Kafir: Berharap Masuk Surga Tapi "Menyelingkuhi" Allah
- Ketika kamu melakukan sesuatu (berbuat baik) untuk selain Allah, lantas mengapa kamu mengharapkan surga-Nya Allah ?
- Dulu
juga ada yang ngasih saya foto bule yang lagi menyuapi seorang pengemis
cacat. Apakah orang seperti ini kafir dan masuk neraka jika mati tetap
dalam keadaan bukan Islam ?
- Tugas utama manusia bukan
berbuat baik. Tugas utama manusia patuh terhadap perintah Allah, salah
satu perintahnya memang berbuat baik.
- "Orang itu sudah
berbuat baik demi kemanusiaan". | Sayang sekali, tugas manusia bukan
berbuat baik karena kemanusiaan, tapi karena Allah.
- "Orang itu sudah berbuat baik demi kemanusiaan". | Sayang sekali, yang paling penting bukan amal kebaikannya, tapi motifnya.
- "Orang
itu sudah berbuat baik demi kemanusiaan". | Bahkan Muslim yang shalat,
zakat, haji jika motif karena selain Allah, maka sia2 ibadahnya.
- Sayangnya
argo kebaikan manusia baru bernilai di akhirat ketika sudah melewati
pintu bernama syahadat. Jika tidak melewati pintu syahadat, maka amal
sia-sia.
- Kekafiran (menuhankan selain Allah) adalah dosa terbesar. Perselingkuhan terberat.
- Misal
Anda punya istri, dan istri Anda ini justru melayani dan memuaskan
laki-laki lain. Mulai urusan bikin teh sampai urusan ranjang. Apakah ini
istri yang baik ?
- "Apakah kamu tega menuduh istri yang melayani & memuaskan laki-laki lain adalah orang yang tidak baik ?" | Ya tega2 aja. :D
- Ada
orang baik hati, dermawan, santun, pengasih, tapi dia melakukan untuk
selain Allah. Apa ini orang baik ? Bukankah justru orang ini kurang
ajar ?
- Kekafiran itu perselingkuhan terberat. Ditugaskan melakukan segala sesuatu untuk Allah, malah dia melakukan untuk selain Allah.
- Seperti
supir yang saya gaji, bukannya nyupirin saya, malah berbuat baik
nyupirin tetangga se-RT, malah lalai kewajibannya. Ini supir yang baik ?
- Seperti
seorang istri, bukannya melayani suaminya, malah melayani laki-laki
lain, lalai kewajibannya. Apakah ini istri yang baik ? Mau menganggap
baik kebaikan2 istri yang setiap hari berselingkuh dgn laki-laki lain ?
- Kekafiran adalah bentuk perselingkuhan. Ini yang membuatnya berat, segala kebaikan menjadi seperti abu yang tertiup angin.
- Jangankan
bule (kafir) yang menyuapi seorang pengemis cacat, bahkan jika Muslim
pun yang melakukan hal tsb tapi niatnya bukan karena Allah, maka apa
yang dilakukannya NOL besar.
- Yang Muslim saja amalnya
menjadi sia2 ketika dia menyelingkuhi Allah dalam motif, apalagi orang
kafir yang jelas2 motifnya bukan untuk Allah ?
- Yang
heran ada orang berfatwa bahwa si bule itu masuk surga, lhoh sejak kapan
tuh orang jadi pemilik surga, kok bisa2nya bilang begitu ?
- Gak beriman pada pemilik surga, tapi maunya masuk surga. Ibarat orang minta gaji sama saya, padahal kerjanya sama orang lain.
- Jangankan
sekedar menyisihkan sedikit makanan untuk seorang pengemis cacat,
bahkan jika punya harta sepenuh bumi dan diberikan semua, kalau dia
mati dalam keadaan kafir ya tetap neraka tempatnya kelak.
- Jangankan
cuma menyuapi sepiring nasi untuk si pengemis cacat, bahkan jika si
kafir bule ini mengorbankan nyawa, tetap sia2. Karena apa yang dilakukan
bukan untuk Allah.
- Amal baik orang kafir itu sia-sia, apapun amalnya dan berapapun besarnya. Sebab amal dgn dasar menyelingkuhi Allah.
- Menyiapkan baju suami itu perbuatan baik, tapi kalau suami orang ?
- Sebaik apapun, tapi jika yang dilakukan adalah perselingkuhan, maka menjijikkan.
- Menyelingkuhi
manusia saja sudah menjijikkan, apalagi menyelingkuhi Allah (Sang
Pencipta), padahal semua anugerah yang dimilikinya itu kepunyaan Allah.
- Apakah
harus lahir dari keluarga Muslim untuk bisa menuju Allah ? Tentu saja
tidak. Allah sudah menyediakan: Alam semesta, akal, fitrah, syahwat,
syariah, waktu, dan kebebasan memilih.
- Banyak orang
Barat yang merenung sendiri kemudian masuk Islam. Karena jika
menggunakan akalnya dgn jernih, maka mudah meraih Islam.
- Kafir masuk neraka itu karena perselingkuhannya. Beribadah bukan untuk pemilik surga, kok berharap minta surga ?
- Yang dilayani suami orang lain, kok minta nafkah ke suami sendiri ? Gilak coy.
- Pondasinya adalah perselingkuhan, amal sebaik apapun setelah itu maka sia-sia.
- Kalau
Anda tidak pernah mengerjakan sesuatu untuk saya, apapun yang Anda
lakukan untuk orang lain, ya jangan minta gaji ke saya dong.
- Disebut kafir karena menyelingkuhi Allah, karena bukan Allah yang ia sembah. Karena beda sesembahan.
- "Hai
orang2 kafir, aku tidak menyembah apa yang kamu sembah..." (Al
Kaafiruun) | Disapa kafir bukan karena tidak menyuapi pengemis, tapi
karena beda Tuhan.
- Andai bule itu menyerahkan seluruh
harta sepenuh bumi kepada pengemis, tapi jika si bule mati tetap dalam
keadaan kafir, maka dia mati dalam keadaan menyelingkuhi Allah. Tetap
neraka tempat kembalinya.
- Jadi gak perlu bingung untuk
tetap meyakini si bule kafir ini masuk neraka jika mati tetap dalam
keadaan kafir, meski di dunia dia sudah memberi makan pada pengemis.
- Islam
itu agama logis, semua manusia diberi akal dan bisa mengamati semesta.
Jadi gak harus dari keluarga Muslim untuk bisa menuju Allah. Cukup dgn
berpikir aja.
- Menyelingkuhi Allah tapi berharap surga-Nya Allah. Pikiran yang sakit.
- Sudah selingkuh, tapi berharap nafkah dari suami. Istri macam apa ini.
- "Lalu
apa balasan untuk si bule tsb, kan sudah berbuat baik kepada pengemis
?" | Balasannya sudah tuntas di dunia, salah satunya tenar. Sampai saya
pun ikutan membahasnya.
- Kebaikan orang kafir di dunia tuntas dibalas Allah di dunia juga.
- Yang
mengharap kebahagiaan duniawi, sempurna dibalas Allah di dunia. Sudah
diberi harta berlimpah, popularitas, pujian, nama besar dst.
- Kita
saja gak bisa terima kalau ada manusia menyelingkuhi manusia lain, kok
bisa kita memandang baik manusia yang menyelingkuhi Tuhannya ?
- "Semua orang yang berbuat baik akan masuk surga". | Yang ngomong gini berasa Tuhan, berasa pemilik surga, bikin aturan sendiri.
- Kekafiran
adalah kejahatan terbesar yang tidak bisa ditebus dgn menyumbangkan
harta dan emas sepenuh bumi. Kekafiran tidak punya exit.
- Kekafiran tidak bisa ditebus meski punya emas sepenuh bumi. T_T
- Surga
tidak bisa ditebus dgn emas sepenuh bumi, apalagi cuma sepiring nasi
untuk pengemis. Karena kekafiran adalah kesalahan yang amat besar &
berat.
- Kebaikan menyuapi pengemis terlalu sepele dibandingkan dgn sebuah kejahatan besar bernama kekafiran.
- Kekafiran adalah seburuk2nya kejahatan. Menolak menyembah Allah sbg Tuhannya.
- Jadi
jangan ragu mengatakan orang kafir yang tetap kafir saat kematiannya,
maka akan masuk neraka, apapun amalnya, dia tetap masuk neraka.
- Ada
orang jujur, rajin menabung, dan tidak sombong yang kafir. Dan ada
yang tidak jujur, tidak menabung, dan sombong tapi bukan kafir.
- Karena jujur dan rajin menabung bukan pembeda kafir dan tidak kafir.
- Meski
jujur, rajin menabung dan tidak sombong tapi kalau tidak mengakui
"tiada Tuhan selain Allah & Muhammad Rasulullah", maka tetap kafir.
- Tidak jujur dan sombong itu perbuatan yang salah. Tapi ini bukan pembeda seseorang kafir atau bukan.
- Karena
yang jadi pembeda kafir atau bukan adalah kesalahan terbesar yaitu
tidak mengakui "tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah".
Ini kesalahan paling berat.
- Kesalahan itu jenisnya bertingkat: tidak jujur, kikir, sombong dll. Tapi kesalahan yang tidak punya exit adalah kekafiran.
- Tidak
disiplin adalah kesalahan, kikir adalah kesalahan, mencuri adalah
kesalahan. Tapi ini bukan kesalahan terberat yang menyebabkan
kekafiran.
- Misal, ada orang jujur tapi kafir. Jujur
adalah kebaikan, tapi kejujurannya jadi gak ada artinya karena
kesalahan kekafiran terlalu besar ketimbang kebaikan jujurnya.
- Lalu
bagaimana agar perbuatan jujur si kafir jadi berarti ? Harus melewati
pintu syahadat terlebih dahulu. Perbuatan jujurnya harus dilakukan untuk
Allah.
- Contoh lagi, ada orang dermawan tapi kafir.
Dermawan adalah kebaikan, tapi kebaikan dermawan tidak ada artinya jika
dibandingkan beratnya kesalahan atas kekafirannya.
- Jadi
kita gak bisa terkesima dgn kata2: "Gpp kafir asal dermawan". Karena
nilai dermawan terlalu remeh jika dibandingkan dgn kesalahan
kekafirannya. Semua amal jadinya sia-sia.
- Tidak korupsi
adalah perbuatan baik. Tapi kebaikan tidak melakukan korupsi terlalu
kecil jika dibandingkan kesalahan atas kekafirannya.
- Korupsi
adalah perbuatan salah, ada hukumannya di dunia, diatur oleh Islam.
Sedangkan kekafiran hukumannya di akhirat, terlalu berat kesalahannya.
Dan Allah yang berhak menghukum kelak di akhirat.
- Jangan
keliru menjenjang kesalahan. Kesannya seolah2 kesalahan akibat
kekafiran justru kamu anggap lebih ringan dari kesalahan korupsi, tidak
jujur, tidak rajin menabung dst.
- Kebaikan itu berjenjang, kesalahan pun juga berjenjang. Kesalahan paling berat adalah kekafiran, jangan gamang.
- Beratnya
kesalahan "tidak beriman kepada Allah & Rasul-Nya" membuat
terhapusnya seluruh nilai kebaikan, apapun itu. Inilah seberat2nya
jenis kesalahan.
- Terlalu berat kesalahan kekafiran itu
sehingga dianalogikan seperti angin yang mengobrak-abrik kebun yang
siap panen. Sia-sia kebaikannya. Lenyap amalannya.
- Jangan bingung, jangan gamang, ini soal sederhana. Jangan terganggu dgn opini yang membodohi.
- Beruntung jika kita tidak kafir. Sebab kita terhindar dari kesalahan terbesar.
- Makanya
kan tiap hari saya mengajak beriman bagi yang masih terjebak dalam
kekafiran. Mari meyakini bahwa "tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad
Rasulullah". Supaya amal kebaikanmu jadi bernilai & tidak lenyap.
- Setelah
beriman, mari berusaha keras untuk tidak melakukan kesalahan2 lain
yang level salahnya dibawah kekafiran. Dosa itu ada dosa besar dan dosa
kecil.
- Kekafiran itu dosa besar yang tidak punya exit.
Kekafiran itu level kesalahannya lebih berat dari membunuh, berzina,
dan mencuri.
- Berzina dan mencuri masih ada peluang
diampuni dosanya, tapi harus dihukum terlebih dahulu. Tapi kalau
kekafiran ? Tidak punya exit.
- Jangan kebalik2,
menganggap jujur, baik hati, dan tidak sombong sbg sesuatu yang besar
dan kekafiran malah dianggap sbg sesuatu yang kecil.
- Jadi
jika ada orang kafir yang jujur, baik hati, dan tidak sombong, itu
tidak membuat kesalahan kekafirannya menjadi ringan. Tetap saja
kekafirannya adalah kesalahan terberat.
- Kalau gak mau
disebut ingkar ya jangan ingkar (jangan kafir). Masa saya harus
menyebut yang ingkar sbg tidak ingkar (tidak kafir) ?
- Yang ingkar ya disebut ingkar, masa gak boleh menyebut yang ingkar sebagai ingkar (kafir) ? Aneh logikanya.
- Karena saya cuma hamba Allah, saya ikut aturan Allah. Saya gak berani menyaingi Allah dgn bikin aturan lain.
- Meyakini "tiada Tuhan selain Allah dan meyakini Muhammad adalah utusan Allah" adalah landasan perubahan masyarakat.
- Membenahi
masyarakat dgn membenahi moral adalah percuma jika landasan perbaikan
moral bukanlah keyakinan "tiada Tuhan selain Allah".
- Memperbaiki moral tapi tidak memberi Tauhid sebagai landasannya, maka membuat perubahan moral jadi rapuh.
- Mengubah
masyarakat dgn memperbaiki ekonominya juga sia-sia, jika bukan Tauhid
sbg landasan perubahannya. Karena akan menyisakan banyak efek samping.
- Memperbaiki
masyarakat dgn memperbaiki politik juga akan sia-sia jika bukan Tauhid
landasannya, karena justru hanya akan melahirkan tirani baru.
- Maka
dari itu, mari beriman, mari meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang benar
selain Allah dan mengakui Muhammad adalah utusan Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar