Demonologi Islam
- Pembusukan citra Islam adalah bagian dari clash of civilization yang didasari oleh clash of worldview. #Demonologi
- Worldview Islam yang berlandaskan tauhid kontra dengan yang worldview selainnya, manusia sentris, manusia sumber kebenaran. #Humanisme #Demonologi
- Nafsu
Barat mendominasi dunia dengan woldviewnya membuat mereka mengobarkan
peperangan kepada siapapun yang merupakan ancamannya. #Demonologi
- Demonologi Islam, merekayasa agar Islam dan umat Islam dipandang sebagai "demon" atau "evil", sebagai ancaman yang menakutkan.
- Dibuat rekayasa sedemikian rupa, sehingga citra menakutkan menempel pada Islam dan umat Islam. #Demonologi
- Demonologi
bertujuan membuat Islam & umat Islam menjadi sesuatu yang harus
ditakuti, dijauhi, dan kemudian memberi legitimasi untuk menghabisinya.
- Mereka menggunakan "labelling" untuk penyetanan (demonologi) Islam dan umat Islam tsb. Mulai dari term fundamentalis, teroris, radikal, anti NKRI, dll.
- Jika mereka tidak menemukan bahan untuk mendemonologi Islam, maka kemudian direkayasalah.
- Dibuatlah rekayasa "Bom pemusnah massa Irak ", sehingga memberi legitimasi Barat untuk menginvasi Irak. #Demonologi
- Dibuatlah
rekayasa pengeboman Gedung WTC 9/11 dgn tokoh Osama bin Laden, sehingga
menjadi justifikasi Barat menginvasi Afghanistan. #Demonologi
- Di
Indonesia, diciptakanlah citra sosok Abu Bakar Ba'asyir yang dilabeli
teroris, sehingga menjadi justifikasi menggeruduk Pesantren. #Demonologi
- Dibuat juga rekayasa Bom Boston, penembakan Charlie Hebdo dll, sehingga bisa jadi bahan mendemonologi Islam.
- Senjata utama demonologi Islam ini adalah media.
- "Siapa
yang menguasai media, maka ia lah yang menguasai dunia". Karena
penguasa media yang menentukan apa yang dipikirkan oleh dunia. #Demonologi
- Ingat baik2 kata2 dari Malcolm X
- Media bisa membuat Irak dan Afghanistan diinvasi, media juga bisa mendudukkan siapapun jadi Presiden yang bisa dikendalikan. #Demonologi
- Media
menentukan siapa yang baik dan siapa yang jahat, oleh karena itu yang
baik bisa divonis jahat oleh media, dan yang jahat bisa dicitrakan baik.
#Demonologi
- Sebenarnya istilah yang lebih tepat adalah demonisasi. Tapi saya pinjam istilah buku ini.
- Operasi media membuat sesuatu yang bukan realita dianggap realita.
- Media menentukan apa yang harus ada di alam persepsi publik. Meski itu bukan realita.
- Ilmu
dari Vladimir Lenin "Kebohongan terus-menerus disiarkan jadi
kebenaran" terbukti sukses Hitler salahkan Yahudi dan Yahudi ke
Palestina.
- Perlu kejernihan agar persepsi kita tidak ditentukan oleh media.
- Media yang menentukan seseorang itu baik atau tidak, bersalah atau tidak, kosong atau berisi, tidak peduli apapun realitanya.
- Dalam
kasus Bibit & Chandra, kasus Denny Indrayana, atau kasus Abraham
Samad, media lah yang menentukan seseorang bersalah atau tidak.
- Bersalah atau tidak, ditentukan di ruang rapat dewan redaksi. Hingga munculah istilah "kriminalisasi KPK".
- Hakim Sarpin adalah anomali, keberanian melawan media.
- Media menentukan segalanya. Bahkan sampai ke soal hukum. Hingga tekanan media mempengaruhi pengadilan.
- Media juga menentukan apa yang disebut radikal. Situs2 Islam pun jadi korbannya.
- Media juga menentukan apa yang disebut teroris. Rohis (Rohani Islam) pernah jadi korban Metro TV.
- Pencitraan
koruptor adalah partai Islam pun bagian dari operasi media, padahal
kita tahu sendiri realitanya, siapa partai terkorup.
- Sekarang
Islam diberi label ISIS, zaman SBY dilabeli teroris, zaman Soeharto
dilabeli subversif, zaman Belanda dilabeli pemberontak & radikal.
- Jika
ada kondisi seorang muslim berbuat salah, maka langsung dibesar2kan
sedemikian rupa dan kemudian ini dianggap menjadi salah Islam dan muslim
seluruhnya.
- Media menebar persepsi "masyarakat
sekarang sudah cerdas", seolah2 mereka sudah mencerdaskan masyarakat.
Padahal yang terjadi sebaliknya. Mereka membodohi masyarakat.
- Kenyataannya sebaliknya, media membuat masyarakat memusuhi yang benar dan mendukung yang salah.
- Penyesatan opini semacam ini juga sudah terjadi di zaman para nabi. Sehingga nabi dipersepsikan salah.
- Para nabi diopinikan dan dipersepsikan sebagai orang gila, kesurupan, pemecah belah, penebar kebencian, tukang sihir dll.
- Hari ini opininya muslim adalah ISIS, zaman SBY muslim itu teroris. Zaman Soeharto muslim itu subversif.
- KPK,
Densus 88, BNPT dalam rangkaian demonologi/demonisasi Islam. Jika tidak
salah, dibuatlah supaya seolah2 salah, jika pun salah maka akan
dibesar2kan bahwa ini salah Islam.
- Penegakan syariah Islam sebagai kesepakatan pembentukan konsepsi negara pun dikhianati oleh Soekarno.
- Di
zaman Soeharto diberlakukanlah asas tunggal, subversif menjadi label
yang menjustifikasi pemberangusan Islam dan aktivis Islam.
- Zaman Soeharto, media milik negara, informasi dikuasai oleh negara. Hari ini negara dimiliki oleh penguasa media.
- Demonisasi Islam ini terjadi di masyarakat Barat juga terjadi di dunia Islam.
- #ChapelHillShooting
di North Carolina (USA) dan penembakan muslim di Kanada sehari
sebelumnya, adalah wujud Islamophobia sebagai hasil dari demonisasi
Islam.
- Ketidakpahaman dunia akan Islam, karena penyesatan opini, menjadi kerugian sendiri bagi dunia.
- Bagian
dari strategi demonisasi ini adalah standar ganda. Jika muslim
bersalah maka Islam disalahkan, jika non-Muslim yang bersalah maka bukan
salah agama.
- Jika untuk kepentingan Barat, maka
demokrasi didukung, tapi mengancam kepentingan Barat maka demokrasi
dihancurkan. Semisal kasus kudeta Mohamed Morsi di Mesir.
- Setelah
Uni Sovyet terjatuh, yang menandai berakhirnya perang dingin antara
blok Barat dan Timur (bahaya merah), beralih lah Islam yang dijadikan
musuh.
- Dalam clash of civilization, peradaban Islam lah
yang dianggap lawan tanding bagi peradaban Barat. Karena kokohnya
konsepsi Islam.
- Barat menganggap pertarungannya sekarang adalah Barat vs Islam. Sehingga sedemikian rupa langkah untuk menghancurkan Islam.
- Demonisasi
Islam adalah bagian dari perang itu. Seluruhnya bagian dari
mempertahankan dominasi global. Termasuk penguasaan terhadap Indonesia.
- Korban demonisasi sudah banyak. Di Indonesia antara lain Masyumi di zaman Soekarno, PPP di zaman Orba, PKS pasca Orba.
- Di
luar negeri, gerakan2 Islam jadi korban demonisasi. Antara lain IM-nya
Hassan Al Banna, JI-nya Maududi, Refah-nya Erbakan, atau Taliban
Afghanistan.
- Dibuatlah daftar teroris, dimana makna
teroris adalah semua yang mengancam kepentingan Barat, dimana Zionis
dan Salibis di belakangnya.
- Oleh karena itu Hamas dilabeli teroris, IM adalah teroris, Refah Turki dan FIS Aljazair dihabisi.
- Kenapa
Hamas disebut teroris ? Karena melawan Israel. Kenapa IM disebut
teroris ? Karena langkahnya di Mesir mengganggu kepentingan Israel.
- Taliban
juga disebut teroris karena melawan invasi Barat ke Afganistan,
dibesar2kanlah citra bahwa Taliban teroris radikal yang kejam.
- Amerika
Serikat dulu menciptakan film "Rambo III" untuk menggiring opini bahwa
mereka pahlawan Afghanistan, dan juga menciptakan film "True Lies" untuk
mempropagandakan bahwa Islam adalah teroris.
- Umat Islam yang menjadi korban penyesatan opini pun tidak sadar, dan mereka justru bergabung melawan Islam.
- Tentang
penyesatan opini, cerita dalam film "Insurgent", bagaimana penguasa
informasi (media) bisa mngendalikan opini publik. Melakukan adu domba
antar faksi.
- India, Pakistan, Myanmar adalah faksi2
yang dibuat oleh Inggris. Ada faksi Islam (Pakistan), faksi Hindu
(India), faksi Buddha (Myanmar).
- Inilah pentingnya berpikir, tabayyun. Islam memerintahkan itu.
- Karena
bodoh & malas berpikir, sebagian umat Islam berpikir Hamas adalah
teroris, IM adalah teroris, Taliban adalah teroris, dst.
- Di
Indonesia, sebagian umat Islam pun percaya bahwa partai Islam adalah
partai korup. Menolak fakta sesungguhnya yang disembunyikan media,
padahal faktanya partai terkorup adalah partai2 sekuler.
- Mari
berpikir, mari nyalakan nalar & logika, musuh2 Islam setiap hari
berusaha mengkebiri, mendiskreditkan, menyerang, dan mengkerdilkan
Islam.
- Jangan latah, jangan mbebek media, Islam itu sempurna. Jangan mau dibodohi.
- Jangan pula merasa bersalah ketika meyakini cuma Islam yang benar dan selain Islam adalah kafir. Jangan merasa bersalah.
- Salah
satu dampak demonisasi Islam adalah ketidakpercayaan diri muslim
terhadap Islam, sehingga muslim jadi terpersepsi bersalah.
- Padahal sebagai muslim mah PD aja, "wa antumul a'launa in kuntum mu'miniin". Jangan galau, iman membuat ajeg.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar