- Pemanusiaan Tuhan merupakan proses salah sambung manusia terhadap Tuhan.
- Manusia mencoba memanusiakan Tuhan, sehingga Krishna berwajah orang India, Yesus berwajah Eropa, Shinto berwajah Jepang.

- Bahkan orang Eropa menggambar Yesus sesuai wajah Eropa, orang Afrika menggambar Yesus sesuai wajah Afrika, orang Amerika menggambar Yesus sesuai wajah Amerika, dst.

- Manusia mengarang tentang Tuhannya tergantung dengan pengalaman sejarahnya sendiri.
- “Jika sapi, kuda, singa mempunyai tangan, atau pandai menggambar seperti manusia, tentunya kuda akan menggambarkan Tuhan menyerupai kuda, sapi akan menggambarkan Tuhan menyerupai sapi, dan dengan demikian mereka akan menggambarkan tubuh Tuhan serupa dengan tubuh mereka”. (Xenophanes)

- Ini bedanya konsep Tuhan dalam Islam. Bahwa "Tuhan tak serupa dengan makhluq". Cuma Islam yang punya konsep ini.
- Bedanya konsep Tuhan agama lain dan Islam. ليس كمثله شيء

- Manusia berimajinasi bahwa Tuhan harus seperti dirinya. Beda dengan konsep Tuhan dalam Islam. ليس كمثله شيء
- Konsep Tuhan dalam Islam itu sederhana, Tuhan menyampaikan tentang dirinya melalui wahyu bahwa Dia lah Allah, Tuhan Yang Esa dan tak serupa dengan siapapun dan apapun.
- Konsep Tuhan dalam Islam sederhana dan final. Tak perlu mengalami metamorfosis dalam kesejarahan manusia.
- Sedangkan konsep Tuhan dalam Kristen merupakan produkan konvensi, karena itu bermetamorfosis mengikuti sejarah, bukan wahyu.
- Yang paling sederhana adalah Yesus tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan, namun kesepakatan orang berabad2 berikutnya lah yang menjadikannya sebagai Tuhan.
- Kristen pun kesulitan menentukan panggilan terhadap Tuhan. Orang Eropa memanggilnya dengan God atau Father, sedangkan orang Melayu memanggilnya Bapa atau Alah.
- "Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, sembahlah Aku...". Simple.

- Di lain sisi, ada orang yang mengaku bertuhan tapi tidak beragama. | "Terus cara menyembah Tuhannya bagaimana ? Dengan caranya sendiri". | Itu juga beragama.
- "Saya gak percaya Tuhan" | "Lantas percaya siapa ?" | "Percaya diri sendiri" | "Itulah yang kau Tuhankan, dirimu sendiri".
- "Saya percaya Tuhan, tapi gak percaya agama" | "Bagaimana caramu menuhankannya ?" | "Ya biasa aja, berdoa" | "Itulah agamamu, yang kau ciptakan sendiri"
- Menolak agama2 karena dianggap sejajar salah semua, padahal memilih bertuhan tanpa beragama adalah bentuk agama yang lain.
- Pernah bertanya kepada teman saya yang beragama Buddha. Buddha adalah contoh agama yang tidak membicarakan soal Tuhan.
- Agama adalah seperangkat cara mengabdi kepada Tuhan. Jadi sebenarnya “tanpa cara” adalah sebuah pilihan cara. Dengan kata lain, melahirkan “cara lainnya”.
- Jika menolak agama tapi percaya Tuhan, lantas info dari mana cara2mu mengekspresikan keyakinan kepada Tuhan yang notabene itu sebuah agama juga ?
- Karena itu tidak ada istilah orang Atheis ataupun Agnostik dalam Al-Qur’an. Yang ada adalah model orang2 yang menuhankan dirinya sendiri: "ana rabbukumul a'laa". #Firaun #Namrud
- "Kalau memang Tuhan ada, coba hancurkan itu orang kafir" | Orang2 kafir di zaman para Rasul telah meminta yang lebih hebat dari ini.
- Ada yang meminta lembaran2 kitab turun dari langit, ada yang meminta Makkah disuburkan, ada yang meminta supaya banyak sungai2 mengalir, ada yang meminta supaya malaikat jadi sebagai nabi.
- Ada yang meminta sang Rasul untuk menciptakan mata air di negeri tandus.

- Atau diminta menunjukkan rumah dari emas atau diminta naik ke langit.

- Kepada yang memilih ingkar (kafir), kami cuma dapat mengatakan apa yang diperintahkan.

- Siapa yang memilih mengikuti petunjuk, maka sesungguhnya kebaikan itu untuk dirinya sendiri.

- Mereka yang tak percaya Tuhan tapi percaya dirinya sendiri sesungguhnya telah menjadikan dirinya sendiri sebagai Tuhan.
- Mereka yang percaya Tuhan tapi tidak percaya agama, sesungguhnya mereka menjadikan dirinya sendiri sebagai Nabi yang mendapatkan pesan cara menyembah Tuhan.
- Mereka yang percaya Tuhan tapi tidak percaya agama, sesungguhnya dia sedang merasa sebagai assistant Tuhan yang tahu cara menyembah Tuhan.
- Mereka yang percaya Tuhan dan percaya agama tapi agamanya bukan Islam, sesungguhnya sedang mengalami salah sambung kepada Tuhan. Menduga-duga.

Sedang menduga-menduga.

Sedang menduga-menduga.
- Sehingga tidak punya pilihan lain: bertuhan dengan cara berislam. Meyakini tiada Tuhan selain Allah, dan caranya mengikuti Muhammad SAW.
- Ada yang tidak percaya Tuhan, ada yang percaya Tuhan tapi tidak beragama, ada yang percaya Tuhan dan beragama, tapi agamanya bukan Islam. | Mereka semua sama saja, sedang salah sambung.
- Maka dari itu bersumpah tiada Tuhan selain Allah belum cukup, tapi juga harus bersumpah bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah.
- Karena yang tahu cara menyembah Allah yang membawa pesan tiada Tuhan selain-Nya adalah sang utusan-Nya: Muhammad SAW.
- Ada yang sudah percaya Tuhan tapi salah memilih Tuhan, makhluq2 dijadikan Tuhan. Ada yang menyembah matahari, bulan, pohon, batu, gunung, kuburan dll, bahkan sampai menyembah manusia lain.
- Kebingungan, sehingga tanpa ada ilmu mereka menuhankan manusia dan memanusiakan Tuhan. Hanya karena mengikuti tradisi nenek moyang.
- Berputar2 dalam salah sambung.
- Ada yang tidak percaya Tuhan, dan ada yang sudah percaya Tuhan tapi salah memilih Tuhan.

- "Kok kamu percaya Muhammad SAW adalah utusan ?” | Karena selalu bicara benar, apa yang disampaikannya ajaib, tak bergeser dalam 1400-an tahun.
- Dan konsep "percaya" itu hal yang biasa dalam kehidupan sehari2. Kok lu sendiri percaya kalau Jokowi bisa membuat Indonesia hebat, bisa menciptakan “Revolusi Mental” dan bla bla bla ?
- Pernah naik pesawat kan ? Misal Jakarta - Surabaya, ketika di dalam pesawat kok lu percaya bahwa lu akan dibawa terbang ke Surabaya ?
- Contoh lagi, pernah mengirim barang via Kantor Pos atau JNE kan ? Kok Anda bisa percaya bahwa barang Anda akan sampai di lokasi tujuan ?
- "Percaya" boleh dijadikan dasar mengambil keputusan, tinggal tugas kita meneliti siapa yang layak dipercaya.
- Hentikan salah sambung, mari kembali kepada Islam, kepada fitrahmu, menyelaraskan diri bersama semesta.
- Percaya tak boleh didasari menduga-duga. Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan, tapi justru dituhankan. Ini sudah pasti salah sambung.
- Dalam Islam, shalat itu merupakan bagian dari cara menyembah Allah, dan bagian lainnya adalah menegakkan Islam di seantero bumi.
- "Kalau emang bener Tuhan ada, coba dalam waktu 1 menit Tuhan buat semua wanita jatuh cinta pada saya" | Ngenes banget sih lu, udah gak percaya Tuhan, gak ada wanita yang suka pula.
- Coy, Tuhan bukan pembantu lu yang bisa lu suruh2. Kalau Tuhan bisa lu suruh2 berarti lu Tuhannya.
- Kok bisa ya, bisa beriman pada janji2 Jokowi, tapi gak beriman pada janji Muhammad SAW.
- Bisa beriman bahwa caranya Jokowi akan sanggup memajukan Indonesia, tapi gak bisa beriman bahwa caranya Muhammad SAW sanggup memajukan Indonesia.
- Sering ada yang bilang "saya percaya Tuhan, tapi gak percaya agama, karena agama bikin kita gak bebas" | Apa itu bebas ?
- Apakah bebas melakukan apa saja yang diri mau adalah bentuk kebebasan ? Ataukah itu justru keterjajahan ?
- Apakah benar bebas itu berarti bebas melakukan apa saja tanpa perasaan terkungkung ?
- Misalnya “gue mau minum miras, gue mau zina, dan kalau gue mau maka gue bebas melakukannya”. | Apakah ini kebebasan ?
- Apakah jika diri ingin minum2 miras atau berzina, kemudian diri selalu menurutinya, apakah ini kebebasan ? Ataukah justru ini keterjajahan diri ?
- Misal lagi "suka2 gue mau jadi homo/lesbi, selama gue mau maka gue bebas melakukannya". | Selalu menuruti kemauan adalah kebebasan ? Ataukah justru keterjajahan ?
- Itulah perbedaan definisi "bebas" dalam worldview-nya Islam dengan worldview selain Islam.
- Yang merupakan kebebasan atau kemerdekaan dalam Islam adalah kemerdekaan jiwa dari penuhanan terhadap yang bukan Tuhan.
- Yang selalu menuruti keinginan dirinya/syahwatnya, tidak peduli dibenarkan oleh Allah atau tidak, ia justru sebenaranya telah menjadi hamba syahwat. Tidak bebas, dikekang oleh syahwatnya sendiri.
- Sedangkan bagi Muslim, selama lu bukan Tuhan, selama tidak sesuai dengan titah Tuhan, maka gak ada yang perlu gue turutin. Inilah jiwa yang bebas, karena tidak diatur2 oleh makhluq.
- Ketika orang membebaskan diri dari perintah Tuhan, sebenarnya ia sedang menuruti keinginan dari yang bukan Tuhan, termasuk keinginan syahwatnya sendiri.
- Sebaliknya, jika membebaskan diri dari perintah yang bukan Tuhan, maka sesungguhnya telah diraih rasa merdeka dari yang bukan Tuhan.
- Selalu menuruti kemauan diri, tidak peduli benar dan salah, adalah bentuk keterkungkungan dan keterjajahan, bukan kebebasan.
- “Tiada Tuhan selain Allah” “Tiada ketaatan kecuali hanya pada Allah” “Tak ada ketaatan pada makhluq”. | Ini proklamasi kemerdekaan jiwa.
- Islam membebaskan diri dari ketundukan pada yang bukan Tuhan. Selama lu bukan Tuhan, gak perlu gue turutin. Merdeka.
- Itulah beda konsep "bebas"nya, yang satu tunduk pada makhluq dan bebas dari Tuhan, dan yang satu tunduk pada Tuhan dan bebas dari yang bukan Tuhan.
- Orang yang tidak percaya Tuhan atau percaya Tuhan tapi tidak percaya agama, sejatinya ia menjadikan dirinya sendiri sebagai Tuhan atau utusan Tuhan.
- Sejatinya kebebasan itu tidak ada. Bebas pada satu hal, maka sebenarnya tunduk pada hal yang lain.
- Merasa bebas ketika bolos kuliah, padahal sejatinya sedang tunduk pada kemalasan atau tuntutan lain yang menyebabkan bolos.
- Semua ini simple. Tinggal kita memilih tunduk pada siapa dan bebas dari siapa.
- Jika memilih tunduk pada Tuhan, maka berarti memilih merdeka dari kungkungan yang bukan Tuhan.
- Sebaliknya, jika merasa bebas dari Tuhan, maka berarti terkungkung oleh yang bukan Tuhan.
- Pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan keinginan dirinya (hawa nafsunya) sebagai Tuhan ?

- Islam membebaskan jiwa manusia dari ketundukan kepada yang bukan Tuhan.
- Bahkan misalnya ketaatan kita pada orang tua bukan karena orang tua tersebut, tapi karena Allah yang menyuruh kita untuk taat pada orang tua.
- Sehingga, kita wajib taat pada orang tua selama perintahnya tidak membuat kita tidak taat pada Allah.
- Kita mencari nafkah bukan karena istri atau anak2 kita, tapi itu sebagai wujud taat karena Allah yang memerintahkannya.
- Kita taat pada lampu merah bukan karena kita taat pada lampu merah tersebut, tapi karena Allah melarang kita melakukan kezhaliman pada orang lain.
- Kita tidak makan babi bukan karena babi ada cacing pitanya. Tapi karena Allah yang melarang.
- Kita tidak berzina bukan karena takut si perempuan hamil. Tapi karena Allah yang melarangnya.
- Islam mengajarkan bahwa makhluq tidak layak menjadi alasan. "Tiada Tuhan selain Allah"
- Islam memberikan rasa merdeka dalam hati. Merdeka dari yang bukan Tuhan.
- Islam memberikan rasa bebas-sebebasnya dari yang bukan Tuhan.
- Islam juga menolak menuhankan manusia dan memanusiakan Tuhan (membuat teori2 atau kesepakatan mengangkat seorang Tuhan).
- Penuhanan Yesus adalah bentuk kegalauan, menuhankan manusia dan mencoba memanusiakan Tuhan.
- Menuhankan pohon dan mempohonkan Tuhan, menuhankan berhala dan memberhalakan Tuhan, menuhankan manusia dan memanusiakan Tuhan. Sana saja lah.
- Kita melakukan sesuatu dan tidak melakukan sesuatu itu karena Allah memerintahkannya atau karena Allah melarangnya. Ini hikmah sebagai pemaknaan dan penguat.
- Kenapa kita berpuasa ? Karena diperintahkan oleh Allah. Dan bahwa kemudian hikmah puasa membuat kita sehat, maka itu akan menambah pemaknaan dari sebuah ketaatan.
- Kenapa kita tidak makan babi ? Karena Allah melarangnya. Dan bahwa ada hikmah terkait kesehatan itu menambah rasa taat. Allah Maha Tahu.
- Bersyukurlah kita yang sudah memeluk Islam, tak perlu terjebak dalam kerumitan2 konsep Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar