Apakah Sama Antara Islamisasi dan Kristenisasi ?
- Apa bedanya Islamisasi dan Kristenisasi ? Apakah sama mengajak kepada cahaya kejelasan dan mengajak pada kegelapan dugaan ?
- Samakah antara mengajak kepada Allah dan mengajak kepada yang bukan Allah ? Samakah mengajak kebaikan dan mengajak kebathilan ?
- Apakah sama mengajak pada cahaya dan mengajak pada kegelapan ?
- Apakah sama mengajak kepada sebuah kejelasan dengan mengajak pada dugaan2 ?
- Apakah sama mengajak pada menyalanya akal dan mengajak pada tertutupnya akal ?
- Apakah
sama mengajak pada penuhanan antar manusia dgn manusia lainnya dan
mengajak penolakan atas semua penuhanan terhadap makhluk ?
- Apakah sama mengajak beragama dengan logika menyala dan mengajak sesuatu hanya karena nenek moyang melakukannya ?
- Apakah mengajak pada kebathilan juga harus dibiarkan sebagaimana mengajak pada kebenaran ?
- Tentu tidak sama. Adil bukanlah memberikan hak yang sama pada kebathilan dan kebenaran.
- Tidak sama antara cahaya dan kegelapan, tidak sama antara kejelasan dan praduga, tidak sama antara petunjuk dan tersesat.
- Samakah mengajak pada ketercerahan dengan mengajak pada kebingungan ?
- "Orang
udah ke Mars, lu masih ngedebat agama aja". | Lhah, orang udah ke Mars,
lu masih ngedebat orang yang lagi ngedebat agama aja.
- "Orang udah ke Mars, lu masih ngedebat agama aja". | Lu ngurusin agama gak ? Gak | Lu udah ke Mars ? Belum | *lempar cireng*
- Caci maki itu biasa diterima para penyampai kebenaran. Sejak zaman nabi-nabi hingga sekarang.
- Ketika caci maki dan intimidasi tidak mempan, biasanya akan menggunakan kekuasaan untuk membungkam para penyampai kebenaran.
- Sebelum
membungkam dgn kekuasaan berupa penjara atau pembunuhan, penyampai
kebenaran akan diiming-imingi harta dan wanita untuk menghentikan
da’wahnya.
- Apakah penolakan kaum Quraisy terhadap
Rasulullah karena konflik kekuasan dan bukan agama ? Salah, bahkan
Rasulullah ditawari kekuasaan agar berhenti da'wah.
- Apakah
penolakan kaum Quraisy karena konflik ekonomi ? Wah salah, bahkan
Quraisy menawarkan harta kepada Rasulullah untuk supaya berhenti
berda'wah.
- Sebelum Muhammad SAW diangkat jadi nabi pada usia 40 tahun, Quraisy tidak merasa punya masalah dgn beliau.
- Seketika Rasulullah menyampaikan da’wahnya secara terang2an, seketika itulah Quraisy memusuhi Rasulullah.
- Kalau kita menhabiskan waktu untuk ngomongin hal2 yang nggak penting, niscaya kemungkinan baik2 saja. Bijak sana dan bijak sini.
- Namun
seketika kita mengajak manusia supaya hanya menuhankan Allah dan
mengakui Muhammad SAW itu Rasul Allah, maka seketika itu kita akan punya
banyak musuh.
- Seketika Anda bilang: “wahai manusia, tiada Tuhan selain Allah, berimanlah”, seketika itu Anda akan punya musuh.
- Ketika
baiat aqobah 2, pemimpin kaum Anshar sebelum baiat mengingatkan resiko
atas janji setia kepada Rasulullah, yaitu hilangnya harta dan nyawa.
- Tapi kaum Anshar mantap melakukan janji setia pada Rasulullah, apapun resikonya.
- 5
bulan setelah beberapa penduduk Madinah melakukan janji setia pada
Rasulullah, ketika itu Madinah benar2 siap untuk jadi basis da’wah.
- Titik
balik terjadi, Rasulullah dan sahabatnya bukan lagi orang buruan yang
terus bisa dikejar2 dan ditindas kaum Quraisy. Saat itu beliau
menunjukkan perlawanan.
- Jadi, caci maki dan bully adalah level terendah konsekuensi atas penyampai kebenaran. Nikmati saja.
- Yakinlah,
seketika kita menyampaikan kebenaran Islam, seketika itu kita punya
musuh. Kebathilan tidak akan rela jika kebenaran disampaikan.
- Kenapa
Rasulullah dicaci maki, diintimidasi, bahkan terakhir hendak dibunuh
saat hijrah ? Karena orang2 kafir frustasi, mereka tidak punya argumen
lagi.
- Rasulullah da’wah sudah yang paling lembut,
paling santun, paling akhlaq, paling berbobot kata2nya, tapi tetap saja
menerima permusuhan.
- Semangat sahabat, ketika
permusuhan datang saat kita mengajak untuk beriman padahal dgn cara
yang lembut, insya Allah kita sudah di jalan yang benar.
- Mas
mbak, tiada Tuhan selain Allah, tinggalkan menyembah manusia,
menyembah batu, pohon, patung dll | Kalimat sederhana ini bikin jengkel
orang loh.
- Heran ya, hanya mengatakan “tiada Tuhan
selain Allah dan Muhammad itu Rasulullah”, seperti ini aja bikin orang
jengkel, sampai bisa dibunuh. Dahsyat.
- Kita sudah
menggenggam agama yang sempurna, kenikmatan yang tiada tara. Tak bisa
diganti dan ditukar dgn apapun, bahkan dgn emas sepenuh bumi.
- Jangan ikut2an dan pengen keliatan asyik, karena gak ngerti jadi ikut2an bilang “semua agama benar”.
- Tidak sama yang baik dan buruk. Meski yang buruk menarik hatimu. Berpikirlah, maka kamu beruntung.
- Maka apakah sama Islamisasi dan Kristenisasi ?
- Samakah antara yang melihat dan yang buta ? Samakah antara yang beriman dan yang ingkar ?
- Tidak sama antara buta dan melihat, tidak sama antara gelap dan cahaya, tidak sama antara dugaan dan berpikir.
- Ketahuilah,
mereka yang melakukan Kristenisasi pun tidak paham kenapa mereka
memeluk agamanya. Karena pondasi agamanya hanya dugaan.
- Mereka sebenarnya gak paham sedang mengajak pada apa dan untuk apa.
- Saya mengajak pada sebuah agama yang insya Allah bikin kepalamu enteng, gak perlu dibebani doktrin "iman vs akal".
- Saya mengajak pada agama yang untuk mengimaninya justru akal jadi instrumennya. Jika akalmu tertutup, maka sulit beriman.
- Saya mengajak pada sebuah agama yang tidak memerlukan “penampakan” atau “penyembuhan” untuk bisa menerima agama ini. #Mistik #GakLogis
- Saya mengajak kepada sebuah agama, yang untuk memeluk agama ini akalmu harus dinyalakan senyala-nyalanya.
- Saya mengajak kepada sebuah agama yang argumentatif. Bukan katanya-katanya dan bukan pokoknya-pokoknya. #Penampakan
- Saya mengajak kepada cahaya, untuk meninggalkan gelapnya jahiliyyah.
- Saya
mengajak kepada agama yang tidak perlu saya iming-imingi atau tidak
perlu saya paksa untuk masuk agama ini. Jika Anda berpikir, maka Anda
dapatkan Islam.
- Saya mengajak kepada agama yang gak pakai dugaan2. Semuanya argumentatif.
- Sedangkan mereka yang melakukan Kristenisasi, mereka hanya mengajak pada tradisi yang bersumber pada dugaan-dugaan.
- Semua hanya karena mereka mengikuti nenek moyang. Satu2nya argumen yang tersisa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar