Jadikan Allah Sebagai Self Control Kita | Kita #Cinta, Kita #Butuh
- Islam itu membangun sistem self control, dibangun rasa bahwa kita mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan karena Allah.
- Self control menjadi pertahanan diri utama, dalam Islam disebut ihsan, yakin Allah selalu menyertai kita.
- Itulah kenapa shalat mencegah seseorang melakukan “fahsyaa” dan “munkar”.
- Bahkan misalnya ketaatan kita pada orang tua, bukan karena orang tua itu sendiri, tapi karena Allah yang menyuruh.
- Bahkan ketika kita mencari nafkah, itu bukan karena istri atau anak, tapi sebagai wujud taat karena Allah yang memerintahkan.
- Bahkan
ketika kita taat pada lampu merah, bukan karena taat lampu merah itu
sendiri, tapi karena Allah melarang kita melakukan kezhaliman pada orang
lain.
- Saya tidak makan babi bukan karena babi ada
cacing pitanya, saya tidak berzina bukan karena takut si perempuan
hamil. Semua karena Allah yang melarang saya.
- Saya
tidak minum Miras bukan karena takut mabuk, saya tidak merokok bukan
karena takut terserang impotensi, kanker, jantung dst. Semua karena
Allah yang melarang saya.
- Saya disunat bukan karena
ingin terhindar dari penyakit. Semua karena Allah yang menyuruh. Inilah
Islam, Allah sebagai self control.
- Kenapa berpuasa ?
Karena diperintahkan Allah. Dan kemudian hikmah puasa membuat kita
sehat, sehingga akan menambah pemaknaan dari sebuah ketaatan.
- Kenapa
taat pada orang tua ? Bukan karena balas budi. Tapi karena
diperintahkan Allah. Dan kemudian alasan balas budi, berbakti dst akan
menambah pemaknaan dari sebuah ketaatan.
- Kenapa gak
makan babi ? Bukan karena takut terserang penyakit. Tapi karena Allah
yang melarang. Dan kemudian bahwa ada hikmah terkait kesehatan itu
menambah rasa taat. Allah Maha Tahu.
- Apakah Allah memerlukan da'wah kita ? Tidak, manfaat dari da'wah yang kita lakukan, kita sendiri yang merasakan.
- Saya
memilih ikut perintah Allah yang mewajibkan saya da'wah, karena da'wah
itu hakikatnya tentang diri kita sendiri, soal orang lain nerima atau
gak nerima itu bukan urusan.
- Apakah Allah butuh puasa kita ? Tidak, karena kita sendiri yang butuh taat dengan menjalankan puasa.
- Apakah Allah butuh shalat kita ? Tidak, Allah tidak butuh shalat kita, tapi kita yang butuh.
- Alasan
cinta yang membuat kita tidak diam atau malah latah ikut2an teriak:
"Allah gak perlu dibela" "Rasulullah gak perlu dibela".
- Alasan cinta yang
membuat kita tidak mau ikut cekikik'an bareng mereka yang hobinya
mengolok2 Allah dan Rasulullah. Awoh, astajim dll.
- Alasan cinta juga yang menyatukan #IndonesiaTanpaJIL, geram dgn sampah masyarakat bernama JIL.
- Kita geram, terusik, saat mereka mengolok2 Islam.
- Selain
cinta, ada alasan lain mengapa kita perlu membela saat mereka mengolok2
Islam. Alasannya karena kita yang justru butuh membela.
- Kita butuh membela Allah, Rasulullah, dan Islam, karena justru manfaat pembelaan itu dirasakan oleh kita sendiri.
- Saat
JIL mempropagandakan homoseksualitas, lalu kita diam dan tidak
melawannya, tidak membela aturan Allah. Siapa yang rugi ? Kita semua.
- Saat
JIL bilang kenabian Rasulullah rekayasa, sehingga apa yang dibawa oleh
Rasul diremehkan. Sehingga kita hidup dalam masyarakat yang meremehkan
aturan Allah, maka kita yang rugi.
- Siapa yang merasakan dampak kerugian, hidup dalam lingkungan yang membenci Allah dan Rasulullah ? Kita sendiri.
- Jika
kita mendiamkan JIL yang mempropagandakan perzinaan dgn dalih suka sama
suka, siapa yang rugi ? Ya kita semua, anak2 kita tumbuh di lingkungan
pezina.
- Saat mereka mendatangkan idola2 semacam Lady
Gaga dan justru menistakan manusia yang justru seharusnya jadi idola
kita (Rasulullah), siapa yang rugi ?
- Siapa yang akan merasakan kerugiannya akibat kita diam dan tak melakukan pembelaan saat Islam dijauhkan, difitnah, dan diolok2 ?
- Pembelaan kita terhadap Allah, tidak ada sedikitpun manfaatnya untuk Allah. Tidak bertambah dan tidak berkurang kemuliannya.
- Allah meminta kita untuk membela-Nya adalah untuk kepentingan kita sendiri. Ini karena Allah sayang sama kita.
- Ketika
kita diam dan tidak melakukan pembelaan, dan bahkan jika seluruh bumi
ini kafir, tidak sedikitpun berkurang kemuliaan Allah.
- Kita sendiri yang akan merasakan manfaat dari pembelaan tersebut. Kenapa kita melakukan melakukan pembelaan ? Karena kita butuh.
- Apakah orang tua hari ini tidak khawatir dgn anak2 mereka yang tumbuh di lingkungan dgn budaya zina ?
- Apakah sebagai orang tua tdiak khawatir pemurtadan ala JIL ini menjangkau sekolah2 ? Siapa yang butuh melakukan pembelaan ?
- Saat penistaan JIL terhadap Rasulullah membuat masyarakat jauh dari model manusia terbaiknya, siapa yang akan rugi ?
- Generasi
muslim jadu jauh dari model manusia terbaik, justru membencinya, dan
menikmati ketika manusia terbaik ini dicaci maki. Siapa yang rugi ?
- Siapa
yang akan mengalami kerugian besar, saat Indonesia ini justru
kehilangan model manusia terbaiknya, manusia terbaik sampai kiamat.
Siapa yang rugi ?
- Generasi muslim justru hobi mengolok2 dan meragukan model manusia yang seharusnya jadi sebab keunggulannya. Siapa yang rugi ?
- Muslim kemudian tumbuh di masyarakat yang justru alergi terhadap Islamnya, karena menjadi korban propaganda JIL. Siapa yang rugi ?
- Ketika Islam tidak menjadi nafas dari negeri ini seperti yang saat ini kita rasakan, justru jadi kerugian besar bagi kita.
- Kenapa
kita harus geram dan membela saat Allah dan Rasulnya diolok2 oleh JIL
dan bebek2nya ? Karena kita butuh membela. Kita butuh Indonesia yang
nyaman.
- Bayangkan jika homoseksualitas yang
dipropagandakan oleh JIL itu menjadi karakter kolektif di negeri ini ?
Maka negeri ini akan jadi tempat maksiat berjama'ah.
- Kita
pasti tidak mau jika anak2 kita tumbuh seperti JIL, orang2 inferior
yang nunduk2 di hadapan Barat sambil menggadaikan Islamnya.
- Keberadaan
JIL bukan contoh yang baik bg anak2 kita. JIL adalah manusia2 inferior
di hadapan gegap gempita peradaban materialisme Barat.
- Jadi, kenapa kita harus melakukan pembelaan terhadap Allah dan Rasulullah saat JIL dan bebek2nya menistakannya ? Karena kita #cinta dan butuh
- Islam memberikan rasa bebas sebebas2nya dari yang bukan Tuhan. Islam juga menolak menuhankan manusia dan memanusiakan Tuhan.
- Penuhanan Yesus adalah bentuk kegalauan. Menuhankan manusia.
- Menuhankan pohon, batu, berhala dst juga bentuk kegalauan. Menuhankan benda2 mati. Sana saja.
- Islam mengajarkan bahwa makhluk tidak layak jadi alasan. Tiada Tuhan selain Allah.
- Islam memberikan rasa merdeka dalam hati. Merdeka dari yang bukan Tuhan.
- Itulah
logisnya Islam. Allah adalah self control. Sehingga Islam membebaskan
jiwa manusia dari ketundukan kepada yang bukan Tuhan.
- Kita harus membangkitkan self control tsb di negeri ini.
- Sebab sistem self control hari2 ini dimusuhi, dibuang, dicibir, ditertawakan sambil terus terjun bebas.
- Membayangkan
seseorang yang sedang terjun bebas tapi ia tidak tahu & tidak sadar
bahwa sedang terjun bebas, tapi sambil tertawa terus.
- Indonesia sedang sakit, namun semua orang dicekok'i untuk makin phobia pada obatnya.
- Sedang sakit tapi tidak merasa sakit, bahkan obatnya dimusuhi dan dihancurkan.
- Partai terkorup dipuja, partai terbersih dicaci. Yang barbar dibela, yang santun dibully. #Sakit
- Yang politisasi agama dipilih, yang Islamisasi politik dihajar. #Sakit
- Topeng-topeng diberi panggung. Negeri yang tak makin sembuh.
- Yang telanjang diperbolehkan, yang berjilbab dicibir. #Sakit
- PR kita membangkitkan negeri ini makin berat, ini pekerjaan sepanjang zaman.
- Ada apa dengan nalar bangsa yang makin sakit ini ?
- Anak SMP ngeseks di kelas, partai terkorup dipuja, LGBT & prostitusi diprovokasi, anak SD perkosa anak TK. #NegeriSakit
- Dalam keburukan kalian makin meniru Barat. Tapi dalam sisi kebaikan, kalian tidak meniru Barat.
- Semua keburukan Barat diimpor, tapi semua kebaikannya ditinggalkan. Maka jadilah pohon berduri tanpa bunganya.
- Inilah bedanya Islam dan agama lain, Islam bukan hanya soal ibadah di Masjid.
- Muslim wajib shalat, muslim juga wajib berpolitik Islam & berekonomi Islam.
- Meninggalkan shalat ya dosa, politisasi agama ya dosa, berekonomi riba juga dosa. Inilah bedanya Islam dan yang lain.
- Dampak sekularisme ini luar biasa, dimulai dari pornografi lalu berujung pada praktek seks menyimpang.
- Agama ditinggalkan, dicibir, dan ditertawakan.
- Makin hari makin “berkualitas” nilai kehancuran; kualitas mutilasi, kualitas pemerkosaan, kualitas prostitusi dll.
- Dari Barat yang diimpor zinanya, maboknya, LGBTnya.
- Yang
bagus2 dari Barat justru ditinggalkan. Etos kerjanya, logikanya,
kedisiplinannya dst. Jadi deh Indonesia pohon berduri tanpa bunga.
- Yang
telanjang dibela, yang berjilbab dicibir & dicaci maki, di sisi
lain sains di negeri ini terus tertinggal. Babak belur semua.
- Terhadap agama sudah terlanjur anti, sains masih jauh untuk diraih. Malang bener nasib bangsa ini.
- Agama dijauhi, sains yang masih jauh banget gak dideket2in. Coba bayangkan apa yang terjadi dgn Indonesia ?
- Yang
parah adalah ketika virus sekularisme ikut2an ditebar di Indonesia,
maka jadi anti terhadap agama. Padahal sains juga gak diurusin. Ckckck
- Sejarah Islam adalah argumen yang kuat bahwa agama dan kemajuan sains gak perlu dipertentangkan.
- Tentang halal-haram, tentang ibadah, tentang sains, tentang jihad, semua adalah turunan dari Tauhid.
- Anak TK pun sudah merasa dirinya sekedar objek seksual. Agama makin jauh, sains makin gak terkejar. Efek sekularisme.
- Coba bayangkan apa yang terjadi dgn Indonesia ? Ngomongin agama jadi anti dan alergi, ngurusin sains juga nggak.
- Sekularisme
membuat bangsa ini babak belur. Moral rusak, jiwa terkapar, dan disisi
lain sains di negeri ini terus tertinggal. Hancur semua.
- Agama jauh, Pancasila gak ngerti, sains apalagi. Berat euy PR kita membangkitkan negeri ini.
- Dan menariknya Islam. Allah jadi alasan semua hal: self control.
- Karena
jika self control dibangkitkan, yaitu membangkitkan rasa bahwa kita
mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan karena Allah, maka insya
Allah pasti negeri ini akan tersenyum.
- Dengan ciri Islam yang tidak memisahkan materi dan non materi, fisik dan jiwa, sains dan akhlaq, maka ketinggian itu paripurna.
- Kenapa
negeri ini belum sempat menggarap sains ? Karena masih disibukkan dgn
problem2, baik yang ditimbulkan eksternal maupun internal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar