Minggu, 31 Januari 2016

Membantah Imajinasi Ngawur Terhadap Islam

  • Orang menolak Islam memang karena "pokoknya" | "pokoknya nenek moyang gue begini", sehingga logika dikesampingkan.
  • Mereka kalah dgn orang2 Barat yang berbondong2 memeluk Islam, ketika Barat merespon demonisasi Islam, justru dgn cara mencari tahu tentang Islam.
  • Mengendalikan kesadaran untuk tidak "pokoknya kata nenek moyang" adalah penting, sehingga kebenaran mudah diterima.
  • Tuduhan2 terhadap Islam biasanya justru merupakan bagian2 terbaik dari Islam.
  • Misal: Islam dituduh menindas perempuan, jika kemudian mengetahui bagaimana sesungguhnya aturan Islam ttg perempuan, maka mereka akan takjub.
  • Contoh lain: poligami Rasulullah dijadikan bahan tuduhan. Kalau kemudian berani meneliti dgn jujur, maka orang akan terpesona dgn ini.
  • Sehingga biasanya hal2 yang biasa menjadi bahan tuduhan terhadap Islam, justru kalau mau melihat dgn jujur , justru itu bagian2 terbaik dari Islam.
  • Bagian mana dari Islam yang paling mempesona buat saya ? Adalah bagian2 yang dijadikan mereka sebagai fitnah terhadap Islam.
  • Orang menuduh Islam soal "poligami", "qishash", "perempuan" dst, padahal ini justru bagian2 yang paling mempesona dalam Islam.
  • Apa yang mereka tuduhkan terhadap Islam, buat saya justru bagian2 terbaik dari Islam yang paling mempesonakan.
  • Orang menuduh nabi gila seks karena poligaminya, buat saya poligaminya nabi justru salah satu bagian yang palingg mempesona dari Islam.
  • Orang menuduh Islam agama yang tidak ramah perempuan, lhoh buat saya justru tidak ada agama yang lebih memuliakan perempuan selain Islam.
  • Orang menuduh Islam soal perbudakan. Buat saya, justru cara Islam mengentaskan perbudakan begitu mempesona.
  • Orang menuduh Islam soal anti toleran. Wah, buat saya justru tidak ada agama yang mengatur toleransi segamblang Islam. Mempesona.
  • Apa yang paling buruk buat orang lain dari Islam, justru buat saya yang paling mempesona. Orang2 itu dapat info yang salah, mbebek orientalis abad 16.
  • Andai mereka mau mempelajari Islam dgn jernih di bagian2 yang mereka tuduhkan itu, niscaya mereka akan merasakan apa yang saya rasakan. Mempesona.
  • Orang menolak Islam karena poligami, padahal kitab mereka sama sekali tidak melarang poligami, malahan tanpa batas, tapi gak ditolak. Aneh.
  • Orang menolak Islam karena perang, padahal aturan perang dalam Islam mempesona. Sedangkan di kitab mereka justru memerintahkan genocide (pembantaian), tapi gak ditolak.
  • Padahal persepsi mereka terhadap Islam soal poligami dan perang adalah persepsi orientalis, bukan apa yang sesungguhnya ada dalam Islam.
  • Orang menolak Islam karena gila seks katanya, padahal di kitab mereka kegilaan seksual dikisahkan dgn gamblang. Tapi ndak ditolak. Aneh.
  • Sedangkan persepsi bahwa Islam itu gila seks adalah imajinasi mereka sendiri.
  • Yang terjadi justru apa yang buruk2 ttg Islam adalah imajinasi, sedangkan apa yang buruk di agama mereka sendiri adalah realita yang sulit mereka bantah.
  • Asik lah, berada dalam Islam berarti di pihak dgn argumentasi yang kuat.
  • Sehingga satu2nya cara paling ampuh menyerang Islam bukan menyerang konsepsinya, tapi menyerang personalnya.
  • Gak bisa menyerang bahwa Islam adalah konsepsi cabul, tapi bisa dgn cara jika ada muslim yang cabul terus diberitakan "guru ngaji cabul".
  • Jadi satu2nya cara adalah menjadikan orang yang jauh dari Islam sbg contoh bahwa inilah Islam.
  • Karena menyerang konsepsi Islam itu percuma, gak ada bolongnya. Serang personalnya, baru bisa.
  • Kesimpulannya: "kenapa lu nolak Islam ?" | "Karena gue baca berita "guru ngaji cabul" | Cuma ini satu2nya cara menyerang Islam.
  • Dan kalau gak ketemu personal untuk menyerang Islam, dibuatlah rekayasanya. "Ustadz korupsi", ditanya korupsi apa & berapa, jawabannya: "pokoknya korupsi".
  • Itu satu2nya cara menyerang Islam, karena Islam sempurna, sedangkan muslim tidak sempurna.
  • Jadi jika kita sudah Islam, maka harus bersyukur. Jika belum Islam, yuk masuk Islam, syukuri nikmat akal.
  • Allah sudah memberikan akal untuk manusia, sayang jika digunakan untuk sekedar "pokoknya ikut nenek moyang".
  • Ada lagi yang menyerang Islam soal haid. Katanya "Perempuan ditindas. Jika menstruasi tak bisa sembayang, apakah perempuan sangat najis saat menstruasi ?".
  • Padahal kata Alkitab, orang haid malah gak boleh disentuh.



  • Nyerang Islam soal haid, eh di kitabnya malah semua yang disentuh perempuan haid jadi ikut najis.
  • Menolak Islam soal haid, tapi tidak menolak Alkitab dgn haidnya.
  • Dalam Islam, perempuan haid cuma dilarang ibadah seperti shalat dan puasa aja, tapi mereka gak najis, dan barang yang mereka sentuh juga gak najis.
  • Alih2 menyerang Islam soal haid, yang terjadi justru "peluru dilesakkan ke kapalanya sendiri". :D
  • Ini yang saya maksud salah persepsi tentang Islam, dan ternyata apa yang disalahpersepsikan ini justru ada di agama mereka sendiri.
  • Semoga bermanfaat dan membuat kita makin bersyukur dengan nikmat Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar