Minggu, 31 Januari 2016

Apakah Sama Antara Islamisasi dan Kristenisasi ?

  • Apa bedanya Islamisasi dan Kristenisasi ? Apakah sama mengajak kepada cahaya kejelasan dan mengajak pada kegelapan dugaan ?
  • Samakah antara mengajak kepada Allah dan mengajak kepada yang bukan Allah ? Samakah mengajak kebaikan dan mengajak kebathilan ?
  • Apakah sama mengajak pada cahaya dan mengajak pada kegelapan ?
  • Apakah sama mengajak kepada sebuah kejelasan dengan mengajak pada dugaan2 ?
  • Apakah sama mengajak pada menyalanya akal dan mengajak pada tertutupnya akal ?
  • Apakah sama mengajak pada penuhanan antar manusia dgn manusia lainnya dan mengajak penolakan atas semua penuhanan terhadap makhluk ?
  • Apakah sama mengajak beragama dengan logika menyala dan mengajak sesuatu hanya karena nenek moyang melakukannya ?
  • Apakah mengajak pada kebathilan juga harus dibiarkan sebagaimana mengajak pada kebenaran ?
  • Tentu tidak sama. Adil bukanlah memberikan hak yang sama pada kebathilan dan kebenaran.
  • Tidak sama antara cahaya dan kegelapan, tidak sama antara kejelasan dan praduga, tidak sama antara petunjuk dan tersesat.
  • Samakah mengajak pada ketercerahan dengan mengajak pada kebingungan ?
  • "Orang udah ke Mars, lu masih ngedebat agama aja". | Lhah, orang udah ke Mars, lu masih ngedebat orang yang lagi ngedebat agama aja.
  • "Orang udah ke Mars, lu masih ngedebat agama aja". | Lu ngurusin agama gak ? Gak | Lu udah ke Mars ? Belum | *lempar cireng*
  • Caci maki itu biasa diterima para penyampai kebenaran. Sejak zaman nabi-nabi hingga sekarang.
  • Ketika caci maki dan intimidasi tidak mempan, biasanya akan menggunakan kekuasaan untuk membungkam para penyampai kebenaran.
  • Sebelum membungkam dgn kekuasaan berupa penjara atau pembunuhan, penyampai kebenaran akan diiming-imingi harta dan wanita untuk menghentikan da’wahnya.
  • Apakah penolakan kaum Quraisy terhadap Rasulullah karena konflik kekuasan dan bukan agama ? Salah, bahkan Rasulullah ditawari kekuasaan agar berhenti da'wah.
  • Apakah penolakan kaum Quraisy karena konflik ekonomi ? Wah salah, bahkan Quraisy menawarkan harta kepada Rasulullah untuk supaya berhenti berda'wah.
  • Sebelum Muhammad SAW diangkat jadi nabi pada usia 40 tahun, Quraisy tidak merasa punya masalah dgn beliau.
  • Seketika Rasulullah menyampaikan da’wahnya secara terang2an, seketika itulah Quraisy memusuhi Rasulullah.
  • Kalau kita menhabiskan waktu untuk ngomongin hal2 yang nggak penting, niscaya kemungkinan baik2 saja. Bijak sana dan bijak sini.
  • Namun seketika kita mengajak manusia supaya hanya menuhankan Allah dan mengakui Muhammad SAW itu Rasul Allah, maka seketika itu kita akan punya banyak musuh.
  • Seketika Anda bilang: “wahai manusia, tiada Tuhan selain Allah, berimanlah”, seketika itu Anda akan punya musuh.
  • Ketika baiat aqobah 2, pemimpin kaum Anshar sebelum baiat mengingatkan resiko atas janji setia kepada Rasulullah, yaitu hilangnya harta dan nyawa.
  • Tapi kaum Anshar mantap melakukan janji setia pada Rasulullah, apapun resikonya.
  • 5 bulan setelah beberapa penduduk Madinah melakukan janji setia pada Rasulullah, ketika itu Madinah benar2 siap untuk jadi basis da’wah.
  • Titik balik terjadi, Rasulullah dan sahabatnya bukan lagi orang buruan yang terus bisa dikejar2 dan ditindas kaum Quraisy. Saat itu beliau menunjukkan perlawanan.
  • Jadi, caci maki dan bully adalah level terendah konsekuensi atas penyampai kebenaran. Nikmati saja.
  • Yakinlah, seketika kita menyampaikan kebenaran Islam, seketika itu kita punya musuh. Kebathilan tidak akan rela jika kebenaran disampaikan.
  • Kenapa Rasulullah dicaci maki, diintimidasi, bahkan terakhir hendak dibunuh saat hijrah ? Karena orang2 kafir frustasi, mereka tidak punya argumen lagi.
  • Rasulullah da’wah sudah yang paling lembut, paling santun, paling akhlaq, paling berbobot kata2nya, tapi tetap saja menerima permusuhan.
  • Semangat sahabat, ketika permusuhan datang saat kita mengajak untuk beriman padahal dgn cara yang lembut, insya Allah kita sudah di jalan yang benar.
  • Mas mbak, tiada Tuhan selain Allah, tinggalkan menyembah manusia, menyembah batu, pohon, patung dll | Kalimat sederhana ini bikin jengkel orang loh.
  • Heran ya, hanya mengatakan “tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu Rasulullah”, seperti ini aja bikin orang jengkel, sampai bisa dibunuh. Dahsyat.
  • Kita sudah menggenggam agama yang sempurna, kenikmatan yang tiada tara. Tak bisa diganti dan ditukar dgn apapun, bahkan dgn emas sepenuh bumi.
  • Jangan ikut2an dan pengen keliatan asyik, karena gak ngerti jadi ikut2an bilang “semua agama benar”.
  • Tidak sama yang baik dan buruk. Meski yang buruk menarik hatimu. Berpikirlah, maka kamu beruntung.

  • Maka apakah sama Islamisasi dan Kristenisasi ?

  • Samakah antara yang melihat dan yang buta ? Samakah antara yang beriman dan yang ingkar ?

  • Tidak sama antara buta dan melihat, tidak sama antara gelap dan cahaya, tidak sama antara dugaan dan berpikir.

  • Ketahuilah, mereka yang melakukan Kristenisasi pun tidak paham kenapa mereka memeluk agamanya. Karena pondasi agamanya hanya dugaan.
  • Mereka sebenarnya gak paham sedang mengajak pada apa dan untuk apa.
  • Saya mengajak pada sebuah agama yang insya Allah bikin kepalamu enteng, gak perlu dibebani doktrin "iman vs akal".
  • Saya mengajak pada agama yang untuk mengimaninya justru akal jadi instrumennya. Jika akalmu tertutup, maka sulit beriman.
  • Saya mengajak pada sebuah agama yang tidak memerlukan “penampakan” atau “penyembuhan” untuk bisa menerima agama ini. #Mistik #GakLogis
  • Saya mengajak kepada sebuah agama, yang untuk memeluk agama ini akalmu harus dinyalakan senyala-nyalanya.
  • Saya mengajak kepada sebuah agama yang argumentatif. Bukan katanya-katanya dan bukan pokoknya-pokoknya. #Penampakan
  • Saya mengajak kepada cahaya, untuk meninggalkan gelapnya jahiliyyah.
  • Saya mengajak kepada agama yang tidak perlu saya iming-imingi atau tidak perlu saya paksa untuk masuk agama ini. Jika Anda berpikir, maka Anda dapatkan Islam.
  • Saya mengajak kepada agama yang gak pakai dugaan2. Semuanya argumentatif.
  • Sedangkan mereka yang melakukan Kristenisasi, mereka hanya mengajak pada tradisi yang bersumber pada dugaan-dugaan.
  • Semua hanya karena mereka mengikuti nenek moyang. Satu2nya argumen yang tersisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar