Minggu, 31 Januari 2016

Apa Bedanya Politisasi Islam dan Islamisasi Politik ? Apa Bedanya Penjual Islam dan Pejuang Islam ?

  • Menunggangi agama untuk politik berbeda dengan menunggangi politik untuk agama.
  • Menunggangi agama untuk politik yaitu agama cuma jadi tunggangan, padahal biasanya anti terhadap nilai agama. Contohnya mendadak pakai jilbab pas jadi Cagub.
  • Menunggangi politik untuk agama yaitu memenangkan politik untuk melarang pornografi, untuk mensejahterakan masyarakat, untuk melarang maksiat dll.
  • “Menunggangi agama untuk politik” itu memanfaatkan simbol2 agama sekedar untuk pencapaian politik. Contoh: mendadak pakai jilbab saat jadi Cagub, mendadak pakai sorban saat jadi Capres.
  • Beda dengan “menunggangi politik untuk agamanya” | Politik dijadikan bagian dari ibadahnya.
  • Menunggangi agama untuk politik itu biasanya mengumbar simbol2 Islam, ayat2, dsb untuk meraih politik.
  • Sedangkan yang menunggangi politik untuk Islam itu gak gembar-gembor simbol, namun misi2 Islam terlaksana melalui politik.
  • PKS mendukung UU anti pornografi, tapi minim ngobral ayat saat berargumen di Parlemen, ini yang namanya menunggangi politik untuk agama.
  • Ada yang mati2an menolak UU pornografi tapi tiba2 pakai jilbab saat jadi Cagub. Agama tiba2 jadi simbol untuk membohogi kaum muslimin. Ini yang namanya menunggangi agama untuk politik.
  • Caleg perempuan PKS pakai jilbab sudah dari dulu. Mau jadi Caleg atau enggak, jilbab sudah jadi sikap. Mereka bukan mendadak pakai jilbab biar dipilih.
  • Beda dengan yang menunggangi agama, sudah kalah di Pilkada Gubernur ya dicopot jilbabnya, balik lagi anti Islam. Ini yang namanya politisasi agama, ini yang namanya jualan agama.
  • Yang menunggangi atau jualan agama biasanya mengedepankan simbol, tapi tak satu pun misi Islam dibawanya, dan justru anti Islam.
  • Sedangkan yang menunggangi politik untuk Islam biasanya justru minim simbol2 Islam, tapi full dengan misi Islam.
  • Bedakan antara: "menunggangi agama untuk politik" dengan "menunggangi politik untuk agama" | Dan yang diserang biasanya yang terakhir.
  • Cagub yang tiba2 memakai simbol jilbab untuk raih suara, Capres yang tiba2 memakai sorban untuk raih suara, aman dari tuduhan jualan agama. Padahal ini yang namanya jualan agama.
  • Sedangkan yang biasanya dituduh "jualan agama" adalah yang "menunggangi politik untuk misi agama" | Karena aktivitas ini mengusik kebathilan.
  • Kader PKS yang perempuan pakai jilbab, baik mereka Caleg apa bukan. | Mereka gak mendadak pakai jilbab demi meraih suara saat Pilgub.
  • Jadi yang jualan agama justru partai2 sekuler, mereka anti terhadap Islam tapi mendadak jualan simbol Islam untuk dapat suara.
  • Ada partai sekuler yang anti banget sama Islam, anti UU zakat, anti UU pornografi, ehh Cagubnya mendadak pakai jilbab, Capresnya mendadak pakai sorban. :D
  • “Menunggangi agama untuk politik/kekuasaan” dan “menunggangi politik/kekuasaan untuk agama”, bisa dilihat dan dipahami bedanya ?
  • Tuduhan munafik , jualan agama lebih pas disematkan pada partai2 sekuler yang biasanya anti agama tapi ujug2/mendadak pakai simbol agama saat kampanye.
  • Tiba2 Cagub partai sekuler mendadak menyumbang untuk Masjid, padahal biasanya anti Masjid. Ini jualan agama.
  • Tiba2 Capres partai sekuler mendadak bicara kemerdekaan Palestina, nyatanya Hamas mau bangun kantor cabang di Indonesia aja gak diizinin. Ini jualan agama saat kampanye dulu.
  • Caleg PKS yang perempuan mah biasa pakai jilbab, ke Masjid itu sudah hal rutin. Sehingga jadi Caleg atau bukan, aktivitas wajib tsb tetap biasa dilakukan.
  • Jadi yang jualan agama sebenarnya partai2 sekuler, mereka anti agama tapi sering jualan simbol agama. :D
  • Si Capres partai sekuler ini mendadak sorban, mendadak imam sholat, mendadak umroh, mendadak Palestina, mendadak yasinan, mendadak tahlilan, mendadak Al-Fatihah, mendadak sorban. Sekarang Islam dikebiri. PKI, syiah, JIL dkk justru dikasih panggung. :D
  • Yang membawa kebaikan agama jadi konstitusi sih bukan jualan agama namanya, tapi pejuang agama.
  • Sehari2nya anti Islam, anti kebaikan Islam masuk konstitusi tapi mendadak pakai simbol Islam saat kampanye, ini yang namanya penjual agama.
  • Sangat jelas dan ekstrim bedanya antara yang penjual Islam dengan pejuang Islam.
  • Penjual agama itu partai yang menolak UU jaminan produk halal, tapi Cagubnya mendadak pakai jilbab untuk dapat suara.
  • Sedangkan pejuang Islam itu yang gak koar2 soal simbol Islam tapi gigih merperjuangkan UU jaminan produk halal.
  • Kalau orasi pakai takbir jualan agama gak ? Kami terbiasa bertakbir, ini irama yang mengiringi gerak kami di seluruh bidang, walau dalam ranah politik atau bukan.
  • Sudah bisa dipahami ya bedanya penjual agama demi politik dan pejuang agama yang memanfaatkan politik ?
  • Jangan plonga-plongo mendengar kata2 "PKS jualan agama", coba direnungkan, baca argumen pembanding, komparasi, pilah-pilih. #berpikir
  • Kalau terminologinya "jualan agama", harusnya Cagub anti agama yang mendadak pakai jilbab lah yang Anda serang, Capres yang mendadak pakai sorban lah yang Anda serang. :D
  • Politisasi Islam sangat jauh berbeda dengan Islamisasi politik.
  • Mendadak pakai jilbab saat jadi Cagub padahal anti Islam, ini namanya politisasi Islam.
  • Mendukung UU jaminan produk halal, ini namanya Islamisasi politik
  • Islamisasi politik dan politisasi Islam itu jauh berbeda niatnya apalagi hasilnya.
  • Yang politisasi Islam jelas akan menghadang setiap usaha Islamisasi politik.
  • Pelaku "politisasi islam" akan berlawanan dengan pelaku "Islamisasi politik".
  • Saya kasih contoh, gambar tengah adalah saat menolak UU anti pornografi dan pornoaksi. | Sedangkan gambar atas dan bawah adalah saat kampanye. Mendadak berkerudung.
  • Ini aksi saat acara demo penolakan UU anti pornografi.
  • Ini yang saya maksud politisasi Islam. | Agenda Parlemen berbeda dengan saat kampanye.
  • Gamblang kan bedanya "politisasi Islam" dan "Islamisasi politik" ? Komparasikan saja.
Mendadak sorban

Mendadak imam sholat.

Mendadak umroh. Kain ihromnya terbalik.
  • Itu yang namanya jualan agama. Agama dijadikan alat jualan kampanye untuk dapat suara.
  • Contoh lagi, beda antara "politisasi Islam" dan "Islamisasi politik"

Bisa dipahami bedanya ?
  • PKS vs PDIP, Pro Kontra Protokol Anti Penistaan Agama http://t.co/XpWUrxFyeW | | Islamisasi politik VS politisasi Islam.
  • Jangan ketuker ya antara politisasi Islam dan Islamisasi politik.
  • Mendadak shalat, mendadak jilbab, mendadak sorban, mendadak Palestina pas kampanye, terus dilupakan dan ditinggalkan setelah selesai kampanye, ini namanya politisasi Islam. Jualan agama.
  • Memimpin rapat supaya ditetapkan anggaran jilbab untuk Polwan, ini namanya Islamisasi politik.
  • Yang disebut kedok Islam untuk politik itu yang mendadak berjilbab pas kampanye, mendadak bersorban pas kampanye, mendadak beredar video dan foto sedang shalat pas kampanye.
  • Bedakan antara "politisasi Islam" (mendadak jilbab pas kampanye) dan Islamisasi politik (menetapkan anggaran jilbab untuk Polwan).
  • Bedakan antara "politisasi Islam" (mendadak umroh) dan Islamisasi politik (bikin kebijakan yang mempermudah umroh dan haji).
  • Mendadak jilbab pas kampanye terus copot lagi setelah kampanye. Ini praktek menjadikan syiar Islam jadi kedok politik.
  • Beda antara “politisasi Islam” (menjadikan Islam kedok) dan “Islamisasi politik” (menjadikan politik sebagai cara menegakkan Islam.
  • Jadi kalau paham bedanya politisasi Islam (kedok) dan Islamisasi politik (pejuang), maka pasti bisa jernih, dan tahu siapa yang harus dibela.
  • Bedakan juga "politisasi rakyat" (ngomongin nasib rakyat pas kampanye terus habis kampanye rakyat dibunuh) dengan rakyatisasi politik.
  • Sekuler atau pemisahan agama dan politik ini gak cocok untuk Indonesia, buktinya sudah 70 tahun dipimpin sekuler makin terpuruk aja.
  • Ketika sekuler gagal yang disalahin orangnya, sedangkan kalau ada aktivis Islam tergelincir yang dituduh Islamnya.
  • Clear ya, tuduhan berkuasa dengan kedok Islam lebih tepat disematkan pada yang "mendadak Islami" pas kampanye.
  • Hanya demi kekuasaan rela pakai jilbab pas kampanye, rela pakai sorban pas kampanye, habis kepilih dibuang dan ditinggalkan. Ini menjadikan Islam cuma sebagai kedok kekuasaan.
  • Padahal waktu debat Capres bilangnya mendukung Palestina merdeka, dan mengusir Israel.
  • Semua janji2 hanya dianggap Jokowi sebagai kebutuhan kampanye untuk meraih kekuasaan.
  • Semua janji2 selesai seiring selesainya masa kampanye.
  • Yang kasihan adalah seluruh rakyat Indonesia.
  • Tapi insya Allah kita nggak dosa ya. Saat Pilpres, kita sudah berjuang sekuat tenaga mengingatkan Indonesia.
  • Kalau sudah kita ingatkan tapi tetep nggak percaya, mau gimana lagi ? Kita udah abis2an dan ngos2an ngingetin.
  • Tapi kita mau nggak peduli juga nggak bisa. Karena kalau kita nggak peduli, lantas siapa yang mau peduli dengan nasib rakyat yang sudah dibohongi itu ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar