HENDRA : Am, aku mau curhat. Kali ini gpp ya sedikit melenceng. Biasanya kan kita bahas agama, sekarang aku mau bahas masalah cewek.
ILHAM : Wah masalah cewek ya.. Itu bisa jadi masalah agama juga Ndra. Tenang saja, Islam itu mencangkup semua aspek kehidupan. Itulah bedanya Islam sama agama lain. Agama lain mungkin hanya simbolis. Hanya dipakai di rumah ibadah. Makanya mereka (nonmuslim) sering ngomong, "Jangan bawa2 agama". Kalau kita ya ndak bisa, semua perbuatan kita harus sesuai ajaran agama, mulai dari makan, tidur, berbicara, cari duit, sampai ke masalah mandi dan buang air, ada aturannya. Oke mari kita bahas. Gimana-gimana?
HENDRA : Hahahaa.. Itulah Am.. Engkau tau kan Am kalau aku dan calon istriku itu sering bertengkar. Gk tau kenapa, hal-hal sepele gitu bisa saja dia jadikan masalah. Bingung aku..
ILHAM : Pasti setiap masalah ada sebabnya ndra. Gk km cari tau apa penyebabnya?
HENDRA : Udah Am.. Kadang cuma sepela. Seperti aku telat balas SMS. Aku kan jg sibuk. Dan dia itu curigaan sekali sama aku. Maklumlah kan di tempat kerjaku itu banyak jg cewek. Kenapa dia itu gk bisa positif thinking..Padahal aku gk ada sama sekali niat buat ninggalin dia..
ILHAM : Kalian statusnya masih pacaran ya?
HENDRA : Iya Am, tp tidak lama lagi aku akan menikah dengan dia.Tenang Am, aku tdk seburuk yg kamu bayangkan. Aku tidak seperti anak2 muda sekarang yg misinya hamil duluan baru nikah. Aku masih punya rasa takut pada Allah Am..
ILHAM : Iya aku tidak mikir begitu juga.. Jadi Ndra, katanya wanita itukan tercipta dari tulang rusuk yg bengkok. Kalau kita luruskan bisa patah. Udah gk usah diluruskan, biarkan begitu. Mereka memang tercipta udah bengkok, tp bukan berarti kalau bengkok, terus mereka gk sempura, enggak. Justru bengkoknya itulah yg membuat mereka sempurna. Tidak semua yg tercipta lurus lantas sempurna. Lihatlah mata pancing, kalau kita bikin lurus, bisa gk nangkap ikan? Ya wanita itu seperti itu. Kemudian wanita itu serba setengahnya laki-laki. Mulai dari tenaganya, pemikirannya, kekuatannya, daya ingatnya jg bisa jadi, terus logikanya. Jd kalaupun ada wanita yg terlihat lebih kuat dari laki2, lebih pintar, dan lebih2 lah pokoknya, tp tetep saja mereka itu wanita. Mereka lemah. Mereka memakai perasaan. Beda sama kita yg pakai logika ini. Mungkin ada sesuatu hal yg bagi kita itu bukan apa2, tp bisa jadi bagi mereka itu suatu yg besar. Mungkin malah kita yg heran, kok gitu sih wanita tu mikirnya. Ya memang begitu. Kita harus sadari hal itu.
HENDRA : Rumit juga mereka ini ya..?
ILHAM : Sebenarnya kalau kita bisa memahami mereka dengan baik, gk rumit kok. Intinya kita mau mendengarkan apa sih sebenarnya yg mereka ingini. Cewek kamu begitu aku yakin bukan karena dia jahat, justru karena dia takut kehilanganmu. Hanya saja mungkin dia tidak pandai menyampaikan, maklum perasaan yg dikedepankan. Kalau kita, pasti mikirnya yg logis2. Mereka gk bisa. Kita paksapun, patah jadinya.
HENDRA : Jadi aku harus bagaimana Am?
ILHAM : Menurutku lebih memahami dia saja Ndra. Tapi perlu diingat, kalian itu belum menjadi suami istri. Mestinya harus sama2 sadar untuk tidak terlalu jauh mencampuri urusan masing2. Apalagi sampai mengatur-atur. Namun, kelak saat sudah menikah, inipun buat aku juga, aku jg belum menikah. Kelak kalau udah menikah, semestinya kita bisa memahami pasangan kita dengan baik. Kalau istrimu salah ya kamu betulkan. Bukan berarti karena dia memakai perasaan, lalu tatkala dia salah kamu biarkan karena takut melukai perasaannya, ya tidak begitu. Wanita itu gampang sekali melakukan kesalahan yg berulang-ulang, jadi kalau kita gk sabar mendidik mereka, ya bisa bahaya. Kita harus menyadari jg, pasangan kita itu bukanlah wanita sholehah seperti istri2 para nabi. Sedangkan yg istri nabi saja masih bisa salah, apalagi cuma pasangan kita yg hidup di zaman sekarang. Ingat gk kisah nabi Ibrahim. Istri nabi Ibrahim yg bernama Sarah itu kurang baik gmn, kurang beriman gimana, tp akal sehat dia bisa hilang tatkala cemburu melihat Hajar. Bahkan mengancam akan memotong2 tubuh Hajar jadi 3 bagian jika dia masih melihat Hajar di hadapannya. Makanya Hajar diungsikan sama nabi Ibrahim. Dijauhkan dr Sarah. Ditinggal di padang yg tandus sendirian. Itulah asal muasalnya kota Makkah. Itu bukan berarti Sarah orang jahat, bukan. Tapi karena faktor cemburu tadi. Hilang dah akal sehatnya. Lalu kisah Ummul mukminin, Aisyah. Pernah juga beliau cemburu hingga membanting piring yg berisi kue yg berasal dari istri nabi yg lain. Hari itu jadwalnya Aisyah yg melayani Rasulullah. Eh datang istri lain ngantar kue. Diterima oleh Rasulullah, lalu oleh Rasulullah dibawa ke belakang dikasihkan ke Aisyah. Tau kalau itu kue dari istri lain, ya udh dibantingnya di depan Rasulullah. Tp apa yg dilakukan Rasulullah, beliau gk memarahi, justru memungguti kue2 tersebut. Padahal waktu itu sedang ada para sahabat yg bertamu. Ketika udah balik ke depan, sambil tersenyum Rasulullah berkata kepada para sahabatnya, "Bunda kalian lagi cemburu.." Lihat itu Ndra, Sarah, Aisyah.. mereka itu wanita2 pilihan, wanita beriman. Derajat keimanannya jauh sekali di atas kita. Tapi kalau mereka udah cemburu, udah seketika hilang akal sehatnya. Karena tadi, memakai perasaan. Dan nabi Ibrahim, nabi Muhammad, paham akan hal itu. Makanya gk dimarahi, apalagi digampar..Gk seperti itu. Itulah suami yg baik itu. Namun sekali lagi, lihat juga kesalahan mereka apa. Kalau memang salah dan layak kita marahi, ya kita marahi. Rasulullah jg pernah kok marah sama Aisyah bahkan sampai memukul dadanya, tp tentunya bukan pukulan kuat. Tau kalau Rasulullah marah, diapun akhirnya meminta maaf. Takut. Itulah istri yg baik itu. Bukan tiap saat menuntut suami, tp dia saja memberikan pelayanan kepada suami malas2an. Tidak begitu. Payah memang kalau kita mau mencontoh pasangan2 seperti itu. Tp gk tertutup kemungkinan tetep bisa kita contoh. Orang mereka jg manusia kan. Mereka bisa, pasti kita bisa.
HENDRA : Berat jg nampaknya menjalani kehidupan rumah tangga.
ILHAM : Sepertinya gitu Ndra. Tp kita harus optimis sajalah. Intinya kalau kita dan istri kita sama2 beriman dan memahami agama dengan baik, biasanya mudah saja masalah dalam rumah tangga tu diselesaikan. Karena masing2 pasangan udh paham hak dan kewajiban. Tau mana hak Allah, mana hak suami, mana hak istri. Sempuranya Islam ya gitu Ndra, masalah suami istripun tak kan terlepas dari agama..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar