Minggu, 31 Januari 2016

Demonologi Islam

  • Pembusukan citra Islam adalah bagian dari clash of civilization yang didasari oleh clash of worldview. #Demonologi
  • Worldview Islam yang berlandaskan tauhid kontra dengan yang worldview selainnya, manusia sentris, manusia sumber kebenaran. #Humanisme #Demonologi
  • Nafsu Barat mendominasi dunia dengan woldviewnya membuat mereka mengobarkan peperangan kepada siapapun yang merupakan ancamannya. #Demonologi
  • Demonologi Islam, merekayasa agar Islam dan umat Islam dipandang sebagai "demon" atau "evil", sebagai ancaman yang menakutkan.
  • Dibuat rekayasa sedemikian rupa, sehingga citra menakutkan menempel pada Islam dan umat Islam. #Demonologi
  • Demonologi bertujuan membuat Islam & umat Islam menjadi sesuatu yang harus ditakuti, dijauhi, dan kemudian memberi legitimasi untuk menghabisinya.
  • Mereka menggunakan "labelling" untuk penyetanan (demonologi) Islam dan umat Islam tsb. Mulai dari term fundamentalis, teroris, radikal, anti NKRI, dll.
  • Jika mereka tidak menemukan bahan untuk mendemonologi Islam, maka kemudian direkayasalah.
  • Dibuatlah rekayasa "Bom pemusnah massa Irak ", sehingga memberi legitimasi Barat untuk menginvasi Irak. #Demonologi
  • Dibuatlah rekayasa pengeboman Gedung WTC 9/11 dgn tokoh Osama bin Laden, sehingga menjadi justifikasi Barat menginvasi Afghanistan. #Demonologi
  • Di Indonesia, diciptakanlah citra sosok Abu Bakar Ba'asyir yang dilabeli teroris, sehingga menjadi justifikasi menggeruduk Pesantren. #Demonologi
  • Dibuat juga rekayasa Bom Boston, penembakan Charlie Hebdo dll, sehingga bisa jadi bahan mendemonologi Islam.
  • Senjata utama demonologi Islam ini adalah media.
  • "Siapa yang menguasai media, maka ia lah yang menguasai dunia". Karena penguasa media yang menentukan apa yang dipikirkan oleh dunia. #Demonologi
  • Ingat baik2 kata2 dari Malcolm X

  • Media bisa membuat Irak dan Afghanistan diinvasi, media juga bisa mendudukkan siapapun jadi Presiden yang bisa dikendalikan. #Demonologi
  • Media menentukan siapa yang baik dan siapa yang jahat, oleh karena itu yang baik bisa divonis jahat oleh media, dan yang jahat bisa dicitrakan baik. #Demonologi
  • Sebenarnya istilah yang lebih tepat adalah demonisasi. Tapi saya pinjam istilah buku ini.

  • Operasi media membuat sesuatu yang bukan realita dianggap realita.

  • Media menentukan apa yang harus ada di alam persepsi publik. Meski itu bukan realita.
  • Ilmu dari Vladimir Lenin "Kebohongan terus-menerus disiarkan jadi kebenaran" terbukti sukses Hitler salahkan Yahudi dan Yahudi ke Palestina.
  • Perlu kejernihan agar persepsi kita tidak ditentukan oleh media.
  • Media yang menentukan seseorang itu baik atau tidak, bersalah atau tidak, kosong atau berisi, tidak peduli apapun realitanya.
  • Dalam kasus Bibit & Chandra, kasus Denny Indrayana, atau kasus Abraham Samad, media lah yang menentukan seseorang bersalah atau tidak.
  • Bersalah atau tidak, ditentukan di ruang rapat dewan redaksi. Hingga munculah istilah "kriminalisasi KPK".
  • Hakim Sarpin adalah anomali, keberanian melawan media.
  • Media menentukan segalanya. Bahkan sampai ke soal hukum. Hingga tekanan media mempengaruhi pengadilan.
  • Media juga menentukan apa yang disebut radikal. Situs2 Islam pun jadi korbannya.
  • Media juga menentukan apa yang disebut teroris. Rohis (Rohani Islam) pernah jadi korban Metro TV.
  • Pencitraan koruptor adalah partai Islam pun bagian dari operasi media, padahal kita tahu sendiri realitanya, siapa partai terkorup.

  • Sekarang Islam diberi label ISIS, zaman SBY dilabeli teroris, zaman Soeharto dilabeli subversif, zaman Belanda dilabeli pemberontak & radikal.
  • Jika ada kondisi seorang muslim berbuat salah, maka langsung dibesar2kan sedemikian rupa dan kemudian ini dianggap menjadi salah Islam dan muslim seluruhnya.
  • Media menebar persepsi "masyarakat sekarang sudah cerdas", seolah2 mereka sudah mencerdaskan masyarakat. Padahal yang terjadi sebaliknya. Mereka membodohi masyarakat.
  • Kenyataannya sebaliknya, media membuat masyarakat memusuhi yang benar dan mendukung yang salah.
  • Penyesatan opini semacam ini juga sudah terjadi di zaman para nabi. Sehingga nabi dipersepsikan salah.
  • Para nabi diopinikan dan dipersepsikan sebagai orang gila, kesurupan, pemecah belah, penebar kebencian, tukang sihir dll.
  • Hari ini opininya muslim adalah ISIS, zaman SBY muslim itu teroris. Zaman Soeharto muslim itu subversif.
  • KPK, Densus 88, BNPT dalam rangkaian demonologi/demonisasi Islam. Jika tidak salah, dibuatlah supaya seolah2 salah, jika pun salah maka akan dibesar2kan bahwa ini salah Islam.
  • Penegakan syariah Islam sebagai kesepakatan pembentukan konsepsi negara pun dikhianati oleh Soekarno.
  • Di zaman Soeharto diberlakukanlah asas tunggal, subversif menjadi label yang menjustifikasi pemberangusan Islam dan aktivis Islam.
  • Zaman Soeharto, media milik negara, informasi dikuasai oleh negara. Hari ini negara dimiliki oleh penguasa media.
  • Demonisasi Islam ini terjadi di masyarakat Barat juga terjadi di dunia Islam.
  • #ChapelHillShooting di North Carolina (USA) dan penembakan muslim di Kanada sehari sebelumnya, adalah wujud Islamophobia sebagai hasil dari demonisasi Islam.
  • Ketidakpahaman dunia akan Islam, karena penyesatan opini, menjadi kerugian sendiri bagi dunia.
  • Bagian dari strategi demonisasi ini adalah standar ganda. Jika muslim bersalah maka Islam disalahkan, jika non-Muslim yang bersalah maka bukan salah agama.
  • Jika untuk kepentingan Barat, maka demokrasi didukung, tapi mengancam kepentingan Barat maka demokrasi dihancurkan. Semisal kasus kudeta Mohamed Morsi di Mesir.
  • Setelah Uni Sovyet terjatuh, yang menandai berakhirnya perang dingin antara blok Barat dan Timur (bahaya merah), beralih lah Islam yang dijadikan musuh.
  • Dalam clash of civilization, peradaban Islam lah yang dianggap lawan tanding bagi peradaban Barat. Karena kokohnya konsepsi Islam.
  • Barat menganggap pertarungannya sekarang adalah Barat vs Islam. Sehingga sedemikian rupa langkah untuk menghancurkan Islam.
  • Demonisasi Islam adalah bagian dari perang itu. Seluruhnya bagian dari mempertahankan dominasi global. Termasuk penguasaan terhadap Indonesia.
  • Korban demonisasi sudah banyak. Di Indonesia antara lain Masyumi di zaman Soekarno, PPP di zaman Orba, PKS pasca Orba.
  • Di luar negeri, gerakan2 Islam jadi korban demonisasi. Antara lain IM-nya Hassan Al Banna, JI-nya Maududi, Refah-nya Erbakan, atau Taliban Afghanistan.
  • Dibuatlah daftar teroris, dimana makna teroris adalah semua yang mengancam kepentingan Barat, dimana Zionis dan Salibis di belakangnya.
  • Oleh karena itu Hamas dilabeli teroris, IM adalah teroris, Refah Turki dan FIS Aljazair dihabisi.
  • Kenapa Hamas disebut teroris ? Karena melawan Israel. Kenapa IM disebut teroris ? Karena langkahnya di Mesir mengganggu kepentingan Israel.
  • Taliban juga disebut teroris karena melawan invasi Barat ke Afganistan, dibesar2kanlah citra bahwa Taliban teroris radikal yang kejam.
  • Amerika Serikat dulu menciptakan film "Rambo III" untuk menggiring opini bahwa mereka pahlawan Afghanistan, dan juga menciptakan film "True Lies" untuk mempropagandakan bahwa Islam adalah teroris.
  • Umat Islam yang menjadi korban penyesatan opini pun tidak sadar, dan mereka justru bergabung melawan Islam.
  • Tentang penyesatan opini, cerita dalam film "Insurgent", bagaimana penguasa informasi (media) bisa mngendalikan opini publik. Melakukan adu domba antar faksi.
  • India, Pakistan, Myanmar adalah faksi2 yang dibuat oleh Inggris. Ada faksi Islam (Pakistan), faksi Hindu (India), faksi Buddha (Myanmar).
  • Inilah pentingnya berpikir, tabayyun. Islam memerintahkan itu.
  • Karena bodoh & malas berpikir, sebagian umat Islam berpikir Hamas adalah teroris, IM adalah teroris, Taliban adalah teroris, dst.
  • Di Indonesia, sebagian umat Islam pun percaya bahwa partai Islam adalah partai korup. Menolak fakta sesungguhnya yang disembunyikan media, padahal faktanya partai terkorup adalah partai2 sekuler.
  • Mari berpikir, mari nyalakan nalar & logika, musuh2 Islam setiap hari berusaha mengkebiri, mendiskreditkan, menyerang, dan mengkerdilkan Islam.
  • Jangan latah, jangan mbebek media, Islam itu sempurna. Jangan mau dibodohi.
  • Jangan pula merasa bersalah ketika meyakini cuma Islam yang benar dan selain Islam adalah kafir. Jangan merasa bersalah.
  • Salah satu dampak demonisasi Islam adalah ketidakpercayaan diri muslim terhadap Islam, sehingga muslim jadi terpersepsi bersalah.
  • Padahal sebagai muslim mah PD aja, "wa antumul a'launa in kuntum mu'miniin". Jangan galau, iman membuat ajeg.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar