa Kita Harus Selalu Kontra Dengan Kaum Sepilis JIL ?
- Pernah bertanya2 nggak, kenapa saya dan kaum sepilis JIL berlawanan nyaris di semua hal.
- Karena perbedaan saya dan sepilis JIL ada di akar (aqidah), sehingga saya dan sepilis JIL berlawanan hampir di seluruh hal.
- Soal
memandang Valentine beda, soal memandang miras & prostitusi beda,
soal memandang Syiah beda, bahkan soal pilihan Presiden beda. Pernah
bertanya2 nggak, kenapa saya dan kaum sepilis berlawanan terus ?
- Memang
lucu, tapi inilah yang sekarang sedang berserakan model2 seperti itu.
Ngaku Muslim tapi keras sama Muslim lainnya, lunak sama Non-Muslim dan
lunak sama semua yang sesat2.
- Ngaku Muslim tapi benci banget sama da'wah sampai dicap menebar kebencian tapi mereka malah dukung aksi Kristenisasi. #lucu
- Padahal
seharusnya "adzillatin 'alal mu'miniin wa a'izzatin 'alal kaafiriin".
Tapi bukankah ciri mereka memang harus selalu berlawanan dgn yang
sebaliknya ?
- Asyiknya Al-Qur'an itu komparatif dalam
menjelaskan. Ciri orang beriman dijelaskan dan ciri orang munafiq pun
dijelaskan. Al-Qur'an komparatif.
- Yang saya baca dari
Al-Qur'an, ciri2 orang munafiq itu tinggal negasikan dgn ciri2 orang
beriman. Begitu yang saya baca dari Al-Qur'an.
- Orang
beriman itu beriman pada Allah dan Hari Akhir. | Ciri orang munafiq
tinggal negasinya, yaitu "tidak beriman pada Allah dan Hari Akhir".
- Orang
beriman cirinya mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran. | Orang
munafiq harus sebaliknya, yaitu mengajak kemungkaran dan mencegah
kebaikan.
- Kita gak setuju perayaan Valentine's Day yang berakibat ABG ngeborong kondom. | Sedangkan kaum munafiq sepilis ya harus setuju.
- Kita menolak legalisasi miras, kaum munafiq sepilis setuju legalisasi miras. | Kita dan mereka harus terus berlawanan.
- Dalam
Al-Qur'an memang begitu cirinya. Orang beriman dijelaskan cirinya,
sedangkan kaum munafiq dan kafir juga dijelaskan cirinya.
- Tinggal
kita jadikan Al-Qur'an sebagai cermin. Mau menjadikan diri kita supaya
cocok dgn ciri orang beriman atau dgn ciri orang kafir dan munafiq.
Semua pilihan ada pada diri kita sendiri.
- Ngeri banget
membayangkan diri saya tiba2 setuju "Allah menciptakan banyak agama"
dan setuju "ABG borong kondom saat Valentine's Day". Na'udzubillah
mindzalik.
- Selama kontra dgn kaum sepilis, insya Allah
kita di jalan yang benar. Waspada kalau udah sepakat sama mereka.
Artinya kamu di jalan yang salah.
- Mereka dukung campur
aduk agama (pluralisme), kita kontra. | Mereka intoleran, kita
toleran. Kita harus terus kontra dgn kemungkaran.
- Kalau
kita sudah manggut2 dgn ajakan kemungkaran dari mereka, maka tanda
hati kita sudah mati. Sehingga kita jadi ikut kaum "fii quluubihim
maradh".
- Tapi ciri mereka juga kadang2 mengaku beriman
pada Allah dan Hari Akhir. Jadi kadang2 bibir mereka terpaksa pro dgn
kita, untuk menipu & mengelabui umat.
- Kita gembira
jika ada kebaikan mendatangi kaum Muslimin. Misal, teroris Israel
dibunuh oleh tentara Hamas. Kaum sepilis harus sebaliknya. Mereka akan
sedih dgn kematian teroris Israel.
- Apa yang membuat
kaum sepilis gembira ? Saat Muslim Palestina dibantai oleh teroris
Israel, sesuatu yang membuat Muslim sedih, justru membuat sepilis
bahagia.
- Apa yang membuat kita senang, akan membuat
mereka sedih. Apa yang membuat kita sedih, akan membuat mereka senang.
Ya memang harus seperti ini terus.
- Suasana hati orang beriman dan orang munafiq jelas berbeda. Gembira dan sedihnya pun juga berlawanan.
- Islam
membentuk cara berpikir, cara merasa, dan cara bertindak. Rasa sedih
dan senang pun juga dibentuk oleh Islam. Standarnya berbeda.
- Rasa adalah satu hal yang juga dibentuk oleh Islam. Sehingga apa yang membuat kita senang dan sedih jadi berbeda standarnya.
- Kalau
apa yang kita rasa sama dgn kaum sepilis, maka ada yang salah dgn
keimanan kita. Jadi, pastikan kita harus terus berlawanan dgn kaum
munafiq sepilis.
- Hati-hati dgn apa yang kamu rasa. Kalau udah mulai serasa atau sepaham dgn kaum sepilis, maka ada yang salah dgn hatimu.
- Kita
harus berbeda ciri dgn kaum munafiq di semua hal. Karena dalam
Al-Qur'an, ciri orang beriman selalu kontra dgn ciri orang munafiq.
- Tapi
tetap waspada, bibirnya kaum munafiq akan mendadak menyetujui. Mereka
terpaksa sepakat atau setuju untuk menipu & mengelabui umat.
- Jika
hati kamu mulai senang ketika Mursi divonis hukuman mati, sedih ketika
Turki membantu Rohingya, senang ketika muslim Rohingya dibantai
Buddha. Itu tanda hatimu sakit. Fii quluubihim maradh.
- Sebaiknya
mulai check ciri2 yang lain, "mendukung kemaksiatan: prostitusi,
miras, LGBT dll". Biasanya cocok semua. Dan biasanya juga hadir ciri
yang lain: pelit mengeluarkan infaq untuk memenangkan Islam.
- Kalau udah begitu hatimu, maka menangislah. Petaka besar udah menanti, maka hidup jadi percuma.
- Senang
dgn penderitaan kaum muslim, sedih dgn kegembiraan kaum muslim. Itu
semua udah tanda, dan silahkan check tanda2 yang lain, dijamin cocok
100%.
- Kalau dirimu udah mulai senang dengan kemalangan
yang terjadi pada umat Islam, maka menangislah. Karena pasti ada yang
salah dgn hatimu, berdoa kepada Allah untuk minta hati yang baru.
- Malapetaka
besar jika sudah mulai senang ketika terjadi kemalangan pada umat
Islam. Hidup sudah tidak berguna lagi. Janji Allah menurunkan azab
tinggal menanti.
- Segeralah minta hati yang baru, supaya
bisa lagi merasakan senang jika umat Islam senang, dan ikut sedih jika
kemalangan menimpa umat Islam.
- Parahnya jika sudah
terlanjur menikmati, maka susah sembuhnya. Awalnya kita akan heran ada
orang ngaku Islam tapi anti Islam, tapi itu faktanya. Detail
diceritakan dalam Al-Qur'an.
- Semoga Allah menjauhkan
sejauh2nya sifat nifaq ini dari kita semua. Dan yang sudah terjangkit
supaya disembuhkan. Berdoalah minta perlindungan dari Allah.
- Kenapa
kita berbeda dgn kaum sepilis nyaris di semua hal ? Kenapa kita berbeda
di seluruh hal dgn orang2 sepilis JIL dalam memandang segala sesuatu ?
Ini jawabannya.
- Pilihan
politik berbeda, menilai kebijakan politik berbeda, memandang hukum
berbeda, menanggapi isu2 berbeda, kita berbeda dengan sepilis JIL di
semua hal.
- Soal miras, soal prostitusi, soal kata2 kotor pemimpin, soal Kartini, soal pilihan politik, pasti beda dgn JIL.
- JIL mendukung miras, kita menolak. JIL mendukung pelacuran, kita menolak.
- Kenapa
kontradiksi dgn JIL nyaris di semua hal ? Ini jawabannya. Asyiknya
Al-Qur'an dengan gaya komparatif, menjelaskan ciri2 orang munafiq dan
ciri2 orang beriman. Tinggal mencocokkan diri.
- Cirinya jelas, jika ada kebaikan, maka orang beriman akan mendukung, sedangkan orang munafiq akan menghadang.
- Sebaliknya, jika ada keburukan (miras, pelacuran dll), orang beriman menolaknya, sedangkan orang munafiq mendukungnya.
- Cirinya sudah gamblang dijelaskan dalam Al-Qur'an, tinggal kita milih mau memasukkan diri kita ke ciri yang mana ?
- Membaca Al-Qur'an membuat kita terlatih komparatif.
- "Apakah
sama yang melihat dan yang buta ?" "Apakah sama yang beriman dan yang
kafir ?" "Apakah sama yang berpikir dan yang tidak ?"
- Al-Qur'an mengkomparasikan ciri orang munafiq dan orang beriman. Kita tinggal pilih yang mana, dalam menyikapi suatu hal.
- Ketika ada yang menolak syariah, bagaimana sikap orang munafiq ? Dan bagaimana sikap orang beriman ? Sudah bisa ketebak.
- Soal UU anti pornografi, bagaimana sikap sepilis JIL ? Dan bagaimana sikap kita ? Sudah bisa ketebak.
- Soal Masjid yang diawasi, khutbah & takbir dilarang, bagaimana sikap sepilis JIL ? Dan bagaimana sikap kita ? Mudah ditebak.
- Soal
ucapan Menag tentang "hormati orang yang tak berpuasa", bagaimana sikap
sepilis JIL ? Dan bagaimana sikap kita ? Mudah ditebak.
- "Kepala
dinas pendidikan melarang siswa merayakan Valentine". | Bagaimana sikap
sepilis JIL ? Dan bagaimana sikap kita ? Mudah ditebak.
- "Gubernur DKI melegalkan pelacuran". | Bagaimana sikap sepilis JIL dan bagaimana sikap kita ? Mudah ditebak.
- "Hukuman mati bagi pelaku narkoba". | Pasti juga berbeda penyikapannya. Di semua hal kita berbeda dgn sepilis JIL.
- Apa yang melandasi perbedaan ciri2 yang tampak tersebut ? Al-Qur'an juga mengkomparasi.
- "Bro, mabok nyok" | Gak ah | "Lu munafik bro". | Definisi munafik ala mereka.
- "Bro, booking pelacur yuk" | Gak ah | "Munafik lu bro". | Definisi munafik ala mereka.
- Yup,
beginilah perbedaan definisinya. Definisi munafiq menurut mereka adalah
orang yang gak mau diajak maksiat. | Sedangkan menurut Al-Qur'an:
munafiq adalah yang mendukung maksiat.
- Kalau
diingetin: "jangan berbuat kerusakan", mereka menjawab: "kami ini
orang2 baik, Islam progresif, Islam toleran, Islam moderat, Islam
Nusantara dst".
- Kemudian mereka melabelkan diri sebagai: "Islam moderat" "Islam progresif" "Islam Nusantara" untuk mengelabui dan menipu umat.
- Makanya
bebek2 JIL bagi saya itu nothing, mereka korban penipuan JIL, tapi gak
nyadar. Al-Qur'an ditolak, kapasitas minim, logika juga semrawut.
Kesian bener idupnya.
- Insya Allah, bagi yang terbiasa berpikir komparatif dan logikanya menyala gak akan bisa ditipu oleh kaum sepilis JIL.
- Hobinya
mereka mencaci maki & ngatain orang lain: "bodoh" "dungu" "tolol"
"goblok", padahal kata Al-Qur'an merekalah yang bodoh.
- Karena
Islam melarang saya membalas caci maki mereka, maka bagi saya cukup
dgn setiap hari mengaduk2 emosi mereka dgn argumen, dan itu akan
semakin membuktikan bahwa mereka "Fii quluubihim maradh,
fazaadahumullahu maradhaa" (hati mereka sakit, maka Allah tambahkan
penyakit itu).
- Jadi, biarlah tulisan2 saya menjadi
goresan abadi dalam hatimu, wahai musuh2 Allah. Biarlah menjadi kenangan
manis tersendiri bagimu.
- Saya hanya kasihan ke
korban2nya JIL. Tapi kalau ke JILnya sendiri, sejujurnya saya ingin
mereka istiqomah sampai mereka kelak menghadap Allah.
- Laa
ikraaha fid diin, setiap pilihan meninggalkan konsekuensi "fariiqun
fil jannah wa fariiqun fis sa'iir". Segolongan masuk surga, dan
segolongan masuk neraka.
- Bebas, mau ikut pemikiran saya
atau ikut kaum sepilis JIL. Pilihan berkonsekuensi. Suatu saat kamu
akan mengerti. Dan janji Allah itu pasti.
- Kebebasan memilih, sehingga "fariiqun fil jannah wa fariiqun fis sa'iir". Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.
- Terserah
mau percaya saya atau percaya sepilis JIL. Bebas banget. Kalau ragu
dengan Al-Qur'an ya silahkan, resiko tanggung sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar